
derikan suara jangkrik mulai terdengar.
menyisakan alunan dengingan di telinga.
krikkkk.krikkkkk
bunyi jangkrik terdengar meenyadarkan jisu akan lamunanya.
jisu mengangkat kepalanya ketika mendengar suara jangkrik. tiba-tiba sebuah rencana terlintas di fikiranya.
ah ha ." ujar jisu sambil mengangkat jari telunjuknya sejajar dengan kepalanya.
jisu tersenyum-senyum sambil memakan kembali hidangan mie nya dengan lahap.
baiklah....
sampai jumpa pernikahan.!!
dan sampai jumpa 1,3 milyar.!!
hahahhahah......" ujar jiso tertawa memandang mie nya lalu memakanya kembali.
thailand tunggu aku....
xixixixix....." kekehan jisu bergema memenuhi ruang dapur yang sunyi.
heeeuuuhhhh....
dengusan namjun pelan sambil menatap kaca transparan rumahnya yang memperlihatkan kesunyian jalan perkomplekan beserta perumahan rumah yang sepi.
bagaimana caraku meyakinkan mama.
agar mau menerima dita." ujar namjun menqtap bayangan nya di kaca jendela.
namjun diam berdiri dengan tangan menyimpul di dadanya menatap kembali jalanan komplek perumahan elit yang sepi.
iyak kembali tetingat kenanganya bersama dita.
flash back on.
yurri siapkan berkas-berkasnya." ujar namjun berjalan sambil menatap ponselnya.
brakkkkkk. ......
tanpa namjun sadari ia menebrak seseorang di hadapanya. hingga orang tersebut jatuh terduduk.ia segera berlutut menolong seorang tersebut.
ssssttttt awwww ." ujar wanita tersebut yang tak lain adalah dita.
dita mengaduh pelan sembari memegang punggungnya lalu berdalih menatap pelaku yang menabraknya.
seketika mata mereka bertemu. kesunyian terjadi dengan mata yang masih melekat satu sama lain sampai namjun angkat bicara menyadarkan lamunan mereka.
maaf anda baik-baik saja nona."ujar namjun meminta maaf.
ah..iya maaf kembali." ujar dita mengambil tasnya yang terjatuh.
__ADS_1
sekali lagi maafkan aku nona." ujar namjun melangkah pergi di ikuti yurri.
dita masih terpaku dalam diamnya.
digelengkan kepalanya menyadarkan diri.
cihhhh...
apa yang kau pikirkan dita." gumamnya kecil sambil di ikuti langkah kakinya meningalkan sebuah kafe.
terimakasih tuan atas kerjasamanya." ujar namjun menjabat tangan seorang pria yang tak lain adalah rekan bisnisnya.
tentu saja ,siapa yang tak mau bekerjasama
dengan perusahaan elektronik ternama di asian ini." ujarnya.
saya sangat puas dengan penjelasan anda mengenai proyek sensor suara ini, semoga kedepanya perusahaan kita bisa menjadi lebih baik lagi." ujar pria tersebut.
anda terlalu sungkan." ujar namjun senyum ramah.
jika tidak keberatan saya akan mengundang anda makan malam lain waktu." ujarnya.
namjun mengangukan kepalanya senyum ramah lalu melepaskan jabatan tanganya.
baiklah saya permisi." ujarnya.
namjun kembali melanjutkan duduknya.
namjun kapan kau pulang?
sudah 3 minggu kau tak menjengukku?
kau mau menjadi durhaka kepada ibu nak?
ditambah emot menangis.
namjun menghela nafas pelan membalas pesan satu persatu.
tangan namjun tergelincir tak sengaja menjatuhkan ponsel dari tanganya. namjun mengambil ponselnya namun sudah keburu di ambil seseorang.
ini tuan." ujar seorang wanita yang tak lain adalah dita.
dita memberikan ponsel dengan senyum manisnya. namjun diam sesaat lalu meraih ponselnya.
terimakasih." ujar namjun senyum ramah.
boleh aku duduk, aku menunggu temanku
tapi dia belum sampai." ujar dita
tentu." ujar namjun mempersilahkan duduk
__ADS_1
sebuah pesan dari yurri bahwa ia menunggu di lobby. namjun memberi intrupsi untuk menunggunya selama 1 jam yurri meng iyakan perintah atasanya tanpa banyak bertanya lagi.
namjun memandang dita seksama namun dita menyadari akan tatapan namjun.
maaf apa ada yang aneh denganku."tanya dita heran.
ahh..
tidak ada, kapan temanmu sampai." tanya namjun.
emmm..
mungkin sebentar lagi, apakah aku mengangu." ujar dita menipiskan bibirnya.
tidak bukan begitu maksudku.
temanmu wanita atau pria jika aku bole tau."
tanya namjun mengalihkan pembicaraanya.
ohhh dia seorang wanita." ujar dita
baiklah aku akan menemanimu menunggu
untuk menebus kesalahan ku tadi." senyum namjun.
apa kau punya kekasih tuan." ujar dita
maaf nona itu privasi." ujar namjun tegas
ahhh.
maaf bukan maksudku mengangu privasimu hanya saja terlihat jelas jika kau seorang pekerja keras dan mengesampingkan persoalan asmara." senyum dita
namjun mengusap tengkuknya sambil tersenyum kikuk.
apakah itu terlihat jelas." ujar namjun.
namun saat dita ingin menyambut perkataan namjun tiba-tiba suara pesan dari ponselnya berbunyi.
siapa." ujar namjun
ahhh..
ini temanku dia mengirim pesan bahwa dia tak jadi datang karna suatu alasan."ujar dita menaruh ponselnya kembali ke dalam tasnya.
terimakasih sudah mau menemaniku menunggu tuan walaupun jadi sia-sia." ujar dita.
tak masalah." ujar namjun
dita berdiri dari tempat duduknya hendak pergi namun di hentikan namjun.
jika tidak keberatan aku akan mengantarmu." ujar namjun.
tawaran namjun disambut baik dengan angukan dita. kedekatan mereka mulai terjalin.
__ADS_1
OFf.