
"marni ayo kita ke bawah sebenar nya, di bawah sana ada sebuah taman yang sangat indah mau mampir bentar enggak?" tanya sahrul semangat.
"boleh juga tuh,mumpuk masih di sini jadi biar kita singgah di semuah sudut tempat ini?" jawab marni antusias.
"tapi sebelum nya kamu tunggu aku duluh mau beli minuman bentar ?" ujar sahrul melangkah menjauh sedang kan aku hanya menunggu di ujung jalan.
sedang menunggu sahrul tiba ,marni membuang rasa bosan dengan memerhatikan di setiap sudut tempat ini. memanjakan mata dengan pandangan ia lihat daripada pepohonan yang rindam dan juga bunga -bunga yang di tanam dengan rapi bahkan rumput hijau di setiap halaman.
mata marni menyipit ketika melihat seorang lelaki yang tampak tak asing bagi nya namun ia sendiri melupakan di mana perna bertemu dengan pemuda itu.
" kaya pernah lihat pemuda itu namun dimana ya?" ucap marni mencoba meningat.
masih mencoba mengingat sementara netra masih melihat ke arah pemuda yang tampak tak asing itu, dengan beberapa pemuda lain nya yang terlihat sangat bersahabat dengan nya.
"agak nya teman -teman nya kali ya?" masih asik bergumam.
"tampak nya mereka tinggal tidak jauh dari sini kali ya? atau tinggal di kampung yang tak jauh dari sini agak nya deh, lihat ajah penampilan mereka kaya biasa -baiasa aja?" gumam marni masih betah menilai pemuda itu dan juga kawan-kawan nya, dengan sesekali tersenyum.
"rupah nya masih ada juga orang kaya mereka di jaman ini,engga nyangka aku?" tutur marni lagi tanpa sedar dengan senyum yang sempurna sehingga tanpa sengaja pemuda itu menemukan tatapan marni yang sedari tadi mengarah ke arah nya.
"gue kaya nya perna lihat deh cewek itu tapi dimana ya?" tanpa marni sadari pria itu juga menutur sesuatu yang sama namun sama-sama masih belum mengingat pasti.
"ahh...., sudah lah mungkin perasaan aku aja? tapi kenapa kaya dekat ya?" gumam pria itu dengan senyum merekkah.
"woe bro lu pandangin apa sih serius amat?" tegur salah satu kawan dari pemuda itu.
"enggak kok bukan siapa-siapa kok?" sangkal nya.
"yaudah may kalau begitu ayo pulang biar awal kita nongkorong brow?" ujar pria yang bernama zidan kawan pemuda yang di gelar may itu.
interaksi kedua pemuda itu tidak luput dari pandangan marni , seketika tadi marni sempat memalingkan wajah nya karna tertangkap basah memandang pemuda itu .sempat ada perasaan was di hati ketika tertangkap basah ,takut pemuda asing itu menyampiri nya dan menanyakan nya namun lama di tunggu tiada siapa yang mendekat jadi marni memutus kan untuk kembali melihat nya namun dengan sedikit berhati-hati takut akan ketaun lagi. hingga mereka memutus kan untuk meninggal kan tempat tersebut.
"ternyata dia lucu juga ya, senyum nya juga manis banget?" ucap marni tanpa sedar bahkan dia sendri tidak menyadri jika sahrul memerhatikan gelagat aneh nya.
"kamu kenapa sih mar, aku perhatikan jadi aneh gitu ya ? perasaan tadi ok - ok aja deh aku tinggal sekarang kok jadi senyum -senyum sendiri kesembet ya kamu?"
ujar sahrul kemudian menyodor kan sebuah ais criam megnum berperisa vanila di balut coklat dan di taburi kacang elmond di atas nya .
"iiih kamu ini kagetin aja deh?" lagian kamu lama banget sih syukur-syukur aku enggak di culik pas kamu datang tadi kalau enggak, bisa gawat hahhaha..?"
jawab ku dengan lelucuan.
"lepas kita mau kemana lagi rul?"
"ayo kita kebawa taman ada yang ingin aku ceritain ke kamu?" jawab sahrul kemudian memeluk rince jalan mendahului ku.
marni hanya patuh dan mengikuti langkah sahrul seperti se ekor anak aitik mengikuti kemana pun ibu nya berjalan.
"kita rebahan di sini aja sampil menunggu senja yang tak lama lagi mau ya?" ucap sahrul semangat. kemudian duduk diatas rumput hijau dan ditumbui bunga -bunga kecil di dalam nya.
__ADS_1
"hm aku mahu apa atuh ?" ujar ku terkik .
mengikuti sahrul dan merebah kan badan diatas rumput
"wah nyaman bangat?" ujar sahrul yang kini ikut rebahan di samping ku dengan merentangkan kedua tangan nya dengan sebelah tangan yang masih menggenggam ais criam yang belum sempat di buka .
memejam kan mata sambil menikmati angin senja yang bersepoi - sepoi meniup bayu.
sedang kan marni kini mensejajar kan tubuh nya dan bertiarap dengan kaki sebelah di angkat mengikuti keselesaan nya sambil menikmati ais criam pemberian sahrul tadi.
"kata nya mau cerita ?ayo cepatan keburu senja menghilang?" desak marni dengan kepo nya.
sahrul masih diam dengan sesaat, masih ingin memejam kan mata dan memikir kan ingin memulai dari mana dan akhir nya.
"aku ingin mau nikah?" ucap sahrul dengan tenang namun masih memejam kan mata.
sedang kan marni belum merespon apa -apa bahkan marni menghentikan acara makan nya kemudian dengan diam menatap ke arah sahrul.
sedang kan sahrul langsung membuka mata nya ketika menyadari marni tidak memberi tanggapan apa pun atas ucapan nya barusan.
seketika tatapan mereka mertemu, dan salaing diam dengan posisi yang sangat dekat.
akhir nya sahrul kembali bersuara.
"menurut kamu winda gimana?" ujar sahrul minta pendapat. kemudian memaling kan wajah nya dan kembali menatap langit sejenak kemudian memejam kan kembali mata nya.
"menurut aku sih winda orang nya baik , dia juga sopan dan juga penyabar?" jawab marni jujur kemudian melanjut kan kembali acara makan nya.
"awal mulah hubungan ku dengan windah terjadi karena perjodohan.?" lagi sahrul bersuara dengan tenang .namun membuat aku seketika kaget dan memandang nya lama. namun sahrul masih dengan pandangan menujuh ke arah laut.
"aku winda rangga dan juga syasa bersahabat dari sekolah dasar bahkan hingga ke jaman putih abu-abu."
terang sahrul masih betah melihat deruan ombak di pesesir pantai. namun seketika aku di buat bugung dengan sosok yang bernama syasa itu,soal nya yang sering aku dengar hanya ada rangga dan juga winda.
"syasa ? siapa dia kaya nya enggak perna dengar ya nama itu.
namun bukan nya menjawab pertanyaan ku sahrul malah kembali bercerita dan tenggelam dalam dilema.
"pada jaman putih abu -abu kami berempat tidak pernah berpisah orang tua kami rekan bisnis bahkan kawan lama sehingga kami selalu bersama bahkan kemana pun "
****
flash back.
"syasah pulang sekolah nanti kita barengan ya soal nya rangga juga winda ada urusan kata nya ,mau ya?" ujar sahrul mendekat ke arah syasa.
" emmm....boleh lah, lagian kita juga sudah lama banget enggak pulang bareng.?" jawab winda dengan senyum manis .sedang kan sahrul sudah terlompat kegirangan.
"sebelum aku antar kamu pulang kita ke suatu tempat dulu ya aku mau nunjukin kamu satu tempat ini indah banget pokok nya kamu nanti enggak bakalan mau pulang pokok nya?" lagi sahrul bicara dengan antusias.
__ADS_1
"emang nya kita kemana rul" tanya syasah namun sahrul enggak menjawab .tnamun dengan tiba -tiba mengajak syasa ke parkiran dan kemudian menyerah kan helm ke syasa lalu menacap gas meninggal kan perkarangan sekolah.
butuh waktu satu jam lima belas menit sampai ketempat tujuan dan di sini lah mereka di jempatan korea tempat diama para muda mudi menghabisakan sore bersama ,dan di sini lah tempat dimana sahrul dan syasa sah berpacaran .
"sya sebenar nya gue sengaja ngajakin kamu ke sini soal nya, gue mau ngomong sesuatu ama loh."
...sahrul terlihat gugup menutur kan kata-kata....
akhir nya dengan berani entah dorongan dari mana sahrul menggenggam tangan syasa lalu mengucap kan. "sya sebenar nya gue uda lamah banget suka sama kamu bukan sebagai sahabat namun sebagai wanita ?" ungkap sahrul tenang.
namun syasa hanya diam dan menggigit bibir bawah nya hinggah beberapa saat sampai ankhir nya ia mengngangguk kan kepala tanda ia setujuh.
"benaran sya ?kamu enggak bohongi aku kan ?" ucap sahrul memastikan namun syasa kembali mengangguk kan kepala dan berkata.
"sebenar nya aku juga sudah lama suka sama kamu namun aku takut kamu menolak nya dan memutus kan persahabatan kita ?" ujar syasa tulus kemudian dengan senyum mereka menyusuri setiap tempat bahkan taman dan juga toko ais criam yang terletak tidak jauh dari lokasi mandian.
****
hari terus berjalan bahkan hingga kelas 12 hubungan syasa dan juga sahrul masih sama tiada halangan bahkan semua kawan -kawan di sekolah pun mengetahui nya begitu juga dengan rangga dan juga winda namun berbeda dengan winda yang menelan rasa kecewa pasal nya dia juga menyukai sahrul secara diam-diam hanya kedua orang tua nya dan juga rangga selain dari pada itu seseorang tidak mengetahui nya.
namun rangga hanya diam dan mendukung soal nya rangga juga sebenar nya menyukai winda kala itu namun ia urung kan niat nya untuk meluah kan persaan nya di kala ia melihat betapa besar nya cinta winda kepada sahrul namun ia hanya diam dan melindungi winda juga menghibur nya agar sakit hati yang di rasakan winda tidak terlalu kentara.
sampai akhir nya di suatu masa syasa mendengar sendiri ucapan winda yang menyukai sahrul secara diam -diam bahkan rangga juga mengetahui nya merasa seperti menikung kawan sendiri .mengingat disetiap kemesraan yang di papar kan oleh nya dan juga sahrul selama ini ternyata menyakitkan kan hati winda yang kala itu memilih sakit kanker dara pada masa itu membuat ia merasa bersalah dan berlari keluar dari ruangan nya dan berlari mengiringi jalan raya tanpa di sadar swbua trela pertamina yang hilang kawalan dengan tiba -tiba meragut paksa nyawa nya.
brak......" benturan yang sangat keras menghantam wanita itu hingga ke ujung jalan .sedang kan rangga dan juga winda yang menyaksikan kejadian yang tak jauh dari lokasi langsung berlari dan memeluk sahabat nya yang sudah pun berlumuran dara .dan masa itu juga sahrul yang kaget dengan bunyi bising dari arang luar kawasan sekolah pun memutus kan untuk melihat nya dan betapa kaget ia saat melihat kekasih hati nya tergeltak tidak bernyawa bahkan baju rangga dan juga winda tidak sedikit pun berwarna putih melainkan darah yang melekat di tubuh mereka.
tidak butuh lama sahrul yang tidak berdaya dan lemah hanya menangis haru atas kejadian ini.
bahkan banyak sisw dan siswi yang melihat nya pun ikut menitih kan air mata tak luput juga dari pandangan guru-guru .
pada saat itulah persahabatan mereka pun menjadi renggang akibat ceriata kematian syasa yang tidak sengaja mendengar cerita rangga dan juga winda sudah tersebar luas dan sampai ke pada telinga sahrul pada saat itulah sahrul merasa di hianati oleh winda dan juga rangga .bahkan dia sengaja menjauh dan pindah sekolah hingga akhir nya meraka tamat sekolah namun perjanjian persahabatan keluarga membuat ia kembali berhubungan sama winda akibat perjodohan nya namun sahrul masih mengingat setiap jangkal cerita masalalu bahkan sepupuh nya juga menyukai winda .
****flash of"
"jadi ,rangga menyukai winda ? jadi bagai mana dengan sekarang apa rangga masih mempunyai rasa itu?" gumam ku lemah bahkan cerita nya sangat terasa ada rasa sedih dan kesal namun semua itu tergantung sama yang di atas .kita hanya mampu merancang namun tuhan menentukan bukan? ajal jodoh dan juga maut semua nya ada di di tangan yang mahal kuasa kita hanya menjalan kan nya tanpa harus protes dan mengeluh karna semua yang terjadi pasti ada hikmah di balik semua itu.
"aku tidak pasti sama ada dia masih mempunyai rasa itu atau tidak aku tidak ingin kamu merasa sakit ?" ujar sahrul tulus.
"terimahkasih atas semua nya?" ujar ku tulus dengan senyum yang mereka .
"jadi aku wanita kedua yang pernah kamu bawa ke sini?" tanya ku antusias.
sahrul hanya mengangguk kan kepala dan menatatap ku. "aku harap rangga tulus mencintai mu?" lagi ucap rangga yang masih betta menatap ku.
"jadi kapan ?apa masih lama?" tanya ku lagi.
"nanti perjumpaan keluarga lagi baru menentukan kapan ?" jawab rangga tenang.
apa kamu akan berhenti kerja jika menika sudah menika?" tanya ku dengan suara lirih. belum saat nya kamu tau tentang ku ,akan ada masa untuk kita bercerita lebih panjang lagi .namun untuk saat nin jalani aja apa yang ada di depan mata dan tidak perlu .memikir kan yang terjadi nanti .biar tuhan dengan takdir nya yang menentukan baik buruk nya hari esok ."ujar sahrul tenang dan sangat tulus terlihat dari pandangan nya.
__ADS_1
"
"