memilih mu

memilih mu
bab 21 hujan


__ADS_3

setelah kejadian beberapa bulan yang lalu di perumahan sahrul kini semua nya terasa semakin jauh marni yang melakukan pekerjaan nya seperti biasa dan jangan lupa hubungan sahrul dan juga winda semakin banyak kemajuan pasal nya sahrul dan winda memutus kan untuk mengenali satu sama lain nya dari awal sementara sang momy yang masih berada di luar negara . mereka merasa di masa yang singakat menurut kedua pasangan itu harus belajar saling melengkapi satu sama lain .


denagn dini hari hari minggu yang menyakit kan bagi marni, kenapa tidak marni yang mempunyai pacar seolah ia tidak memiliki nya pasal kejadian itu rangga terlihat sangat lain terkadang ia menghubungi marni hanya sekali dalam sehari bahkan tiada sama sekali .


"ga ,kamu kemana sih ? kok enggak perna nemuin aku ?"


"apa betul rasa itu masih setia terhadap dia? aku butuh kepastian ga?" ucap marni pelan kini ia memilih untuk lari pagi soal nya di kala ahad kaya gini kafe tidak buka jadi nya dia memutus kan untuk joging agar otak nya yang suntuk mengingat keksaih hati nya itu dapat teralih kan dengan pemandangan luar.


pelan air mata mulai mengeluar kan diri dari tampungan nya.


"aku kangen ga hiks...., kamu tega banget ga, ngegantung persaan aku kaya gini?" ujar nya lagi dan lagi air mata tidak dapat di bendung lagi.


sedangkan seorang pemuda yang berada tidak jauh dari tempat tersebut merasa sakit melihat wanita yang sering di intai nya secara diam - diam menangis seperti itu.


"apa aku samperin aja ya ?gadis kecil itu ?" gumam lirih pemudah itu.


"woe may di cari juga di sana kok malah kesini ,ngapain? ayo ngumpul kita brow?" ujar salah satu sahabat dari pemuda itu.


iya lelaki yang melihat marni dari kejauan adalah rahim yang di gelar may oleh kumpulan anak barandalan yang ada di sebuah kampung kecil berhampiran .


setelah kejadian malam di mana ia di tolong oleh marni yang kebetulan berada di sebuah pesta kesyukuran itu membuat rahim terbebas dari arah lawan nya soal nya rahim dengan sigap menarik marni hingga diri nya di tutupi oleh tubuh gadis kecil yang sering di ingat nya bahkan pertemuan kedua mereka yang secara tidak sengaja di jembatan korea dengan saling menatap satu sama lain akhir nya rahim mengingat nya bahwa wanita itu adalah gadis kecil yang menolong nya pada malam itu.


"aku kaya perna melihat cewe itu tapi diamana ya?" terka lelaki yang di panggil zidan itu melihat kearah marni namun sesaat kemudian .


"oh..., iya di jembatan korea apa kamu lupa?"


ujar zidan mengingat nya.


"aku perhatiin dari jembatan korea kamu juga diam - diam melihat nya apa kamu menyukai nya brow hihi?"


ujar zidan tergelak bagaimana tidak seorang abdul rahim yang yang di gelar anak berandalan dan penganguran bahkan sangat anti yang nama cinta kini mengagumi seorang wanita yang tidak dikenali nya bukan kah itu satu perubahan yang bagus .


"apa lo ,menyukai nya ? kita -kita bisa di andal kan haah..?" ujar zidan mengulangi ucapan nya lalu menunjuk ke arah sahabat -sahabat mereka yang lain.

__ADS_1


"apaan sih lu ,minggir gue mau lewat !" ujar rahim menyembunyikan kegugupan nya.


walaupun berandalan dan pengaguran rahim adalah tipe pria yang sangat menghormati kaum wanita apa lagi yang sudah ia kenal.


sedang kan di tempat yang sama juga marni masih beta dengan posisi nya dan menangis akan gantung nya kisah cinta nya.


perlahan ia menghapus susah air mata nya kemudian sedikit mengukir senyum di bibir nya ,senyum yang sangat manis. namun masih enggak untuk meninggalkan tempat itu.


" sensi amat, lagi datang tamu bulan kah ?" canda zidan yang belum puas mengoda sahabat nya.


namun rahim tidak merespon dan terlalu begitu saja.


"gue rasa ada yang tidak beres di sini saat melihat nya terluka seperti itu?" ucap rahim yang merasa aneh akan perasaan yang melihat marni terluka lalu pelahn ia menyentuh dada nya.


"huh...,capek banget mendingan aku mandi dulu biar segar badan nya ,apalagi baru habis lari gini badan ku rasa nya lengket bangat sudah gitu bau keringatan lagi?" ucap marni sambil melangkah menuju kamar mandi yang ada di kamar nya.


"huf... uda jam segini aja ?apa aku keluar sekarang aja ya beli makan nya?"


"rul terkadang ada masa untuk aku merindukan mu di saat -saat seperti ini ?" gumam marni lirih dan berjalan dengan pelan.


" aku tau ga, pasti ada sesuatu yang kamu rencanakan di sebalik semua yang kamu lakukan terhadap aku, aku akan mencoba bersabar hingga waktu itu tiba?"


ujar marni bimbang akan hubungan nya dengan rangga yang tiada kabar berita untuk beberapa hari ini.


"sedang kan di lain tempat dimana rangga yang sedang bingung akan berita yang sudah tersebar luas akan pernikahan sahrul dan juga winda,wanita yang kini ia perjuang kan walau pun satu sisi dia juga memiliki pacar.


"aku enggak tau kenapa dengan perasaan ku yang selalu mengutamakan winda di bandingkan marni ,biar lah orang -orang mengatakan bahwa aku egois ingin memiliki kedua nya? aku juga tidak dapat membuhongi perasaan ku bahwa marni juga sudah berhasil mencuri hati ku.?" ujar rangga yang menyadari akan perasaan nya terhadap marni dan juga winda.


"aku masih tidak yakin akan sahrul yang ingin menikahi mu karna cinta win?" ujar rangga yang melihat foto winda yang terletak di bawa bantal di dalam kamar tidur nya.


kembali ke marni yang tengah bersiap untuk memesan makanan yang terdapat di gerai yang ada di depan nya ini . "mendingan di sini aja deh aku makan dari pada di bawa pulang kan ribet?" ujar marni melangkah masuk ke dalam gerai -gerai kecil yang berada di siring jalan itu.


"pak pesan ayam geprek sama nasi satu minum nya teh ais limau satu ya bang?" ucap marni bada abang penjual di gerai tersebut.

__ADS_1


setelah menunggu makanan siap dalam lima minit kini marni makan dalam diam dengan menghadap makanan dan menikmati rezeki yang ada di depan nya .


"hm....coba kalau ada si dongki itu kaya ,makan ni malam bakalan bertambah nikamt deh ?" ujar marni yang masih sedia mengunya makanan nya.


namun tanpa dunia sedar oleh nya ,sepasang mata yang tidak jauh dari meja marni menatap nya dengan senyum yang mengembang.


"kaya nya gue benar -benar jatuh hati sama dia ? apa ini yang di nama kan cinta ? jika bertemu dengan nya apa lagi menatap mata nya hati ini kaya nya mau terkeluar aja deh dari tempat nya?" ujar pria yang menatap marni dengan tatapan kagum.


sedang kan di meja pojok marni yang tidak mengetahui tatapan lelaki itu ,asik dengan menikmati air teh yang di pesan nya tadi.


"pak berapa semua nya pak tanya marni ke bapak pemilik gerai tersebut.


"semua nya rm. 7 .00 semula nya mbak?"


jawab bapak gerai itu dengan senyum.


setelah membanyar dan mengucapkan kan terimakasih marni langsung melangkah menuju pintu utama. setelah benar -benar berda di luar marni kembali di kejut kan dengan awan yang tiba - tiba mendung pertanda panggilan alam akan menghadap bumi dengan rejeki allah menurun kan hujan dari langit.


"yah.....hujan lagi ? mana aku aku enggak bawa payung lagi ,apa aku tunggu di sana aja ya mana tau ada taxi yang lewat." ujar marni menunjuk ke arah ruko kecil yang berada di sebelah jalan.


sedang kan di dalam gerai seorang pria yang menyadari kepergian marni dengan cepat ia mebayar makanan nya dan berlari keluar dengan nafas yang terenggal - enggal .


namun sesaat mata nya menakap pemandangan sangat langkah yang belum pernah ia lihat sebelum nya.


"hem...cantik?" ujar rahim dengan senyum semanis mungkin.


iya pria itu adalah rahim ,pria yang mengagumi marni secara diam -diam kebelakangan ini.


"kaya nya hujan nya makin deras aja deh?" gumam marni memeluk tubuh nya karena cuaca dingin yang di sebab kan hujan dengan tiba -tiba.


"ini kesempatan gue biar lebih dekat dengan nya ?" gumam rahim masih dengan senyum nya menatap ke arah dimana marni sedang berteduh.


sedang kan marni yang kaget di sebab kan semua motor yang berhenti dengan tiba- tiba tepat di depan nya hanya memandang dengan sedikit takut ke arah pria yang mengenakan helem full terletak di kepala nya.

__ADS_1


__ADS_2