
Untung Kenzo bawa mobil hari ini ke sekolah jadi ia membawa kotak p3k yang selalu berada dimobilnya.
"sini Ca gue obatin" ucap Kenzo.
"eh ga papa Ken gue bisa sendiri"
"udah siniin kaki lo" paksa Kenzo dan langsung mengobati kaki Bianca.
"eh makasi ya Ken"
"ya sama sama, ini tugas gue lah sebagai calon suami lo" celetuk Kenzo.
"udah deh cepet anter gue pulang, malah bercanda lagi"
"dihh gue serius kali Ca, emangnya lo gak mau jadi istri gue" goda Kenzo.
"gak! udah ih Ken cepetan dah" ucap Caca yang mulai jengah dengan Kenzo.
Kenzo yang mendengarnya hanya Tersenyum hambar, belum apa apa ia sudah ditolak oleh Bianca.
Sesampainya di rumah Bianca, Kenzo langsung pamit pulang.
Bianca sekarang berada di kamarnya karena kakinya masih sakit. Ia memikirkan perkataan Kenzo tadi. Ia juga tidak tahu perasaannya sekarang pada Kenzo, apakah ia sayang sebagai sahabat atau ia sayang pada Kenzo karena Cinta.
Sungguh sakit kepala Bianca memikirkannya.
"duhh ngapain juga mikirin yang gak penting mendingan gue tidur deh" gumam Bianca langsung menarik selimutnya dan segera menuju alam mimpi.
Sementara di Mansion Varel.
"ngapa dah tu mukak kamu Ken kusut amat kayak kain setrikaan" ucap Varel yang baru datang dari kantor tak sengaja melihat putranya duduk sendiri di ruang tamu.
"pah" ucap Kenzo.
"apa? papa gak mau"
"Ck papa belum juga Ken ngomong udah nolak aja, emang papa tau Ken bakal ngomong apaan?"
__ADS_1
"pasti kamu mau mintak sesuatu kan?"
"ck gak, pa papa pernah gak kalok belum nyatain perasaan papa sama mama dulu ditolak duluan sama mama?"
"enggak tuh dulu itu papa sama mama setiap ketemu pasti berantem dan adu mulut mulu, kita gak pernah akur, tapi lama kelamaan papa cinta sama mama kamu, yaudah papa nyatain aja perasaan papa sama mama" ucap Varel mengingat kisah cintanya dulu bersama Tania.
"eh kamu ngapain nanya kayak gitu? ditolak sama Caca?" tanya Varel.
"belum juga Ken nyatain perasaan Ken, udah ditolak baru juga mau dijadiin calon istri" celetuk Ken.
"kejar terus dong, jangan nyerah" ucap Varel menyemangati Kenzo.
"pasti pa, apa yang seharusnya milik Kenzo ya bakal balik ke Ken" ucap Kenzo Pd.
"bagus keturunan Varel harus Pd" ucap Varel menepuk bahu Kenzo.
"papah!" teriak Viona turun dari tangga.
"toa banget anak gue dah" gumam Varel.
"kenapa sayang?" tanya Varel.
"mamah kenapa?" tanya Varel khawatir.
"mamah gak keluar keluar dari kamar mandi pah, padahal udah lama disana, Vio tadi nungguin mama dikamarnya lama banget mandinya Vio takut mama kenapa napa pah cepet samperin" cerocos Viona.
Varel dan Kenzo yang mendengarnya langsung berlari ke kamar Tania.
"sayang bukak yang" teriak Varel mengetok ngetok pintu kamar mandi.
"dobrak aja pah" ucap Kenzo.
Varel dan Kenzo pun mendobrak pintu kamar mandi dan akhirnya pintu tersebut berhasil di bukak.
Varel langsung masuk ke kamar mandi ia melihat istrinya berendam di bathtube dengan mata terpejam dan telinganya memakai headseat.
"yang" ucap Varel melepas headseat yang dipakai Tania.
__ADS_1
Tania yang baru sadar dari tidurnya pun terkejut melihat suami dan anak anaknya berada di kamar mandi.
"loh kalian ngapain disini?" tanya Tania polos.
"mah, mama tu udah bikin kita jantungan" celetuk Kenzo.
"emang kenapa mama kan lagi mandi"
"mama sih lama dikamar mandi kan Vio jadi takut Papa juga tadi udah gedor gedor pintu mama gak denger denger kan kita khawatir" ucap Vio.
"mama tadi ketiduran dan juga mama lagi dengerin musik tadi jadi gak denger apa apa" ucap Tania.
"yauah keluar dulu sana mama mau lanjut mandi" lanjut Tania.
Kenzo dan Viona pun keluar dari kamar mandi kecuali Varel yang masih disana.
"lo papa kok masih disini sana keluar mama mau mandi lagi" ucap Tania yang melihat Varel masih berada disana.
Varel tidak bersuara ia berjalan menuju pintu dan mengunci pintu lalu melepas semua pakaiannya dan ikut masuk ke dalam bathtube.
"loh papa ngapain ikut masuk kesini?" tanya Tania heran.
Varel pun langsung memeluk Tania dari belakang ia menaruh kepalanya di tengkuk Tania.
"mama udah bikin papa jantungan ma, papa kira tadi mama kenapa napa" ucap Varel lirih.
Tania pun merasa bersalah terhadap suaminya itu ia pun berbalik dan menghadap Varel.
"maafin mama ya pa udah bikin papa khawatir"
"iya jangan diulangi lagi ya papa takut kehilangan mama"
"iya pa janji" ucap Tania tersenyum.
Dan jadilah mereka menghabiskan waktu dikamar mandi.
Hallo semua jangan lupa di like sama di koment ya, jangan lupa di vote sebelum baca dan kasih bintang lima ya, maaf kalau masih banyak typo nya, happy reading ya:)
__ADS_1
~TBC~