
Hari ini adalah hari ulang tahun Tania. Kenzo sengaja membuat party kecil kecilan di rumahnya, karena sang mama menolak untuk diadakan pesta yang meriah.
Sahabat Tania dan Varel juga sahabat Kenzo sekarang sudah berada di rumah Varel, karena malam ini mereka akan bersenang senang di hari ulang tahun Tania. Meskipun Tania sudah berumur tapi tetap saja ia masih tampak muda begitupun para sahabatnya.
Mereka semua berkumpul di halaman belakang rumah Varel karena mereka akan memanggang barbeque.
"mana nih yang ulang tahun kok gak ada" celetuk Cintia yang melihat Tania belum ikut berkumpul.
"masih dandan kali" ucap Bela.
"oh ya anak anak juga mana nih, kok kita aja yang disini" celetuk Citra.
"nanti juga mereka kesini" ucap Risky.
"eh Var bini lo mana dah, dia yang ultah, dia yang ilang" celetuk Candra.
"apaan lo, gue gak ilang kali" celetuk Tania yang tiba tiba datang membawa beberapa camilan yang dibantu oleh Vita dan Dela yang juga sudah berada disana.
"buset, nyamber aja lo kaget gue" celetuk Reza.
"Kenzo sama Vio mana mah?" tanya Varel.
"gak tau pada kemana sih mereka, gak ada di rumah" ucap Tania.
"loh Vita sama Dela udah disini terus Caca kemana?" tanya Bela.
"Kayaknya Kenzo lagi jemput deh Tan" ucap Vita.
"Kevin mana Ca, Delon juga mana kok Dela aja yang dateng" tanya Cintia.
"Delon bentar lagi dateng Tan" ucap Dela.
"iya Tan paling Kevin bentar lagi juga dateng.
Tak lama kemudian Kenzo dan Bianca pun datang.
"ini nih dua sejoli yang dicariin dari tadi" celetuk Candra.
"hehe Ken jemput Caca tadi" ucap Kenzo cengengsan.
"oh ya Tante Tania happy birth day ya" ucap Bianca cepika cepiki dengan Tania.
"makasih ya sayang" ucap Tania.
"Kevin sama Delon mana Ken?" tanya Reza.
__ADS_1
"Kenzo gak tahu om" jawab Kenzo.
"tu bocah berdua nyangkut dimana dah" celetuk Candra.
"nah lo jangan jangan--" ucap Varel terpotong.
"jangan jangan apa Om?" tanya Vita.
"jangan jangan" ucap Varel lagi.
"jangan jangan apa sih Var, jangan jangan mulu lo dari tadi bilang dong gue kepo nih" ucap Risky yang geram dengan Varel.
"jangan jangan tu bocah berdua molor lagi dirumah" ucap Varel yang membuat semua orang menatapnya malas.
"ya gak mungkin lah orang Kevin udah duluan kesini sama Karina" jelas Cintia.
"terus Karina mana? Viona juga gak ada disini" celetuk Bela.
"udah napa kok jadinya kayak nyari orang ilang sih, nanti juga mereka dateng" celetuk Citra.
"iya ya, yaudah let's party" teriak Bela.
Vita dan Dela juga bingung mengapa Kevin dan Delon belum juga datang, padahal Cintia bilang Kevin sudah duluan kesini bersama Karina.
"oh ya ma, Ken ada sesuatu buat mamah" ucap Kenzo memberikan sebuah kotak yang tidak terlalu besar itu pada Tania.
"bukak aja mah"
Tania pun membuka perlahan kotak yang diberikan oleh Kenzo.
Dan betapa terkejutnya Tania mendapat kalung berlian yang sangat cantik itu.
"ini bagus banget Ken, makasih ya" ucap Tania bahagia.
"iya sama sama"
"oh ya kamu dapet di mana kalung ini bagus banget" ucap Tania.
"itu Quuen Bi yang desain mah" ucap Kenzo.
"Queen Bi desainer terkenal itu Ken" celetuk Bela tiba tiba.
"iya Tan"
__ADS_1
"wah beruntung banget lo Tan, Queen Bi yang desainin langsung" ucap Cintia.
"iya nih gue jadi pengen ketemu sama dia" ucap Tania.
"mamah udah ketemu kok sama dia" ucap Kenzo.
"maksud kamu?" tanya Tania bingung.
"ya karena Queen Bi sekarang ada disamping aku" ucap Kenzo menatap Bianca.
"maksud kamu Queen Bi itu Caca?" tanya Citra terkejut begitu juga yang lainnya.
Kenzo pun mengangguk, dan Bianca pun menjelaskan semuanya pada mereka yang terlihat bingung.
Risky dan Bela tentu saja bangga mendengar anaknya yang sudah menjadi desainer terkenal itu.
"wah jadi nanti calon menantu Tante desainer terkenal dong" celetuk Tania.
Bianca hanya tersenyum kikuk.
"mmm Ken mau tunjukin sesutu nih sama kalian" ucap Kenzo.
"apa Ken?" tanya Varel.
"udah kalian semua ikut aja" ucap Kenzo.
Kenzo pun mengajak mereka semua ke taman depan rumah Varel.
"loh kok disini gelap sih" celetuk Vita.
"iya kok gelap" lanjut Dela.
"wah jangan jangan Varel telat bayar listrik lagi" celetuk Reza.
"enak aja lo, gue gak pernah nunggak bayar listrik ya" ucap Varel tidak terima.
"yang kok gelap sih disini" ucap Bianca menggandeng lengan Kenzo.
Kenzo tiba tiba berlutut di depan Bianca.
"yang kamu ngapain?" tanya Bianca bingung yang melihat Kenzo berlutut.
Tiba tiba lampu satu persatu menyala, dan warna warni menerpa taman tersebut. Hiasan bunga yang menjadi pelengkap disana sangat indah. Taman itu bagaikan disulap karena begitu indah.
(lebay dikit ga papa bwhehehe)
__ADS_1
"Ken ini--
TBC