Menaklukan Hati Si Gadis Bar-bar

Menaklukan Hati Si Gadis Bar-bar
Thirty Six


__ADS_3

Kenzo dan Rama sekarang sudah berada di Queen Design.


"selamat datang pak, ada yang bisa saya bantu?" ucap Resepsionis itu.


"ya saya kesini mau ketemu Queen Bi ada?" tanya Kenzo.


"bapak siapa ya?" tanya Resepsionis itu lagi


"saya Kenzo Sanjaya"


Resepsionis yang mendengar nama Sanjaya itu disebutkan oleh Kenzo pun terkejut, karena dia bisa melihat langsung CEO V Companny yang tampan itu.


"maaf pak tapi Quen Bi, tidak ada disini beliau masih di luar negeri" ucap Resepsionis yang memang tidak tahu Queen Bi itu siapa.


Kenzo pun menatap Rama meminta penjelasan karena Rama bilang bahwa Queen Bi sudah datang dari luar negeri.


"informasi yang saya dengar tidak mungkin salah pah, coba kita tanya pada Ceo perusahaan ini langsung" jelas Rama.


"oke kalok gitu saya mau ketemu Ceo perusahaan ini" ucap Kenzo.


"kalau begitu mari pak saya antar"


Sampai di ruangan CEO Di situ sudah ada Rani. Mengapa tidak Bianca? ya karena Bianca sekarang berada di kamar pribadinya yang ada diruangannya.


"permisi buk ada yang ingin bertemu dengan Anda"


"oh ya baiklah" ucap Rani.


"Perkenalkan saya Rania,ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Rani pada Kenzo.


"Saya Kenzo Putra Sanjaya, ya saya ingin memesan sebuah kalung yang mewah tapi saya mau Queen Bi yang mendesainnya langsung"


"tapi pak Queen Bi sedang tidak ada disini pak, beliau masih di luar negeri" ucap Rani hati hati karena yang dia ajak bicara adalah CEO V Company yang bermarga Sanjaya itu.


"saya tidak mau tahu bagaimana pun caranya, harus dia yang mendesain kalung itu" kekeh Kenzo.


Bianca yang mendengar ada keributan pun hendak keluar, tapi ia urungkan saat mendengar suara Kenzo disana. Bianca pun mengintip dan benar saja memang Kenzo sekarang ada di Kantornya.


"tapi pak--"


"tidak ada tapi tapian atau saya buat bangkrut perusahaan kamu" ucap Kenzo.


"jangan!" ucap Bianca tiba tiba keluar.


"Caca?" ucap Kenzo.

__ADS_1


"Queen ini ada--" lagi lagi ucapan Rania terpotong.


"keluar sebentar Ran" titah Bianca.


"Baik Queen" ucap Rani keluar dan Rama yang sedari tadi diam juga ikut keluar.


"jadi kamu?"


"iya aku Queen Bi" ucap Bianca.


"kenapa? kamu mau hancurin perusahaan aku?" tanya Bianca.


"jadi kamu yang punya perusahaan ini Ca?"


"iya" jawab Bianca ketus.


"jadi kamu Queen Bi desainer perhiasan yang terkenal itu?"


"hmmm"


Greeep


Kenzo langsung memeluk Bianca.


"lepas Ken"


"gak mau" kekeh Kenzo.


"Kenzo lepas gak?"


"gak mau Caca sayang"


"terus kamu maunya apa?"


"balikan sama aku"


"gak!"


"tapi kenapa?"


"ya..ya gitu"


"kamu masih belum bisa maafin aku sama kejadian waktu itu ya, jujur Ca itu semua salah paham, aku dijebak Ca. Kalok kamu gak percaya tanya sama mama papa kamu, bila perlu tanya juga sama mama papa aku"


"aku tau Ken"

__ADS_1


"terus kenapa kamu gak mau lagi sama aku? aku masih sayang sama kamu Ca"


"aku gak tahu Ken, aku masih ragu"


"oke kalok kamu masih ragu sama aku, aku bakal buktiin sama kamu, kalok aku masih sayang sama kamu" ucap Kenzo percaya diri.


"terserah! kamu kesini mau aku desain kalung buat Tante Tania Kan? oke aku buatin sekarang kamu boleh keluar dari kantor aku"


Kenzo pun langsung mengangguk dan dia mengecup pipi Bianca kilat dan langsung keluar dari ruangan Bianca.


Bianca pun mematung dibuatnya.


***********


Setelah kejadian di kantor Bianca waktu itu, Kenzo sudah 1 minggu ini terus berkunjung ke kantor Bianca. Dan ya, Bianca sudah mengumumkan bahwa dirinyalah yang mempunyai, perusahaan itu pada karyawannya. Tapi cuma karyawannya dan Kenzo saja yang tahu.


Sebenarnya Bianca juga senang karena setiap hari bertemu dengan Kenzo, tapi dia Kesal juga dengan Kenzo karena kadang dia mengganggu pekerjaan Bianca.


"Ca makan siang bareng yuk" ucap Kenzo saat sudah sampai di ruangan Bianca.


"gak bisa aku sibuk"


"ayo lah Ca, kamu tega banget sama aku" ucap Kenzo memasang wajah sedihnya.


"yaudah deh iya" pasrah Bianca.


Kenzo pun mengajak Bianca makan diasalah Satu Restaurant mewah.


Sampai mereka disana, ternyata Kenzo sudah memesan makanannya terlebih dahulu.


Saat tengah menyantap makanan, seorang pelayan membawa sebuah bucket bunga, dan diberikan pada Kenzo.


"Ca ini buat kamu" ucap Kenzo


Bianca pun mengerutkan dahinya tetapi dia menerimanya.


"ini maksudnya apa?" tanya Bianca.


Kenzo pun langsung menggenggam kedua tangan Bianca.


"Ca aku itu sayang sama kamu, aku gak bisa jauh dari kamu, selama ini aku udah buktiin sama kamu, kalok aku bener bener sayang sama kamu, jadi kamu mau ya balikan lagi sama aku kayak dulu lagi" ucap Kenzo lantang.


"aku--"


Tbc:)

__ADS_1


__ADS_2