Menaklukan Hati Si Gadis Bar-bar

Menaklukan Hati Si Gadis Bar-bar
Seven


__ADS_3

"loh kok ada Kenzo?" celetuk Bianca yang melihat Kenzo Cs masuk ke kelas barunya.


"ya lah kan dia kelas IPS 2 juga Ca" ucap Vita.


"yah sekelas sama trio sedeng lagi" ucap Caca.


"ehh Caca kok ada di kelas gue? kangen ya lo sama gue sampek nyamperin gue ke kelas?" cerocos Kenzo yang melihat Caca ada di kelasnya.


"kita pindah kelas" ucap Dela.


"seriusan bebeb Dela pindah disini?" tanya Delon yang memang suka pada Dela.


"bebeb pala lo" ucap Dela yang sebenarnya malu.


"iya kita pindah kesini gak suka aja sama kelas yang dulu" ucap Vita.


"kalok gitu gue gak usah dong apelin lo ke kelas kan kita satu kelas sekarang" ucap Kevin.


Vita yang mendengarnya hanya memutar bola matanya jengah, ia juga tidak tahu bagaimana perasaanya pada Kevin.


"woy jangan ngobrol mulu dah duduk guru mau dateng" teriak Ketua kelas yang bernama Daniel itu.


"buset Kudanil jangan teriak teriak kenapa mau gue santet lo jadi kebo" celetuk Delon.


"resek lo Balon" ledek Daniel.


"wah sini gelud sama gue"


"enggak mau ah tar lo meletus lagi kan gak asik tuh ga ada balon lagi di kelas ini" ledek Daniel


"sialan lo" kesal Delon.


Semua siswa hanya tertawa melihat mereka, dan sampai akhirnya guru yang mengajar pun tiba di kelas dan semua siswa kembali senyap.


*******

__ADS_1


Bianca Cs dan Kenzo Cs sedang makan bareng di kantin. Saat tengah asik makan tiba tiba baju Bianca disiram es jeruk oleh Sasya.


"eh maksud lo apa?" teriak Bianca.


"sukurin lo emang enak kena es jeruk, siapa suruh deket deket sama Kenzo, Kenzo itu cuma punya nya Inces Sasya seorang" ucap Sasya.


Mereka pun menjadi pusat perhatian di kantin.


"apa apaan sih lo Sya, Ca lo ga papa kan?" tanya Kenzo pada Bianca.


"ga papa pala lo, baju gue basah nih" ucap Caca.


"woy anak mak lampir, jijik gue denger kata INCES keluar dari mulut lo itu, mukak sebelas dua belas sama sarung bantal aja belagu lo, kalok mau berantem ayo gelud, jangan bisanya cuma nyiram pakek es jeruk aja lo, kalok lo gue siram pakek air comberan mau?" bentak Bianca lagi yang sudah emosi.


"tiap hari gangguin orang mulu lo anak alay" ketus Vita.


"sini gue bejek tu mulut mercon" ucap Dela yang juga emosi.


"santai dong lo jangan ngegas kalok ngomong sama Inces Sasya, kuman diem aja deh" ucap Sania yang membela Sasya gengs nya itu.


"iya bener tuh kata Sania" ucap Sinta.


"ehh kambing yang kuman itu lo, sukanya nempel mulu sama Kenzo gak malu lo udah ditolak juga masih ngemis ngemis cinta" ucap Kevin yang juga ikut bicara.


"pergi gak lo, gue gak suka liat mukak lo" bentak Kenzo pada Sasya.


"ihh Kenzo kok tega bentak Sasya sih"


"diem lo kambing" ucap Delon.


Sasya yang sudah dipermalukan pun pergi begitu saja dari kantin dengan menghentak hentakan kakinya.


"buset dah tu anak mak lampir, basah kan jadinya baju gue" ucap Bianca kesal.


"udah ganti aja pakek baju olahraga lo ada kan?" tanya Kenzo.

__ADS_1


"eh iya ya, yaudah deh gue ganti baju dulu, awas aja ketemu tu mak lampir gue bales tu orang" ucap Bianca.


"tunggu bentar" ucap Vita langsung lari entah kemana.


"eh kemana tuh si Vita main ngibrit aja" ucap Dela.


Dan tak lama kemudian Vita pun datang dengan membawa ember yang berisi air kotor.


"eh Vit buat apaan tuh?" tanya Kenzo.


Vita tidak menjawabnya ia melirik Bianca dan Dela. Bianca yang mengerti maksud Vita pun tersenyum sinis begitupun juga Dela.


Kenzo Cs yang melihatnya menjadi bingung entah apa yang akan dilakukan oleh 3 gadis bar bar ini.


"lets play the game" ucap Bianca langsung pergi dari kantin dan diikuti oleh Vita dan Dela yang membawa ember.


Saat Bianca sudah mengganti bajunya dengan baju olahraga ia pun mencari cari keberadaan Sasya dan geng nya itu.


"eh tu dia mereka di lapangan" celetuk Dela.


"ngapain tu orang disana ga ada kerjaan banget" ucap Vita.


"kuy samperin" ajak Bianca.


Mereka pun menghampiri Tri S itu.


"eh Ca lo tendang ya ni ember" suruh Vita pada Bianca yang memang jago nendang wkwkwk.


"oke taruh dibawah" ucap Bianca yang mengambil ancang ancang untuk menendang.


"Ca lo beneran bisa gak?" ucap Dela.


"udah tenang aja" jawa Bianca santai.


"udah 1 2 3" ucap Vita dan Bianca langsung menendang ember itu ke arah Tri S dan ajaibnya saat ember itu melayang di udara airnya tidak tumpah dan tepat tumpah pada kepala Tri S itu.

__ADS_1


Dan--....


~TBC~


__ADS_2