Menaklukan Hati Si Gadis Bar-bar

Menaklukan Hati Si Gadis Bar-bar
Twenty Nine


__ADS_3

Tiba tiba


BRAKKK seseorang membuka pintu kamar dengan kasar.


"sayang" ucap Kenzo.


Ya yang datang adalah Bianca, ia begitu terkejut melihat pemandangan di depannya. Bagaimana tidak terkejut melihat kekasihnya dengan seorang wanita di sebuah kamar dan itu hanya berdua, dan dengan keaadaan Kenzo yang berantakan, kemeja terbuka setengah


"minggir lo sialan" bentak Kenzo mendorong Fara.


"cih drama" ucap Bianca langsung pergi meninggalkan Kenzo.


"yang tunggu yang" ucap Kenzo mengejar Bianca.


Fara pun tersenyum senang karena berhasil menjalankan misinya menjebak Kenzo.


Saat Bianca hendak masuk ke mobilnya, Kenzo lebih dulu menarik tangannya.


"yang dengerin aku dulu, itu semua gak seperti yang kamu liat aku di jebak yang" ucap Kenzo.


"Cihh dijebak katamu? udah deh Ken kalok kamu emang udah gak cinta sama aku bilang dong dari kemarin kamu udah bikin aku sakit hati tau gak!!, dan sekarang aku sadar kenapa waktu itu kamu besar besarin masalah padahal itu hal sepele cih ternyata ini alasannya"

__ADS_1


"enggak gitu yang, aku tadi meeting sama dia, aku ju--


"kita PUTUS dan kamu jangan lagi pernah muncul di depan aku, aku muak sama kamu" ucap Bianca memotong ucapan Kenzo dan langsung masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan hotel.


"araghhhh" teriak Kenzo frustasi. Ia pun pulang dengan keadaan berantakan dan badannya juga terasa panas. (Kenzo belum ngapa ngapain ya tadi sama si ******, jangan salah paham hehehe)


Sementara Bianca mengemudi dengan kecepatan penuh, tangisnya sudah pecah, matanya merah sembab.


Sampai dirumahnya, Bela yang melihat Keadaan putrinya itu jadi bingung.


"Ca kamu kenapa kok matanya merah sembab gitu?" tanya Bela.


"Caca gak papa ma" ucap Bianca langsung pergi ke kamarnya.


Bela yang menghampiri Bianca ke kamarnya jadi bingung karena melihat Putrinya memasukan semua pakaiannya ke koper.


"Ca kamu mau pergi kemana kok bajunya semua di masukin ke koper?"


"ma Caca minta maaf sebelumnya mungkin ini keputusan Caca mendadak, Caca mau kuliah diluar negeri ma, Caca pengen mewujudkan Cita cita Caca jadi desainer perhiasan ma, mama ijinin aku ya, dan tolong bilang sama papa aku gak sempet pamitan, karena bentar lagi pesawat aku bentar lagi take of" jelas Bianca.


"ya kalok itu udah keputusan kamu, mama bisa apa, kalok itu yang terbaik buat kamu mama akan dukung kamu" ucap Bela yang tahu kalau Bianca pasti ada masalah saat ini.

__ADS_1


"makasi ya mah" ucap Bianca memeluk Bela.


"emang kamu mau pergi ke negara mana?"


"untuk saat ini Bianca gak bisa cerita ma, yang pasti Bianca serius mau kuliah di luar negeri, mama gak perlu khawatir sama aku, tunggu aku pulang ya ma, menjadi anak yang membanggakan buat mama sama papa"


"dan satu lagi ma, kalok Kenzo nyari ke sini mama bilang aja aku pergi bawa koper, terus gak mau kasih tau mama kalok aku pergi kemana, aku mohon ma" lanjut Bianca.


"kamu ada masalah sama Kenzo ya?"


"iya ma, sekarang aku gak mau ketemu Kenzo dulu ma, aku mau nenangin diri aku"


"lari dari masalah itu gak baik sayang"


"Caca gak kuat ma, caca udah sakit hati, Caca gak mau aja kalok nanti ketemu dia Caca malah semakin benci sama Ken"


"yaudah gimana baiknya kamu aja, kamu baik baik ya disana"


"iya ma Caca pamit ya" ucap Bianca mencium pipi mamanya setelah itu langsung berangkat menuju bandara.


Bela menatap sendu kepergian putrinya, ia sebenarnya tidak rela dengan keputusan Bianca yang mau kuliah di luar negeri.

__ADS_1


Namun sebagai ibu ia juga tidak boleh egois bagaimana pun itu semua demi masa depan Bianca.


Hallo guys jangan lupa like sama koment ya, di vote juga karyaku dan kasih bintang lima maaf ya kalok masih ada typo nya, happy reading guys:)


__ADS_2