
"Sasya Awas!!" teriak Bianca berlari menghampiri Sasya.
Dan Brakk. Pot bungan yang seharusnya mengenai Sasya ternyata mengenai Bianca karena tadi Bianca mendorong Sasya sehingga Bianca yang terbentur pot itu.
Penglihatan Bianca mulai kabur dan kepalanya sudah mengeluarkan darah.
Dan Bruk,, Bianca pingsan.
"Biancaaa!!!" teriak Kenzo langsung lari menghampiri Bianca begitupun teman temannya.
"Ca bangun Ca" ucap Sasya khwatir dia merasa bersalah karena menyelamatkannya Bianca jadi celaka.
"sayang bangun yang" ucap Kenzo menepuk nepuk pipi Bianca. Melihat tidak ada reaksi dari Bianca, Kenzo langsung menggendong Bianca untuk dibawa ke rumah sakit. Dan diikuti oleh teman temannya termasuk Sasya.
********
Sampai di rumah sakit Bianca langsung dibawa ke UGD dan langsung diperiksa oleh dokter.
Kenzo pun langsung menghubungi orang tua Bianca dan mama papanya.
Risky dan Bela yang mendengar anaknya masuk rumah sakit langsung bergegas pergi ke rumag sakit begitupun juga Varel dan Tania mereka juga langsung menuju rumah sakit setelah di telpon oleh Kenzo tadi.
"ini salah gue" ucap Sasya yang sudah menangis.
"siapa sih yang jatuhin tu pot bunga, gak mungkin jatuh sendiri kan tadi gak ada angin juga" ucap Vita.
"iya kayaknya ada yang sengaja jatuhin itu ke lo Sya" ucap Dela.
"iya tapi siapa?" ucap Sasya bingung.
"lo ada punya musuh gak sih?" tanya Kevin.
"atau gak lo ada bikin masalah gitu ma orang terus dia mau nyelakain lo" ucap Delon juga.
__ADS_1
"siapa ya? oh iya Anggi" ucap Sasya.
"Anggi?" tanya Kenzo.
"tadi kan gue sempet belain Caca waktu di ruang Bk gue ungkap kebohongan dia dan dia di hukum bersihin semua toilet sekolah sama Bu Ani mungkin karena itu dia dendam sama gue" ucap Sasya.
"udah kita gak usah nuduh dulu, soalnya gak ada bukti, cuman Caca yang tau siapa yang jatuhin pot bunga itu karena dia pasti liat tadi, sekarang kita tinggal nunggu Caca sadar" ucap Vita.
"gue sih yakin seratus persen kalok si Anggi pelakunya, awas aja tu orang gue bejek bejek" ucap Dela.
Tak lama kemudian Risky dan Bela pun datang begitupun juga Varel dan Tania.
"Ken Caca gimana keadaannya?" tanya Bela yang sudah menangis.
"iya Ken kok bisa gini?" tanya Riksy yang juga khawatir pada putri semata wayangnya itu.
Kenzo pun menceritakan kejadian yang menimpa Bianca tadi.
"kamu harus segera cari tahu siapa dalang dibalik kejadian ini Ken" ucap Varel pada Kenzo.
"iya pa ma, Ken bakal cari tahu semua, Om Risky sama tante Bela tenang aja" ucap Kenzo.
Tak lama kemudian dokter pun keluar dari UGD.
"keluarga pasien?" tanya Dokter.
"saya ayahnya dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Risky.
"begini pak, karena benturan keras yang mengenai kepalanya jadi sekarang anak bapak mengalami koma, kita hanya bisa menunggu kapan anak bapak sadar" jelas dokter.
Bela yang mendengar keadaan putrinya pun langsung pingsan, sementara Kenzo sudah terduduk lemas.
*******
__ADS_1
Sekarang Bianca sudah dipindahkan ke ruang rawat, Kenzo selalu menemani kekasihnya itu setelah pulang sekolah, karena sudah 3 hari ini Bianca belum juga sadar dari koma.
"eh Ken udah disini aja baru pulang dari sekolah ya?" tanya Bela yang tiba tiba masuk.
"eh iya Tante, om Risky dimana Tan?"
"oh Om masih di kantor paling sebentar lagi datang" ucap Bela.
"yaudah tante keluar aja deh, ga mau ganggu kalian berdua" ucap Bela langsung keluar.
Sementara Kenzo terus mengamati Bianca yang masih tertidur itu.
"yang kamu kapan sih bangun? aku kangen tau sama kamu, kamu gak kangen apa sama aku?" celetuk Kenzo yang terus mengajak Bianca bicara.
Dan tiba tiba saja Vita, Dela, Kevin, Delon begitu juga Sasya masuk ke ruang Bianca.
"permisi Delon ganteng udah dateng" celetuk Delon.
"nj*r kaget gue" celetuk Kenzo.
"gimana Ken ada perubahan gak sama Caca?" tanya Vita yang melihat Bianca masih terbaring lemah.
"belum Vit" ucap Kenzo.
"ini semua salah gue, Caca bisa jadi kayak gini" ucap Sasya.
"udah lah Sya lo gak usah terus nyalahin diri lo kali, yang namanya musibah ya mau gimana lagi" celetuk Dela.
"gue jadi penasaran siapa yang jatuhin pot bunga itu" celetuk Kevin.
"apa lagi gue, kalok gue ketemu tu orang, gue habisin dah tu orang" ucap Kenzo.
Mereka pun terus melanjutkan pembicaraan mereka sampai hari mulai sore dan mereka semua pun pulang, kecuali Kenzo yang masih setia menemani Bianca.
__ADS_1
**Hallo semua jangan lupa di like dan di koment ya maaf kalau masih banyak typo nya, happy reading all :)
~TBC**~