Menaklukan Hati Si Gadis Bar-bar

Menaklukan Hati Si Gadis Bar-bar
Twenty six


__ADS_3

Kenzo Cs dan Bianca Cs termasuk Sasya dkk sedang menuju ruang kepsek sekarang, sesampainya mereka disana, para guru bingung mengapa anak anak muridnya ini ramai ramai masuk ruang kepsek.


"ada apa ini kenapa rame rame kesini mau demo kalian?" tanya pak Mamat selaku kepsek.


"aduh bapak jangan salah paham dulu dong, kita kesini bukan mau demo" celetuk Kevin.


"terus mau apa?"


"mancing pak" celetuk Kenzo yang mendapat tatapan tajam dari Bianca.


"bercanda kali pak, kita kesini mau laporin orang yang udah bikin Bianca celaka pak" lanjut Kenzo.


"kamu ada buktinya?" tanya pak Mamat.


"ada dong pak, kalok gak ada kita gak mungkin kesini" ucap Delon.


"ini pak buktinya" Kenzo pun menyerahkan rekaman percakapan Bianca dan Anggi di belakang sekolah tadi.


"gimana pak, bener kan saya dia pelakunya dia itu jahat pak" ucap Dela.


"iya sekarang bapak tahu kan dia jahat, tampangnya aja polos tapi kelakuan kayak binatang" ucap Vita.


"jadi sebenarnya dia mau nyelakain kamu Sya? tapi apa alasannya" tanya pak Mamat pada Sasya.


"karena saya gagalin rencananya memfitnah Bianca, jadi mungkin aja dia dendam sama Saya pak" ucap Sasya.


"tapi memang sebelumnya ini masalah pribadi pak, tapi dianya aja yang bawa bawa ke sekolah" ucap Bianca.


"oke kalau begitu kalian tolong panggil Anggi dan juga teman temannya" suruh Pak Mamat.


Sasya pun menyuruh Sania dan juga sinta memanggil Trio A.


Tak lama kemudian mereka pun datang, Anggi begitu terkejut melihat Kenzo Dan Bianca Cs dan juga Sasya berada disana.

__ADS_1


"ada apa ya pak manggil kita?" tanya Anggi sok polos.


"udah jangan sok polos lo dasar gerandong" cibir Vita dan Dela.


"Vita, Dela saya lagi gak ngomong sama kalian"


"hehe maaf maaf pak kelepasan" ucap Vita.


"langsung saja, kenapa kamu tega jatuhin pot bunga itu kasihan kan dia pecah" celetuk Pak Mamat.


elah ni kepsek gak bisa serius dikit napa, kok malah pot bunga yang dikasihani kan pacar gue yang koma dua minggu gara gara ketiban pot bunga. batin Kenzo kesal.


"bapak kok pot bunganya di kasihani sih" celetuk Sasya.


"kan saya yang koma 2 minggu, bapak gimana sih" ucap Bianca juga. kalok gak kepsek gue ceburin lo kerawa rawa. batin Bianca.


"oke oke maaf, serius sekarang nih, kamu kenapa mau celakain Sasya haa?!!" bentak Pak Mamat sambil memukul meja dan membuat semua yang ada disana terkejut.


"buset nih kepsek tadi gak serius sekarang sekali serius pakek gebrak meja, untung jantung gue masih kuat" gumam Kevin yang didengar oleh Delon.


"bapak yang sabar dong jangan gebrak gebrak mejanya kan kasihan" celetuk Dela.


"maaf maaf saya bikin kalian terkejut ya?"'


elah bukan terkejut lagi tapi jantungan, lama lama copot juga ni jantung gue diem disini. batin Vita.


"oke balik lagi ke intinya, kamu kenapa bisa berbuat jahat seperti itu?"


"saya gak ada dorong pot itu pak, disini pasti saya yang difitnah, mungkin Bianca yang nyuruh orang buat jatuhin pot itu, dan dia pura pura jadi pahlawan kesiangan buat nolongin Sasya, secara kan Bianca dendam sama saya pak"


"eh lo jangan ngasal dong ngomong, ngapain juga gue nyuruh orang kalok cuma buat gue celaka" kesal Bianca.


"jangan fitnah ya lo" ucap Kenzo.

__ADS_1


"udah lah Nggi lagian lo gak bisa ngelak lagi toh kita juga udah ada buktinya" ucap Kevin.


"apa maksud lo mana buktinya" bentak Anggi.


"nih liat pakek mata jangan pakek mulut" ucap Kenzo memperlihatkan rekaman itu.


Anggi pun gemetaran, "ini pasti saya dijebak sama Bianca pak" tuduh Anggi.


"udah salah pakek gak mau ngaku lagi lo" ucap Dela.


"salah ya salah aja kali lo, mau nyelakin gue malah kena Caca" ucap Sasya.


Anggi pun diam dia tidak lagi membela dirinya.


"oke sekarang keputusan saya adalah, kalian bertiga saya keluarkan dari sekolah ini karena sudah melakukan kejahatan yang bisa merusak nama baik sekolah" ucap final pak Mamat.


"loh gak bisa gitu dong pak" ucap Anggi.


"keputusan saya sudah bulat, silahkan kalian keluar dari kantor saya" ucap pak Mamat pada Trio A.


"rasain lo mang enak di keluarin" ledek Vita.


"makanya jadi orang gak usah kayak psikopat" cibir Delon.


"awas kalian gue gak bakal tinggal diem" geram Anggi.


"yang nyuruh lo diem siapa?" celetuk kevin.


Trio A itu pun keluar dari ruang kepsek.


"yaudah kami permisi dulu pak" ucap Bianca.


"ya ya silahkan"

__ADS_1


Mereka semua pun keluar dari ruang kepsek dengan perasaan puas karena sudah berhasil menghempaskan si gerandong itu.


~TBC~


__ADS_2