
Amelia, seorang gadis yang sangat tangguh dan selalu berusah menjadi yang terbaik untuk orang orang yang ia sayangi. Setelah lulus SMA amel mencoba melamar pekerjaan di ibukota, seletah puas melamar akhirnya amel di terima bekerja di sebuah tokoh percetakan.
Di sini amel mengenal seorang pria bernama arjuna, pria ini 7 tahun lebih tuan darinya. Juna pria yang sangat baik dan sangat perhatian pada amel.
Suatu hari Amel tak turun kebawah, yang mana tokoh dan tempat tinggalnya adalah satu atap. Ya, amel dan satu orang karyawa senior tinggal di tokoh lantai atas. Di tokoh tersebut di lengkapi prabotan dan atal rumah tangga lainnya. Jadi semua karyawan tinggal di lantai 2 tokoh tersebut.
*Wid, mana amel, kok dari pagi tidak kelihatan tu anak* Tanya juna kepada widia karyawan senior.
*Lagi sakit di atas* jawab widia judes.
*Sakit apa, udah di kasih obat belum* juna kawatir.
*Udah, mungkin sekarng lagi istirahat. Sudah sana tu ada pelanggan ke tokoh mu tu* usir widia.
*Iis sombong amat sih. Pantas gak laku laku* ejek juna pada widia.
*Masalah buat loooohh* ucap widia dwngan judes bercampur kesal.
...************...
Arjuna, adalah anak dari pemilik tokoh sepeda yang ada di deretan tokoh percetakan tempat amelia bekerja. Sejak umur 5 tahun arjuna sudah di angkat menjadi anak oleh keluarga china. Karena arjuna sering mencari botol bekas di depan tokoh speda mereka. setelah yakin dan mencari tau tentang siapa arjuna mereka lansung mengangkat arjuna menjadi anak mereka.
Dan setelah tamat SMA juna tekun menjaga dan membantu karyawan tokoh. bahkan sepulang dari kuliah arjuna lansung menuju tokoh bukan pulang kerumah orang tua angkatnya.
Bahkan di lantai atas tokoh tersebut, arjuna memiliki sebuah kamar khusus, karena ia lebih sering tidur di tokoh dari pada pulang ke rumah, dengan alasan jarak kampus dengan rumah jauh lebih dekat dengan ke tokoh.
__ADS_1
Widia, Seorang karyawan senior dan terpercaya oleh pemilik tokoh. Usianya tak jauh beda dengan arjuna. Sejak bekerja di tokoh percetakan tersebut dan bertemu dengan arjuna widia sudah menaruh rasa pada arjuna..
Namun sayang, arjuna tak menyadari itu semua. Ia hanya menganggap widia teman biasa saja, karena mereka sering bertemu saja.
Widia juga sering menakut nakuti karyawan tokoh yang ingin mendekati juna. Dwngan mengarang cerita tentang siapa juna sebenarnya.
Awalnya Amel mulai termakan ucapa widia tapi amel adalah gadis cerdas dari cara seseorang berbicara saja dia sudah tau bagaimana sifat orang tersebut. Sehingga dia tak terlalu menanggapi widia. Dia hanya fokus dengan tujuan utamanya bekerja.
...****************...
Dikamarnya, Amel sedang beristirahat sambil mendengarkan musik di Hp nya. Tiba tiba terdengar sebuah notifikasi pesan masuk.
Awalnya amel cuek saja, tapi notif itu berbunyi 3 kali.
*Siapa yang Chat, perasaan tadi pagi ayah dan ibu baru nelpon, apa adik adik ya* batinnya.
Bang juna :
*Dek, kamu baik baik aja kan?*
*Kata widia kamu sakit ya, udah minum obat*
*Atau mau abang antar ke dokter*
*Iii apaan sih lebai amat deh, orang cuma demam dikit aja kok. Gimana ni balas gak ya* gumam nya.
__ADS_1
*Kalau di bala nanti dia kegeeran, kalau gak di balas bisa bisa nerobos ke sini. Aduuuh. Malas amat deh liat muka judes mak lampir itu, ya udah deh balas aja. Dari pada di teror mulu*
Amel:
*Amel gak papa, cuma meriang dikit aja, mungkin karna kemaren kehujanan pas pulang dari cari makan*
Bang juna:
* Mau abang bawain sup atau bakso, atau soto atau sate*
Amel:
*Gak usah amel udah makan nasi padang di belikan kak wid tadi*
Bang juna:
* Buah mau gak*
Amel:
* gak mau bang, amel mau tidur aja*
Bang juna:
* ooh ya udah kalau gitu, nanti kalau butih apa apa telpon abang aja ya, abang stanby terus buat amel*
__ADS_1
*Mmmmmm. Tidur aja deh. Malas balas lagi. Kalau di ladenin terus bisa sampe tengah malam bahkan besok pagi gak kelar kelar* dumbel amel tanpa membalas lagi chat dari juna.
Bersambung......