
Setelah hampir 1 bulan ibu mertuanya di rawat, akhirnya di oerbolehkan pulang. Baskara sendiri yang lansung menjemput mertuanya dari rumah sakit. bahkan dia rela meninggalkan rapat penting nya demi sang mertua.
*Nak bas, kenapa kamu baik sekali pada kami, padahal kami ini hanya mertua yang tak tau diri yang selalu menyusahkan kamu* tanya pak trisno saat mereka sudah di rumah baru.
*Bapak jangan begitu, di sini saya hanya ada bapak dan ibu sebagai orang tua saya* jawab baskara.
*Bagaimana jika yuni tau, bapak sama ibu tidak mau yuni memarahi mu nak* ibu yuni.
*Bapak sama ibu jangan khawatir, yuni tidak akan tau tentang hal ini, karna dia sibuk dengan sifat erogan nya. Kadang saya berpikir, kenapa istri saya jadi begitu, padahal orang tuanya sangat baik dan penyayang*
*Dulu waktu kami masih di negara ku, dia sangat baik dan penurut, tapi ketika sudah di sini dia selalu membangkang, memamerkan kekayaan dan selalu berpoya poya* keluh baskara pada mertuanya.
*Maafkan bapak sama ibu ya nak, kami yang salah, mungkin kami gagal dalam mendidik anak kami* tutur ibu sedih.
*Tidak ibu mertua, kalian tidak salah, mungkin istri ku terpengaruh lingkungan saja. Kalian tenang saja, aku tetap mencintainya, dan berlahan akan memberitahunya* baskara.
*Terima,kasih nak. Terima kasih untuk semua nya, salam pada cucu ku yang tampan itu* ucap ibu mertua.
*Iya ibu, nanti aku sampaikan* baskara pun pulang.
__ADS_1
Sesampai di rumah, baskara menceritakan swmua yang terjadi selama ini pada dian. Dian kaget dan tak percaya dengan cerita baskara. Dian ingin sekali menemui kakek dan neneknya itu.
*Aku ingin berjumpa dengan mereka pa, aku gak mau seperti mama, bagaimana oun juga merekakan keluarga kita juga. Sama seperti oma opa* ucap dian. Baskara tersenyum bangga dengan anaknya yang mewarisi sifat nya ini.
Saat yuni tengah bersantai di rumang tamu, baskara mengajaknya bicara.
*Sayang, kenapa selama kita di sini kamu tidak mau membawa ku dan dian ke rumah orang tua mu, mereka masih ada kan* tanya baskara.
*Aku malas sayang, nanti mereka pasti minta ini itu, terus di sana itu desa kecil, jalannya rusak pula* jawab yuni sambil memainkan hp nya.
*Tapi kan kita sudah hampir 6 tahun di sini, aku juga ingin kenal dengan kuarga mu* ucap baskara.
*Kalau orang tua kamu tinggal di sini saja bagaimana* pancing baskara.
*Tidak mau, aku gak mau ajak mereka tinggal di sini, lagian mereka itu orang kampung, gak biasa tinggal di kota, apa lagi pakai AC, makanan mereka juga makanan kampung. Gak ah gak mau pokok nya* lagi lagi yuni sangat erogan dan tak sadar diri.
*Ya sudah, terserah kamu saja. Aku mau keluar sama dian pagi ini. Kau mau ikut* tanya baskara.
*Tidak, aku hari ini ada arisan sama teman teman ku. Next time ya*
__ADS_1
*Is oke hanny* baskara pun meninggalakn yuni dan menuju kamar untuk bersiap.
Setelah bersiap akhirnya dian dan baskara berangkat ke bandara untuk menuju rumah sang mertua.
Sesampai di rumah mertuanya, baskara memperkenalkan dian. Orang tua yuni sangat terkesima dengan dian yang tampan, dan sopan sekali pada mereka.
Saat makan siang mereka makan bersama dengan lauk sederhana ala pedesaan yang belum pernah dian dan baskara makan. Tentunya masakan ini di buat oleh ibu mertuanya. Dian dan baskara makan dengan sangat lahap.
Setelah makan, Pak trisno menceritakan kejenuhan mereka selama tinghal di sini. Bagaimana tidak, mereka biasanya ke tiap hari kesawah, dan ibu juga berjualan di pasar. Sekarang sejak pindah ke kota mereka hanya diam manis di rumah, bahkan swmua kerjaan rumah sudah di kerjakan orang yang di gaji oleh menatunya ini.
Lalu baskara berniat untuk membuatkan ibu mertua nya sebuah usaha di bidang perkuean. Tentu saja sang ibu mertua sangat senang, karena selain ia akan beraktifitas lagi, mereka juga akan mendapat penghasilan. Ya walapun semua yang mereka inginkan sudah terpenuhi oleh menantunya.
Dan dengan kata sepakat akhirnya baskara di temani asisten pribadinya mencari toko terdekat dengan rumah untuk mereka sewa atau bahkan jika di jual akan ia beli untuk usaha sang ibu mertua nanti nya.
Dian tak ingin ikut dengan sang papa untuk mencari lokasi usaha sang nenek. Karena dia ingin menghabiskan waktu dengan dua orang yang mulai rentah ini saja, mereka menceritakan apa saja yang dian ingin tau, begitu juga dengan dian yang bercerita kesehariannya.
Bersambung.....
Maaf lama up nya. Karna lagi pulkam bulanan.🙏 Maklum la ya, kalau di kampung sosmed suka terkebelakangkan karna momen kumpul keluarga lebih menarik🤭
__ADS_1
Selain hal tersebut, di kampung susah jaringannya.🤦