
*Sayang, aku di depan, buka pintunya* pesan singkat dari dian.
*Malas, buka saja sendiri, kan ini rumah mu* balas amel masih dengan mood yang belum stabil.
* Sayang, aperteman ini memang milik ku, tapi kau yang jadi penghuninya* dian.
*Trus* amel.
*Tidak sopan rasanya jika aku menyelonong masuk. Apa lagi nanti bisa timbul fitnah* dian.
*Iii, selalu saja dia pandai merayu ku* gerutu amel. Lalu berjalan membuka pintu.
*Taraaaaa, ini untuk mu sayang* Dian menyodorkan sebuket bunga mawar pada amel.
*Kau menyogok ku, tidak mempan* judes amel melipat kedua tangannya di dada dan melihat ke arah lain.
*Sayang, sudah 8 jam kau marah pada ku, apa kau tak sayang pada ku lagi* dian berkata dengan nada sedih.
*Baru juga 8 jam, belum 8 tahun kan* amel masih jutek.
*Sayang, kau ini kenapa sih, kan aku sudah bilang, aku akan tetap menikahi mu, walaupun tanpa restu mama* tegas dian lansung pada intinya.
*Aku gak mau jadi duri dalam keluarga harmonis kalian* amel.
*Itu lagi yang kau katakan. dia tak penting bagiku dalam hal restu kita. Kau lupa sayang, dia hanya ibu sambungku* dian.
*Tapi dia yang merawat dan membesarkan mu bi* amel.
*Ulangi sayang* dian.
__ADS_1
*Apa nya* amel.
*yang di ujung kalimat mu tadi* dian.
*Yang mana* amel pura pura lupa kalau dia memanggil bi pada dian seperti biasanya. (Panggilan sayang).
*Ya sudah, lupakan, sekarang siap siap lah* dian.
*Malas, aku gak mau oergi kemanapun hari ini* amel.
*Sayangku, papa sudah menunggu kita di bawah* dian.
*Apa? Jangan bercanda bi* amel kaget.
*Aku serius sayang. Makanya cepat bersiap* dian.
*Emang mau kemana* amel.
Sesampainya di bawah lebih tepatnya di lobi aperteman Amel merasa sangat gugup melihat tuan baskara yang tengah duduk memainkan hp nya di sebuah sofa yang ada di sana.
*Aku akan di apain* bisik amel pada dian.
*Di makan hidup hidup* balas dian.
*Iiii takut, aku gak mau. Aku ke atas lagi ya* amel memang polos mau saja di kerjai oleh dian.
*Hahaha, udah gak usah takut, kamu polos amat sih. Ya gak mungkin lah papa makan kamu. Emang papaku kanibal* dian.
Mereka mendekat ke baskara.
__ADS_1
*Pa,* dian.
*Ha, ya* tuan bascara.
*Om, selamat pagi, maaf jadi menunggu lama* amel menyapa dengan menundukkan kepala.
*Tidak apa nak, lagian kami yang menggangu mu pagi pagi begini* ucap tuan bascara lembut.
*Kita berangkat sekarang ya, takut kesiangan* ajak tuan baskara Dian dan amel mengikuti langkahnya.
Di perjalanan, amel tak banyak bicara, hanya dian dan papanya yang sibuk bicara membahas pekerjaan mereka.
*bi, kita mau kemana sih ini* tanya amel berbisik pada dian yang ada di sebelahnya.
*Aku juga gak tau sayanh. Sudah duduk manis saja ya* dian.
1 jam perjalanan, Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang bisa di katakan minimalis namun elegan karena bergaya ke eropa eropaan.
*Ayo nak, kita turun. Seseorang telah menunggu kita di dalam sana* ajak baskara pada amel. Yang masih berdiri bingung melihat rumah yang cantik itu, di samping mobil.
*Sayang* dian mengejutkan amel.
*Ah ya* amel.
*Papa dari tadi bicara pada mu* bisik dian.
*Maaf om, amel gak dengar. takjub liat rumah nya, sangat cantik dan mirip bangat dengan yang ada dalam lukisan amel waktu masih SMP dulu.* junur amel tak enak hati pada baskara.
*Tidak apa nak, ayo masuk* lagi lagi baskara memanggilnya dengan kata nak.
__ADS_1
Bersambung........