
Setalah selesai makan. Mereka ingin lanjut ke bioskop yang ada di mall terdekat. karena malam ini malam minggu, dan ada flim baru yang akan tayang.
*Mmm kalian lanjut aja ya nontonnya, aku gak ikutan* ujar amel saat semua sudah mulai mengarah ke loket pembelian tiket nonton.
*Kenapa, kepala mu pusing lagi mel* tanya mery.
*Gak kok kak. Aku mau jalan bentar sama teman, udah lama gak ketemu. Kebetulan dia juga sedang di mall ini katanya. Ini barusan chat* jelas amel.
*Ooh ya udah kalau gitu. Nanti saling kabari aja ya pas mau pulang* ujar widia.
*Oke kak wid. Ya udah amel ke cafe situ aja ya nunggu temannya* pamit amel.
*Mau aku temani* tawar juna.
*Gak usah bang, klian lanjut aja* tolak amel.
*Ayo jun, cepatan. Nanti keburu mulai flimnya* widia menarik tangan juna. Juna dengan sangat terpaksa mengikuti 3 wanita itu ke dalam bioskop.
Saat tengah menonton flim yang di putar, pikiran juna hanya tertuju pada amel yang akan bertemu dengan siapa, teman perempuan atau laki laki.
*Gays, aku ke toilet bentar ya* juna pun keluar dari dalam bioskop.
__ADS_1
*Iiiz, pasti dia mau liat amel ketemu sama siapa, menyebalkan* gerutu widia.
*Kenapa kak wid* tanya elda yang mendengar gerutu widia, walaupun tak jelas.
*Gak, gak apa apa, kaki ku di gigit nyamuk* kilah widia yang pura pura menggaruk kaki nya yang tidak gatal itu.
Di cafe dalam mall.
*Aaaah, akhirnya bisa juga nafas dengan tenang. Ya walaupun berdosa dikit karna bohong*
*Tapi kalau gak cari alasan tu bambang sibuk cari kesempatan terus, bukannya buat senang malah seram* gumam amel pelan lalu meminum coffe coklat yang baru saja dia order.
*Apa nya yang seram dek* tiba tiba juna datang dan berdiri di samping amel dan tak sengaja mendengar gumam amel walaupun hanya terdengar kata seram saja.
*Ini itu apa sih dek* juna menarik kursi yang ada di depan amel dan medaratkan pantat nya dengan santai.
*Gak, tadi aku mau nonton flim horor sendirian, tapi gak jadi kan seram* alasan amel.
*Ooh, ya udah aku temani yuk,* tawar juna.
*Gak usah, gak mood lagi* . Tolak amel.
__ADS_1
* Oh iya, mana temannya, katanya udah di jalan. Kok belum sampai* juna cingak celinguk mencari orang yang amel tunggu.
*Aduuuuh, gimana ini. Salah alasan lagi. Aku harus jawab apa ya* batin amel.
*Amelia, kau amelia kan ?* seorang pria tampan tiba tiba menyapa amel.
*Kak dian, aaah iya aku amelia, dari tadi aku nungguin kamu. Kamu dari mana aja si kak, lama bangat* amel berdiri dan memeluk manja lengan pria bernama dian tersebut, sambil mengedipkan mata sebagai kode.
Tentu saja dian merasa bingun dengan tingkah amel yang mendadak manja padanya, di tambah sok dekat dan bahkan seperti sudah membuat janji bertemu sebelumnya.
*Aaaa, maaf sayang. Tadi aku mampir dulu ke butik langganan mama, ambil pesanan mama, biasalah ibu ibu* dian mencoba mengerti dengan kode yang amel berikan.
*Mel, ini orang yang kamu tunggu* juna melihat amel menempel pada pria yang baru datang itu merasa kesal dan cemburu, namun sebisa mungkin menyembunyikannya depan amel, agar amel tak tambah menjauhinya.
*Iya bang, ini kak dian baskara, teman dekat aku, eh. Lebih tepatnya calon pacar aku* amel ngaku ngaku. Dian menaikan dahinya mendengar pengakuan amel. Tapi amel yang jago akting memberikan kode tersembunyi lagi, sehingga dian mengerti dan mengikuti sandiriwara amel.
*Untung aja kamu dulu selalu nagarin aku kode rahasia waktu sekolah* batin dian yang mendapat kode demi kode dari amel.
*Hey bro, kenalin aku dian baskara, pacar nya amelia, upz belum pacar sih, tapi sepertinya kita gak akan pacaran deh mel, karna aku mau lansung nikah aja* dian memperkenalkan dirinya pada juna dan memanas manasi juna.
*Arjuna, oh selamat ya. Semoga jodoh sampai ke pelaminan, aku kesana dulu* jawab juna kesal bercampur kecewa.
__ADS_1
Amel tertawa bahagia melihat reaksi juna, sementara dian masih dalam pemikirannya sendiri tentang apa yang sedang terjadi Antara dua orang yang dia temui ini.
Bersambung.....