
Tok tok tok* terdengar ketukan pintu.
*Masuk* dian.
*Maaf pak, ini tadi ada ojol mengantarkan ini, katanya untuk bapak* ucap Sekretaris nya.
*Ya sudah, taro saja di sini. Terimakasih sinta*
*Sama sama pak, saya permisi* sinta sang sekretaris pun kuluar setelah dian menganggukan kepalanya.
* Makanan. Siapa yang mengirim kan ini, parasaan aku tidak memesan makanan, dan pastinya bukan mama yang mengirimkan, mama kan di LA* dian berusaha keras memikirkan siapa pengirim makanan ini.
Ting...
*Jangan lupa di makan ya, aku masak dengan penuh perasaan loh* Amel.
Dian tersenyum mekar, dia susah tau siapa pengirim makanan yang ada di depannya saat ini.
*Iya, pasti akan ku makan. Makasih sayangku🥰* Dian membalas chat amel.
Amel sangat bahagia saat ini, karwna dian memanggilnya sayang dan memberi emoji sayang. Walaupun tak terucap secara lansung.
__ADS_1
*Untung saja bang juna tadi ke kamar mandi dan yang lain sibuk dengan kerjaan masing masing, jadi mereka gak tau deh kalau aku bawa makanan ke depan buat di kasihin sama bang ojol hihi* batin amel.
Semua menu masakan amel susah terhidang dan tertata rapi di meja. Ada cah kangkung seefood, ayam bakar, dan sambal ijo dower. Tak lupa dengan lalapan daun kemangi, selada dan juga timun nya.
*Waaah, makan besar ni. Menu nya gak kalah dengan di lestoran* ucap mery bersemangat.
Dan di angguki oleh yang lain.
Semua menikmati masakan super lezat dari amel. bahkan ce vie yang katanya sedang diet nambah berkali kali dan minta di bungkuskan untuk di bawa pulang nantinya.
*Enak bangat masakan kamu dek. Gak salah aku jatuh hati pada mu* bisik juna di telinga amel.
*Apaan sih bang. Biasa aja* amel.
*Dek, aku boleh tanya sesuatu* juna.
*Apa bang, tanya aja* amel.
*Apa gak ada sedikitpun di hati kamu ruang buat aku*
Amel tersenyum dan duduk di depan juna. *Maaf bang, aku menganggap abang sebagi abang ku gak lebih*
__ADS_1
*Lihatlah kak widia, dia selalu ada buat abang, dia juga jauah lebih cantik, baik, rajin ibadah lagi* sambung amel yang melihat widia dari jauh sedang melayani pengunjung.
*Ya, dia memang baik, tapi hati ini hanya menginginkan kamu dek, bukan dia* juna.
*Tapi bang, aku gak bisa*
*Kenapa, apa karna sudah ada orang lain di hati kamu* juna menggenggam tangan amel.
*Iya bang, hati ku sudah milik pria lain, aku harap abang bisa mengerti* Amel melepas genggaman juna.
*Siapa dia, aku akan meminta nya untuk melepaskan mu untuk ku* juna bersungguh sungguh.
*Sudahlah bang, masih banyak yang jauh lebih baik untuk abang di bandingkan aku, kita kan masih bisa berteman*
*Baiklah. Kalau ini yang terbaik yang buat kamu bahagia, Aku akan mundur. Semoga adek bahagia dengan pilihan adek itu* juna berdiri dan meninggalkan amel sendiri.
*Maafkan aku bang, aku memang tak pa tas untuk mu* lirih amel lalu beari ke kamarnya.
Di kamar amel menangis sejadi jadinya, ada rasa bahagia di panggil sayang oleh dian, dan rasa bersalah kepada juna, namun merasa legah telah mengutarakan isi hati nya tetang apa yang dia rasa terhadap juna selama ini.
*Maaf kan aku bang, semoga kau bisa mengerti perasaan ku, aku menyayangi mu sebagai saudara tidak lebih. Aku doakan kamu dan kak widia berjodoh* lirih amel dalam tangisnya.
__ADS_1
Bersambung....