Menantu Buangan

Menantu Buangan
Untuk Mu


__ADS_3

*Ayo nak, kita turun. Seseorang telah menunggu kita di dalam sana* ajak baskara pada amel. Yang masih berdiri bingung melihat rumah yang cantik itu, di samping mobil.


*Sayang* dian mengejutkan amel.


*Ah ya* amel.


*Papa dari tadi bicara pada mu* bisik dian.


*Maaf om, amel gak dengar. takjub liat rumah nya, sangat cantik dan mirip bangat dengan yang ada dalam lukisan amel waktu masih SMP dulu.* junur amel tak enak hati pada baskara.


*Tidak apa nak, ayo masuk* lagi lagi baskara memanggilnya dengan kata nak.


Mereka memasuki halaman rumah tersebut, dari balik daun pintu seseorang membuka lebar pintu tersebut.


*Ayah* triak amel saat melihat orang yang membuka pintu. Dan berlari memeluk ayahnya.


*Mel, kamu sehat nak, kamu tambah cantik sekarang* ayahnya mengelus rambut panjang amel yang memeluknya.


*Alhamdulillah amel sehat yah, ayah sehat juga kan* Ayah nya mengangguk.

__ADS_1


*Mana ibu dan duo bocil yah* tanya amel melihat ke sekeliling isi rumah.


*Kami disini* jawab ibunya yanga da di salah satu ruangan.


*Ibu* amel oun berlari memeluk ibu nya lalu memeluk kedua adik nya bergantian.


Tuan baskara dan dian sudah duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah tersebut, di temani ayah amel.


Setelah puas berpelukan amel, ibu dan dua adiknya ikut duduk di ruang tamu.


*Bagaimana perasaan mu sekarang nak* tanya tuan baskara pada amel.


*Tapi, kenapa ayah, ibu dan bocil ada di sini, dan rumah siapa ini* tanya amel masih bingung.


*Ini rumah mu sayang* ucap dian.


*Ha, maksud nya. Aku tidak mengerti* amel.


*Kau masih ingat waktu pertama kali pindah ke aperteman aku yang menjemput mu* tanya dian. Amel mengangguk.

__ADS_1


*Saat itu aku menemukan sebuah lukisan yang bertulisan di belakangnya, jika sudah bekerja dan menghasilkan uang banyak, kau akan membangun rumah persis seperti di lukisanmu*


*Dan ini lah impian mu, sudah terwujud sekarang* dian menjelaskan.


*Jangan bercanda, aku bahkan belum cukup uang untuk membeli semeter tanah saja. Kan aku masih butuh banyak biaya untuk S2 ku dan sekolah duo bocil ini, jadi mana mungkin ini rumah ku* amel sungguh sangat polos dan jujur. membuat tuan baskara semangkin yakin amel adalah wanita yang tepat untuk anaknya.


*Nak, rumah ini hadiah dari dian dan om untuk mu. Karna kau telah membuat anak om semata wayang ini menjadi lebih giat lagi dalam menjalankan bisnisnya, dan yang lebih pentingnya kamu telah membuat anak om ini bahagia* ucap tuan baskara.


*Terimakasih niat baiknya om, tapi saya tidak pantas menerima semua ini* amel.


*Kau pantas, sangat pantas. Ini surat kepemilikannya. Mihon jangan menolak nya* tuan baskara.


Amel melihat dian, ayah, ibu, dan duo bocil, mereka mengangguk dan tersenyum. Amel menangis dan memeluk ibunya. Dia sangat terharu atas semua ini.


*Tapi, Ayah, ibu dan bocil ada di sini, ayah pertinya sangat akrab dengan om bas. apa kalian saling mengenal sebelumnya* tanya amel lagi, karena saat mereka masuk dari ekor matanya saat memeluk ibu tuan baskara dan ayah nya juga saling pelukan sperti saudara dekat.


*Sebenarnya kami ini...........*


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2