Menantu Buangan

Menantu Buangan
camelia


__ADS_3

Hentikan, tolong hentikan. Jangan membuat keributan di sini* dian mencoba melerai dua oria yang saling baku hantam.


Di bantu oleh pengunjung lainnya akhirnya dua pria tersebut berhenti, dian membawa mereka ke salah satu meja yang ada di dalam toko dan meminta staf untuk memberikan mereka minum air mineral.


*Minumlah dulu, tenangkan pikiran kalian, tak ada maslah yang tak bisa di selesaikan* ucap dian pada dua pria itu.


Setelah agak tenang, Dian mencoba untuk mencari duduk perkara terjadinya perkelahian antara dua pria yang kini di hadapannya.


*Sekarang tolong jelaskan apa masalah kalian berdua bro* tanya dian.


*Dia mengambil wanita ku dan membawanya kabur* ucap pria yang bernama rido.


*Kau jangan asal tuduh ya,, aku tak pernah merebut kekasih orang, jangan asal tuduh. Dan kau harus tau, tadi saat di perjalanan aku melihat wanita ini di pinggir jalan, karna mobilnya sedang rusak. Karena jalanan sedikit sepi aku mencoba membantunya, saat aku tanya tujuannya kemana dia mengatakan ingin ke toko ini. dan kebetulan aku juga akan membeli kue di sini makanya aku beri tumpangan. Lagian aku kesiahan melihat dia sendirian menggu montir dalam keadaan panas di jalan sana* jelas pria berbaju putih jujur.


*Nona, apakah benar begitu* tanya dian pada wanita itu, wanita itu mengangguk. Dia menangis dari tadi karena ketakutan melihat perkelahian antara kekasihnya dan juga orang yang telah baik padanya.


*Nah, sekarang sudah jelas kan. lain kali cari tau dulu kebenarannya. Kalau sudah begini kan klian juga yang rugi dan malu* ucap dian.

__ADS_1


*Sayang, maafkan aku. mas ini hanya mencoba membantuku, karna tadi aku menelpon berulang kali tapi nomor mu tak aktif. Aku kebingungan, tak ada taksi atau angkutan umum yang lewat, jadi aku menerima bantuan nya. Lagian aku juga sudah sangat haus dan lapar* jelas wanita tersebut pada pria berpakaian rapi itu.


*Maaf bro, sudah salah sangka tadi, dan terima kasih sudah membantu kekasih ku, kenalkan nama ku rido* pria berbaju rapi ala orang kantoran itu akhirnya luluh.


*Tidak masalah bro namanya juga salah paham, Aku zein. Baiklah anak istriku sudah menunggu di rumah. Nek, kek mas, maaf sudah membuat keributan di toko kalian* ucap zein.


*tidak apa nak, hati hati di jalan. Salam untuk keluarga mu ya* ucao kakek menepuk oelan bahu oria bernama zein itu.


Setelah keadaan toko sudah kembali stabil, rido dan perempuan yang bernama camelia itu pun juga ikut pamit. Dian, amel, kakek dan nenek kembali melanjutkan kegiatan mereka.


*Halo tante, apa kabar, tumben menelpon ku* ucap camelia saat sudah di perjalanan bersama rido.


*Sayang kamu sedang di jalan ya* yuni.


*Iya tan, gimana kalo nanti aja kita ngobrolnya di buetiqu tan, aku liat koleksi terbaru di sana* camelia mencoba memberi ide, karena dia teringat akan tawaran yuni tempo hari.


*Ah baiklah sayang. Ide bagus. Ya sudah kalau gitu sampai ketemu di sana ya sayang* yuni mematikan telponnya.

__ADS_1


*Siapa* tanya rido.


*Tante yuni, teman arisan mama, dia juga pelanggan setia di buetiqe langganan ku itu*


*Ooh* jawab rido singkat. Dan lembali fokus ke jalanan.


*Kita ke aoerteman mu lagi, Apakah kau merindukanku sayang* tanya camelia, rido hanya tersenyum nakal.


*Kau ini, baru juga kemarin sore berolaraga dengan ku, sekarang udah mau lagi* camelia.


*Siapa suruh kamu jadi wanita yang membuat ku selalu candu* ucap rido.


Begitulah rido, kadang dia bersikap sangat romantis, kadang manja, kadang pemarah, dan pencemburu. Bahkan rido pernah menghukum camelia hanya karena camelia tak mau menuruti kemauannya.


Jika saja rido bukan anak orang kaya dan pemilik tunggal perusahaan ternama, sudah lama camelia meninggalkannya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2