Menantu Buangan

Menantu Buangan
menyesal jomblo


__ADS_3

Dian merasa legah mendengar keterangn dari dokter yang tengah menjelaskan hasil ronsen pada lengan amel. Karena tak ada luka dalam, hanya memar dan masih bisa di sembihkan dengan salap.


*Mulai sekarang, kau akan tinggal dimana, apa mau pulang ke kampung dulu* tanya dian pada amel, saat mereka tengah di perjalanan yang tak tau arah nya.


*Aku gak akan pulang sebelum sukses kak. Itu janji ku pada ayah dan ibu, lagian kan aku juga masih kuliah* jawab amel.


*Kan kuliah nya online sayang. Gak apa kalau mau istirahat di kampung dulu* dian.


*Gak kak, kayak nya aku mau cari kos kosan dulu, sekalian mau cari kerjaan baru* amel.


*Gimana kalau kamu tinggal di aperteman aku aja. Dari pada gak di tempati juga* tawar dian.


*Gak usah kak. Aku cari kos aja. Gak enak nanti sama ortu kakak, lagian mana sanggup aku bayar sewa nya* jujur amel.


*Apaan sih, itu apertemen punya ku pribadi, hasil dari tabungan dari SMA sayang. Lagian mama papa juga gak pernah perduli apa pun yang aku beli. Mereka lebih mikirin bisnis*


*Wah, hebat ya, dSMA aja udah punya apertemen. Barapa jajan kakak*


*Haha, aku gak pernah di kasih jajan, di kasih nya cuma kartu, jadi gak tau berapa*

__ADS_1


*Holang kaya mah bebas* amel. Mereka berdua tertawa lepas.


*Jadi gimana, mau ya* dian masih menunggu jawaban amel.


*Benaran gak apa, yakin mau kasih tumpangan gratis* amel.


*Iii, kamu ya* dian menarik hidungbmancung amel dengan gemas..


...****...


^^^*Makasih wid, maaf menyusahkan klian semua* jina merasa bersalah.^^^


Baru beberapa langkah widia meninggalkan nya, juna bangkitbdan memeluk widia dari belakang.


*Maafkan aku, aku buta selama ini. Aku tidak melihat ada bidadari yang selalu setia menanti ku, aku malah mencari yang tak pasti akan ku miliki, aku terlalu banyak membuat kau sakit hati dan kecewa* juna.


*Tidak apa. Aku tidak oernah marah dengan siapapun. Nama nya juga perasaan, tidak bisa di paksakan* widia mengelus tangan yang melingkar di perutnya dengan lembut, lalu melepaskannya. Ia tak ingin terlena hanya karena perasaannya selama ini pada juna.


Juna tertegun melihat kepergian widia. Ada rasa bersalah yang begitu besar di hatinya.

__ADS_1


*el, tolong cek laporan keuangan bulan ini ya* tutur widia saat meninggalkan juna.


*Aaa ii iya, Baik kak* mery yang tengah terlamun melihat adegan pelukan tadi kaget saat menerima intruksi dari widia.


*Kenapa akhir - akhir ini selalu ada adegan romantis yang tuhan pertontonkan di depan mata kepala ku secara nyata*


*Kesian kali nasib jomblo, sudahlah jomblo, gak ada yang pernah mau pernuangkan* gumam mery.


*Kak, kamu gak sendiri, ingat aku juga jomblo. Kapan ya kita bisa dapat pria tampan, baik, sopan, kaya raya seperti bang juna dan bang dian itu* elda juga ikut berharap.


*Begitulah manusia, tak pernah puas dengan apa yang di miliki, sulit untuk menyadari ketulusan orang lain, dan selalu menyesal ketika sudah tiada*


Eeeiittt...


Tunggu, kisah juna dengan widia belum selesai kok, kita nantikan aja kelanjutannya gimana ya..


Tenang, baru awal kok, belum juga pertengahan apalagi akhir. Hehehe..


🗣️Apaan sih thor, Sok ngelawak deh..

__ADS_1


🧕Masalah buat loo. ??!🤭🤭


__ADS_2