Menantu Buangan

Menantu Buangan
Dari Siapa ?


__ADS_3

Dengan berat hati juna kembali melangkah menghampiri ce vie.


*Ce, apa kabar, lama tidak kesini* juna basa basi.


*Ai baik, you kenapa seperri mau kabur dari ai* tanya ce vie dengan gaya tangan di pinggang.


*Tidak, siapa yang mau kabur. Aku mau keluar cari makan siang. Tadinya mau ajak anggota cece, tapi karna aku kihat ada mobil cece ya gak jadi, karna pasti cece akan mengomel jika aku membawa mereka semua pergi makan* juna mencari alasan panjang lebar.


*Alasan you. You mau ajak amel saja kan. Pakai alasan segala you. He, macam ai tak pernah muda saja*


*Mana ada gitu ce, jangan suuzon* juna.


*Sana pelgi you. Amel gak ada* usir ce vie.


*Amel kemana ce, kok gak ada* juna kepancing.


*Ha kan, you ketahuan bohong nya. You bilang tadi lain, sekarang lain lagi. Aduh you itu ya. Udah tua gak ada ahklaknya* ce vie.


*Ahlak ce, bukan ahklak* juna.


*Iya itu lah pokok nya. Dia pelgi ke warung sayor, dia mau masak buat kita olang* ce vie.


*Kalau gitu aku nanti numpang makan sini aja ya ce* juna.

__ADS_1


*Haa, no. Ini khusus buat kita olang saja, you gak di undang, makan you banyak*


*Ce, ayo lah ce. Please* juna mengatup dua tangannya.


*Malas. You tanya sama yang masak sahaja nanti*


*Oke, siap. Saya akan tunggu kepulangan dinda amelia* ucap juna bersemangat. Ce vie hanya geng geng kepala dan masuk ke dalam tokoh meninggalkan juna sendiri yang duduk di depan meja kasir sambil melihat widia yang sibuk melayani konsumen.


*Widia, kau sebenarnya cantik, baik dan perhatian. Tapi hati ku sudah menganggap kau seperti saudara perempuan bagi ku* batin juna.


*Assallamualaikum* amel datang dengan menenteng dua plastik berisi sayur mayur dan ikan serta ayam.


*Waalaikum salam, jawab semua yang ada dalam tokoh termasuk orang yang datang berbelanja.


*Tidak usah bang. aku bisa kok. Aku ke dapur dulu ya* amel melenggang masuk.


* Sana kejar bang, jangan bengong* bisik mery yang lewat di samping juna. Juna tersadar dan segera berlari mengejar amel.


*Setelah puas berkwcimoung di dapur akhirnya santapan buat makan siang yang amel masak selesai dengan teoat waktu dan terlihat sangat sempurna.


*Mel, aku boleh numpang makan juga gak di sini* tanya juna yang dari tadi hanya duduk di meja makan sambil melihat kelihaian amel dalam mengolah makanan.


*Ya boleh lah. Tapi bayar hahaha* canda amel.

__ADS_1


*Gak apa bayar, asalkan boleh* jawab juna berbunga bunga.


...*******...


Di kantor Dian


*Oke, saya rasa meeteng kita hari ini selesai, saya tunggu hasilnya tiga hari lagi di meja saya. Terima kasih* Dian menutup rapat dengan karyawannya.


*Baik pak* jawab semua karyawan serentak.


Dian masuk ke ruangan nya dan duduk di sofa yang ada di sana.


*Aaaa, alhamdulillah. Semoga tender ini sukses seperti tender sebelumnya* gumam nya sambil tersenyum melonggarkan dasi.


*Tok tok tok* terdengar ketukan pintu.


*Masuk* dian.


*Maaf pak, ini tadi ada abang ajol mengantarkan ini, katanya untuk bapak* ucap Sekretaris nya.


*Ya sudah, taru saja di sini. Terimakasih sinta*


*Sama sama pak, saya permisi* sinta sang sekretaris pun kuluar setelah dian menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2