
Flashback
*Tenanglah kami ada disini, kau aman sekarang* dian menennagkan amel yang masih agak syok.
*Mel, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kamu bisa ada di dalam labor itu* tanya slaah satu teman dian.
*Aku juga gak tau kenapa bisa sampai bisa ada di dalam. Yang aku ingat tadi sebelum pulang aku di kasih es coklat oleh erin, katanya tanda terima kasih nya karna kemarin aku bantuin dia mengerjakan tigas sekolah*
*Setelahnya aku tidak ingat apapun lagi. Tiba tiba aku sudah berada di dalam sana dengan keadaan ruangan gelap, pengap dan pintu terkunci* jelas amel apa adanya.
*Maksud kamu erina sartika* dian memperjelas nama yang amel sebut barusan.
*Iya kak, erina sartika ketua gang exise itu* jawab amel.
*Brarti semua ini kerjaan dia bro, itu anak selalu cari masalah ya, gak ada kapok nya. Padahal kemarin udah di kasih peringatan sama kepsek* teman dian merasa geram.
*Aku juga gedek kali liat tu cewek, bukannya menjaga nama baik gang nya malah selalu cari masalah*
*kita lapor aja sama kepsek besok*
__ADS_1
*Setuju, aku juga udah bosan di kejar kejar sama si erni*
Teman teman dian sepakat ingin melaporkan gang exise tersebut ka kepala sekolah.
*Udah, udah. jangan berburuk sangka dulu. Kita harus cari buktinya dulu. Kalau tidak terbukti dia yang melakukan ini sama amel, bisa jadi fitnah* dian menengahi.
*Iya kak, aku juga gak mau ambil resiko kalau terjadi sesuatu nanti sama kita semua, mereka kan licik* amel menambahi.
*Ya sudah kamu kita antar pulang aja, bahaya kalau kamu pulang sendiri dalam keadaan lemah gini* ujar dian.
*Maaf bro, gue sama yuda mau ke tokoh buku dulu, gak bisa ikut ngantar amelia, gak apa kan mel*
*Aku gak bisa juga bro harus pulang cepat, mami ku mau di temani belanja bulanan*
*Gue sih gak ada alasan apapun yan, tapi kan arah rumah gue sama ni denga rido, jadi gue nebeng rido aja, kalau ikut loh nanti kejauhan lo ngantar gue pulang, kan rumah amel juga beda arah sama rumah gue* jawab reza cerdas.
*Alaaa, sama aja itu alasan za, gak asik loh* dian meninju pelan bahu reza.
*Udah kak, aku bisa pulang sendiri kok, tapi aku pinjam hp ya, mau pesan taxi. Hp ku low* amel merasa tak enak hati melihat para sahabat itu berdebat.
__ADS_1
*Ooh, no. Kamu dian yang antar, lagian di luar hujan loh, banyak petir. Mana ada taxi online mau keluar kandang* reza sok tau.
*Ya aku yang akan antar kamu, no nolak nolak. Ayo kita jalan sekarang* dian bangkit menarik tangan amel dan melangkah meninggalkan teman temannya.
Baru beberapa langkah..
*Aaauu* amel berteriak pelan dan memegang kakinya.
*Kenapa mel* dian berhenti melangkah mendengar teriakan amel.
*Bro, kaki amel berdarah tu* teriak rido yang masih berada di tempatnya.
*Astaga, ini kenapa mel, kamu di apain sama mereka tadi. Kok bisa luka gini* dian berjongkok di kaki amel.
*Ini bukan karna ulah mereka kak. Tapi tadi pas mencoba membuka pintu tanpa sengaja aku tersenggol botol kaca di labor, mungkin aku tadi keinjak serpihan nya* jelas amel.
*Ceroboh sekali* dian membuka dasi yang masih terganting di lehernya dan mengikatkan ke pergelangan kaki amel.
*Sudah, nanti kita mampir di klinik terdekat aja. Ini harus di bersohkan dan di obati biar gak infeksi* ucap dian. Lalu menggendong amel bagaikan anak kecil.
__ADS_1
Teman temannya yang menyaksikan adegan itu melongo, mereka tak menyangka seorang amelia bisa membuat hati dian yang susah di luluh oleh wanita manapun, sekarang bagaikan kerupuk yang di masukan ke dalam air..
Bersambung.......