Menantu Buangan

Menantu Buangan
Pertikaian


__ADS_3

Saat dian memasukkan barang barang amel.ke dalam mobilnya, juna datang ntah dari mana dan memarkirkan mobilnya di depan toko dengan segera.


*Pria itu lagi. Pasti dia mau mencari perhatian amel lagi*


*Tidak akan aku biarkan itu terjadi. Amel hanya milik ku* gumam juna mengebu gebu.


Namun baru saja mendekati toko, Amel dengan mata sembab karena sibuk menangis bersama tiga kakak ketemu gede nya itu.


*Kenapa amel menagis sesugukan begitu*


*Mereka juga. Ada apa ini. Awas saja kalau amel menangis karena lelaki brensek itu. Akan ku bunuh dia* lagi lagi juna emosi dan mempercepat langkah nya menuju toko tempat amel bekerja.


*Sayang, sudah jangan nagis lagi. Nanti kan bisa main lagi ke sini* Tutur dian membelai rambut amel penuh kasih sayang.


*Iya mel, kita kan masih bisa ketemu* Tambah elda.


*Tapi amel sedih kak. Klian udah kayak kakak amel benaran. Selama amel disini klian la keluarga amel* amel.


*Sudah, sudah, dian cepat bawah yang tersayang mu ini pergi, sebelum toko ini banjir air mata nanti* ledek widia memecah suasana.


*Apa, yang tersayang* juna terkejut mendengar penuturan widia barusan.


*Mmmm, itu eee...* mery bingung mau menjelaskan bagaimana kepada juna. Karena takut juna tambah patah hati nanti jika tau kebenarannya.

__ADS_1


*Iya, Amel kan kesayangan kami semua, kenapa. Ada yang salah* tanya widia pada juna, dengan sedikit berkila agar juna tak terlalu patah hati.


*Otak mu memang cerdas kak. Aku sudah bingung tadi mau jawab apa* batin mery.


*Syukurlah kak widia topcer* batin elda.


*Amel, kamu mau kemana, dan pria ini. Kenapa ada di sini*


*Dan kalian semua kenapa menangis, apa pria bajingan ini membuat masalah ha* tanya juna emosi.


*Aku udah gak kerja di sini lagi bang* jawab amel jelas.


*Tapi kenapa, apa karna pria ini* juna menunjuk dian.


*Kenapa anda bawa bawa saya, saya tidak ada sangkut pautnya dengan keputusan amel berhenti bekerja di sini* dian tak terima di tuduh oleh juna.


*Bang, cukup. Aku berhenti bukan di suru oleh siapa pun. Tapi murni karna keinginan ku sendiri. Lagian abang siapa berani nuduh orang sembarangan gitu* amel emosi karena hampir saja juna melayangkan tinju ke wajah dian.


*Kak, ayo kita pergi sekarang, aku gak suka sama orang kasar dan asal tuduh* Amel menarik tangan dian.


Namun sebelum dian ikut melangkahkan kaki nya juna dengan emosi yang berkobar mengambil kayu yang biasa di pakai untuk stok pramuka yang tak jauh dari nya. Dan segera ingin memukul pundak dian dari belakang.


*Awaaaaaas* teriak mery. Amel yang mendengar teriakan mery berbalik badan dan menghalagi kayu tersebut menyentuh tubuh dian. Alhasih lengannya yang di hantam kayu tersebut, sehingga amel meringis kesakitan.

__ADS_1


*Amel, kamu tidak apa apa* dian naik pitam karena ulah juna yang sudah menyakiti amel.


*Kak, tolong bantu amel, akan ku habisi manusia iblis ini* geram dian.


Beberapa pukulan mengenai wajah dan perut juna, juna tak melawan sedikitpun. Bukan karna dia lemah tapi dia sadar telah menyakiti orang yang dia cintai.


*Kak, sudah. Jika kau terus memukulnya, apa beda nya kau dengan dia* ucap amel pada dian.


Dian berhenti dan berlari ke arah amel.


*Sayang, maafkan aku, gara gara aku kau jadi terluka begini* dian memeluk amel yang masih terisak.


*Sebaiknya bawa amel ke dokter saja, aku takut nanti tangan amel mengalami cederah yang serius Karna kayu itu sangat keras dan kuat* saran widia pada dian.


Dian lansung membantu amel berjalan menuju mobilnya di bantu oleh mery.


*Amel, maafkan aku. Aku tidak bermaksud..* juna mencoba berdiri menghampiri amel yang sudah ingin masuk ke dalam mobil.


*Sudahlah. Tidak apa, tidak ada yang perlu di maafkan, semoga hal seperti ini tidak terulang lagi* amel tetap tenang walau lengannya terasa sangat ngilu di dalam sana.


Widia di bantu oleh dua temannya membereskan barang barang yang berserakan di lantai akibat perkelahian juna dan dian tadi.


*Kak wid, sebaiknya kau obati dulu luka memer nya bang juna, kesihan sepertinya dia kesakitan* saran mery dan di benarkan oleh elda.

__ADS_1


Dengan hati campur aduk, widia membersihkan dan mengobati luka yang ada di wajah juna. Walaupun sebenarnya dia memang ingin mengobatinya dari tadi tanpa di sarankan oleh mery. Tapi dia takut salah langkah dan membuat juna tambah marah lalu pergi lagi.


Bersambung......


__ADS_2