Menantu Buangan

Menantu Buangan
Tenang


__ADS_3

*Tenang kak, Aku tinggal di sana. jadi aman kok. Kan ada security 24 jam, aku juga sering kok duduk sendiri di sini melihat orang laku lalang kalau lagi bosan* amel menunjuk deretan gedung megah yang ada di seberang jalan.


*Kau tinggal di sana, wah udah jadi holang kaya sekarang ya. Alhamdulillah* ucap widia senang.


*Hahaha bisa aja kak, itu milik kak dian* jujur amel.


*Ha dian, klian udah nikah ya* widia.


*Belum kak, aku tinggal di sana sendirian kok, alias di kasih tumpangan* amel.


*Jadi klianntinggal satu atap tanpa hubungan yang sah* widia.


*Tidak kak. dia kan tinggal di rumah orang tuanya* amel.


*Emang dian itu orang indonesia ya, kok punya rumah di sini juga orang tuanya* widia.


*Jadi menurut kakak gimana* amel malah nanya balik.


*Iii kamu ini, aku serius nanya ini* widia.


*Dia balsteran kak. Ayah nya itali ibu nya pakistan, dan ibu sambungnya bandung* jelas amel singkat.


*Ooooh gitu, pantas ganteng bangat. Eh tunggu ibu sambung, maksudnya...*


*Ibu kandungnya udah meninggal sejak dia masih berusia 2 tahun karena suatu penyakit, jadi ayah nikah lagi* jelas amel sesuai yang ia tau.


*Iya paham paham. btw mana tu anak. Kok gak pernah keliatan lagi. Sama kek kamu ngilang* widia duduk di samping amel.


*Dia ada, sekarang lagi ada acara kantor nya* jelas amel.


*Oh iya kakak sama bang juna mau kemana, kok bisa lewat sini* tanya amel balik. Amel tak mau membahas dian saat ini.


*Dia ingin makan aneh aneh sejak hamil. kalau gak di turuti merajuk dan ngamuk ngamuk terus* jelas juna.

__ADS_1


*Ooh jadi kamu terpaksa ni, nuruti kemauan baby* widia ingin bangkit tapi dengan sigap juna menahannya.


*Eee, tidak sayang. Aku gak terpaksa kok. Sumpah* sebelum widia merajuk juna segera mencegahnya. Amel tertawa melihat tingkah suami istri ini.


**Halo bos, nona amel sekarang di halte depan apertemen, tapi ada sepasang pasutri yang datang menghampirinya*


*Siapa mereka pak* tanya dian.


*Saya tidak oermah melihat mereka sebelumnya bos*


*Mereka nagapain*


*Sepertinya hanya mengobtol biasa saja, dan kelihatannya mereka sangat akrab*


*Akrab, amel tidak memiliki saudara di sini. Semua keluarganya ada di kampung* Gumam dian.


*Bisa bapak fotokan wajah orang nya* pinta dian lagi.


*Baik bos,Segera saya kirimkan**


Ting...


sebuah pesan masuk, yang menampilkan foto tiga orang didalam nya.


*Oh, mereka rupanya. Pantas akrab* dian tersenyum legah.


*Terus awasi ya, sampai amel masuk ke aperteman* balasnya lagi pada sang detektif.


...******...


*Pokok nya mama gak setuju kalau wanitq miskin itu nikah sama anak kita*


*Mama lupa asal kita dari mana dulu nya*

__ADS_1


*Tidak, mama tidak lupa, tapi kan kita berjiang sama sama, beda dengan mereka*


*Apa bedanya ma, mereka juga berjuang sama sama dalam membangun cinta*


*Susah ngomong sama papa, keputusan mama sudah bulat dian akan mam jodohkan dengan anak teman mama*


*Mmmm coba saja kalau berhasil*


Baskara pergi ke kamar yang ada di lantai 2. Dia sudah biasa menghadapi istrinya yang selalu egois ini. Jika di layani terus menwrus tidak akan ada habisnya.


*Papa, mama bum selesai bicara* triak yuni.


*Papa capek ma, mau istirahat, mama ngoming aja sama bik ju*


*Iiiii. Papa menyebalkan* yuni tambah emosi.


...******...


*Sayang, kenapa cepat sekali, bahkan kita belum melakukannya* ucap seorang wanita seksi pada seorang pria yang menjadi kekasihnya.


*Aku ada rapat penting 30 menit lagi, jika kita melakukannya sekarang, bisa bisa aku terlambat nanti. Dan papa akan mengomeliku lagi* jawab pria itu merapikan pakaiannya.


*Ya sudah, nanti malam ya, aku sudah rindu pada mu* wanita itu berkata dengan gaya mengoda.


*Kau ini, rindu setiap hari. Dan selalu saja begitu. Ya sudah rapikan pakaian mu, aku antar pulang sekarang* titah sang pria.


* Tidak, kau pergilah duluan, aku mau shoping dulu, ada tas pengeluaran terbaru yang ingin aku beli di toko langganan ku*


*Ya sudah, terserah pada mu, Aku pergi, nanti aku hubungi. Jangan lupa kunci pintu nanti, I love you* pria itu pun mencium singkat wanita tersebut, lalu pergi meninggalkan wanita kesayangannya. Ya wanita yang selalu membuatnya puas di atas ranjang.


*I love you too* balas sang wanita tersenyum manis. Dan berkata dalam hati.


* Tentu saja aku selalu merindukan mu sayang, selain kau jago dalam memuaskan ku, kau juga ATM ku*

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2