
*Tenang kak, Aku tinggal di sana. jadi aman kok. Kan ada security 24 jam, aku juga sering kok duduk sendiri di sini melihat orang laku lalang kalau lagi bosan* amel menunjuk deretan gedung megah yang ada di seberang jalan.
*Kau tinggal di sana, wah udah jadi holang kaya sekarang ya. Alhamdulillah* ucap widia senang.
*Hahaha bisa aja kak, itu milik kak dian* jujur amel.
*Ha dian, klian udah nikah ya* widia.
*Belum kak, aku tinggal di sana sendirian kok, alias di kasih tumpangan* amel.
*Jadi klianntinggal satu atap tanpa hubungan yang sah* widia.
*Tidak kak. dia kan tinggal di rumah orang tuanya* amel.
*Emang dian itu orang indonesia ya, kok punya rumah di sini juga orang tuanya* widia.
*Jadi menurut kakak gimana* amel malah nanya balik.
*Iii kamu ini, aku serius nanya ini* widia.
*Dia balsteran kak. Ayah nya itali ibu nya pakistan, dan ibu sambungnya bandung* jelas amel singkat.
*Ooooh gitu, pantas ganteng bangat. Eh tunggu ibu sambung, maksudnya...*
*Ibu kandungnya udah meninggal sejak dia masih berusia 2 tahun karena suatu penyakit, jadi ayah nikah lagi* jelas amel sesuai yang ia tau.
*Iya paham paham. btw mana tu anak. Kok gak pernah keliatan lagi. Sama kek kamu ngilang* widia duduk di samping amel.
*Dia ada, sekarang lagi ada acara kantor nya* jelas amel.
*Oh iya kakak sama bang juna mau kemana, kok bisa lewat sini* tanya amel balik. Amel tak mau membahas dian saat ini.
*Dia ingin makan aneh aneh sejak hamil. kalau gak di turuti merajuk dan ngamuk ngamuk terus* jelas juna.
__ADS_1
*Ooh jadi kamu terpaksa ni, nuruti kemauan baby* widia ingin bangkit tapi dengan sigap juna menahannya.
*Eee, tidak sayang. Aku gak terpaksa kok. Sumpah* sebelum widia merajuk juna segera mencegahnya. Amel tertawa melihat tingkah suami istri ini.
**Halo bos, nona amel sekarang di halte depan apertemen, tapi ada sepasang pasutri yang datang menghampirinya*
*Siapa mereka pak* tanya dian.
*Saya tidak oermah melihat mereka sebelumnya bos*
*Mereka nagapain*
*Sepertinya hanya mengobtol biasa saja, dan kelihatannya mereka sangat akrab*
*Akrab, amel tidak memiliki saudara di sini. Semua keluarganya ada di kampung* Gumam dian.
*Bisa bapak fotokan wajah orang nya* pinta dian lagi.
*Baik bos,Segera saya kirimkan**
Ting...
sebuah pesan masuk, yang menampilkan foto tiga orang didalam nya.
*Oh, mereka rupanya. Pantas akrab* dian tersenyum legah.
*Terus awasi ya, sampai amel masuk ke aperteman* balasnya lagi pada sang detektif.
...******...
*Pokok nya mama gak setuju kalau wanitq miskin itu nikah sama anak kita*
*Mama lupa asal kita dari mana dulu nya*
__ADS_1
*Tidak, mama tidak lupa, tapi kan kita berjiang sama sama, beda dengan mereka*
*Apa bedanya ma, mereka juga berjuang sama sama dalam membangun cinta*
*Susah ngomong sama papa, keputusan mama sudah bulat dian akan mam jodohkan dengan anak teman mama*
*Mmmm coba saja kalau berhasil*
Baskara pergi ke kamar yang ada di lantai 2. Dia sudah biasa menghadapi istrinya yang selalu egois ini. Jika di layani terus menwrus tidak akan ada habisnya.
*Papa, mama bum selesai bicara* triak yuni.
*Papa capek ma, mau istirahat, mama ngoming aja sama bik ju*
*Iiiii. Papa menyebalkan* yuni tambah emosi.
...******...
*Sayang, kenapa cepat sekali, bahkan kita belum melakukannya* ucap seorang wanita seksi pada seorang pria yang menjadi kekasihnya.
*Aku ada rapat penting 30 menit lagi, jika kita melakukannya sekarang, bisa bisa aku terlambat nanti. Dan papa akan mengomeliku lagi* jawab pria itu merapikan pakaiannya.
*Ya sudah, nanti malam ya, aku sudah rindu pada mu* wanita itu berkata dengan gaya mengoda.
*Kau ini, rindu setiap hari. Dan selalu saja begitu. Ya sudah rapikan pakaian mu, aku antar pulang sekarang* titah sang pria.
* Tidak, kau pergilah duluan, aku mau shoping dulu, ada tas pengeluaran terbaru yang ingin aku beli di toko langganan ku*
*Ya sudah, terserah pada mu, Aku pergi, nanti aku hubungi. Jangan lupa kunci pintu nanti, I love you* pria itu pun mencium singkat wanita tersebut, lalu pergi meninggalkan wanita kesayangannya. Ya wanita yang selalu membuatnya puas di atas ranjang.
*I love you too* balas sang wanita tersenyum manis. Dan berkata dalam hati.
* Tentu saja aku selalu merindukan mu sayang, selain kau jago dalam memuaskan ku, kau juga ATM ku*
__ADS_1
Bersambung.....