
*Amelia, Mau kah kau menikah dengan ku* Dian melamar amel di sebuah lestoran mewah. Bertepatan saat itu adalah acara ulang tahun bisnis nya.
*Kak, aku ...* amel bingung bercampur syok mendengar ungkapan dian barusan di tambah lagi dian berlutut dengan mengulurkan sebuah kotak kecil berwarna hitam list keemasan yang berisi cincin permata di depan para rekan bisnis dan teman teman nya.
* Terima, terima, terima* sorak semua tamu yang ada di sana.
*Kak, aku takut jika aku menerima mu, nanti kau akan menyesal dan meninggalkan ku, aku hanya seorang perempuan biasa, sedang kan kau, kau anak seorang pengusahan sukses. Bahkan kau pun sekarang seorang pemilik perusahaan ternama, Dan aku juga ...* Perkataan amel terjedah..
*Tak ada kata menyesal dalam hidupku. Kau adalah wanita istimewa bagi ku. 8 tahun aku meyakinkan diri ku untuk melamar mu. Dan sekarang lah saat yang tepat. Dan ingat Apapun rintangan kedepannya nanti kita hadapi sama sama* dian berdiri dan menggenggam kedua tangan amel. Amel mengangguk dan tersipu malu.
*Yeeeeee,,,* sorak tamu undangan.
*Terimakasih, aku tak akan menyia nyiakan mu, aku berjanji akan selalu ada di sisi mu* janji dian yang di saksi kan oleh banyak orang.
*DIAN BASKARA* teriak seorang perempuan berparas cantik, bergaya elegan yang berusia sekitar 48 tahun.
Dian dan amel yang tengah berpelukan sontak kaget melihat kedatangan wanita tersebut.
__ADS_1
*Mama* Dian melepas pelukannya dan mengajak amel mendatangi wanita yang ia panggil mama itu.
*Kenapa mama ada di sini. tadi sore mama bilang gak bisa datang, mana papa* tanya dian yang mencari keberadaan sang ayah.
*Tidak penting dimana papa mu. Mama tidak setuju dengan keputusan mu barusan* ucap wanita itu tegas.
*Yang mana* dian bingung. Sementara amel hanya menundukkan kepalanya di belakang punggung dian, dia sudah tau apa maksud perkataan wanita itu.
*Sini kau jal*ng, dasar miskin, melarat. Pasti kau hanya ingin harta anak ku saja kan. Pergi kau dari hidup anak ku* wanita itu menarik tangan amel dan mendorong amel secara kasar. Semua mata tertuju pada mereka.
*Mama, apa apaan ini* dian tak menyangka ibu yang selama ini lemah lembut kepadanya kini berbuat kasar pada wanita yang dia cintai.
*Maaf tante, jika memang tante tidak suka dengan saya tidak masalah, tapi tolong jangan hina saya* tutur amel dengan hati yang hancur.
*He, sok suci. Kamu kira saya tidak tau apa tujuan mu mendekati anak saya* ucap wanita bernama yuni tersebut.
*Mama, cukup. Jika hanya ingin merusak acaraku dan menyakiti perasaan amel, sebaiknya mama pulang saja* ucap dian.
__ADS_1
*Ooo, berani melawan mama kamu sekarang ya. Kau lihat jal*ng, ini semua pasti karna pengaruh baruk mu, sehingga anak ku melawan pada ku* lagi lagi yuni menuduh amel.
*Tante, saya tidak pernah memperngaruhi siapapu, jadi jaga ucap.....* belum selesai amel menjawab ucapan ibu dari orang yang ia cintai itu. Datang seorang pria yang tak lain tak bukan adalah ayah dian.
*Sudah hentikan. Apa kalian tidak malu ribut di depan banyak orang begini* ucap baskara ayah dian.
*Papa* ucap dian dan ibu nya serentak.
*Ma, pulang sekarang. Anak mu sudah dewasa, dia sudah tau mana yang terbaik dan mana yang tidak untuk nya. Jadi mama tidak perlu ikut campur urusannya, apalagi amslah hati*
*Papa, papa mau membelah wanita kampungan ini* mama dian.
*Papa tidak membela siapapun, papa yakin dia bisa membuat anak kita bahagia. Ayo pergi* baskara menarik paksa tangan istrinya.
*Papa, lepaskan. Mama tidak sudih memiliki menantu seperti dia pa. Dia hanya orang miskin yang ingin harta anak kita saja* brontak yuni.
*Diam dan ikut aku atau aku ceraikan kau* ancam baskara. Yuni terdiam dan mengikuti langkah suaminya meninggalkan ruangan dimana acara dian di adakan dengan hati yang membenci Amel.
__ADS_1
Bersambung.....