
Amel mengambil tasnya yang ada di meja dan berlari keluar. Rasanya ingin sekali dia memukul wanita tadi, ingin sekali ia berteriak. Namun apa daya dia sadar jika dia memang hanya orang susah.
*Amel, amel tunggu* dian yang baru sadar amel meninggalkan ruangan berlari mengejar.
*Lepaskan aku kak. Sudah ku duga orang tua mu pasti tidak akan merestui hubungan kita. Ini juga alasan ku dari dulu tak berani menjadi kekasih mu* ucap amel dalam pelukan dian.
*Yang menjalankan hubungan ini kita berdua, bukan mama dan papa. Jadi please jangan pergi dan tetaplah selalu di sisi ku* mohon dian.
*Maaf kak. Aku tidak mau menjadi duri dalam keluarga kalian. lepaskan aku, aku butuh waktu sendiri* Dian dengan berat hati melepas pelukannya dan membiarkan amel pergi.
*Halo pak, ikuti amel ya. Laporkan pada ku apapun yang dia lakukan* Dian tak diam saja melepas kepergian amel. Dia menelpon seseorang untuk terus mengawasi kekasihnya itu.
...*******...
*Kita mau makan apa, apa mau makan bakso bang boy lagi* juna bertanya pada Widia. Saat ini mereka tengah di perjalanan mencari makan malam.
*Tidak, tidak. aku sudah bosan makan bakso. Gimana kalau kita makan nasi goreng seefood yang ada di persimpangan jalan di ujung sana* Widia menunjuk arah tujuan mereka.
*Baiklah tuan putri, laksanakan* ucap juna melajukan mobilnya.
Saat mereka tengah bercerita dan bercanda tanpa sengaja mereka melihat seorang perempuan dengan gaun tosca tengah duduk di sebuah halte yang sepi sambil menangis.
*Kesian sekaki wanita itu, pasti abis putus cinta* ucap juna.
*Stop, stop bang.* Widia berteriak pada juna sehingga juna ngerem mendadak.
*Aduuh. Kamu mau bunuh aku sama baby ya* omel widia.
__ADS_1
*Maaf sayang. kamu sih minta stop dadakan, maaf ya...* juna mengusap kepala widia.
*Mmm malas* widia mau keluar dari mobil dan ingin menghampiri wanita yang ada di halte.
*Sayang, mau kemana. Kan aku udah minta maaf* juna mengira sang istri merejuk.
*Coba kamu lihat baik baik, sepertinya aku kenal wanita itu* tutur widia sambil mengingat siapa wanita itu.
*Iya, aku juga seperti pernah melihat nya. Tapi siapa ya..* juna oun ikut berpikir.
*Amelia* ucap mereka kompak.
*Mundur bang, itu pasti amel* perintah widia. juna pun memundurkan mobilnya.
Dan akhirnya mereka berdua turun dari mobil dan enghampiri wanita itu.
*Maaf, kamu amelia bukan ya* tanya widia hati hati, takut salah orang.
*Kak widia. Iya aku amel kak* amel memeluk widia erat.
*Aauu..* widia merintih pelan.
*Maaf maaf. Kak, kakak sedang .....* tanya amel. Widia mengangguk dan tersenyum.
*Kapan kakak nikah. Kok ngak ngundang aku. Jahat bingit ih* omel amel.
*1 tahun lalu kami menikah. Tidak pesta cuma acara biasa saja, yang penting sah* Juna menjawab.
__ADS_1
*Bang juna, jadi kalaian berdua sudah* amel menggantung ucapannya. Karna widia sudah mengangguk duluan..
*Aaaa. Selamat ya.. Semoga kalian bisa menjadi keluarga yang samawa dan buat baby nya sehat selalu, aku bahagia melihat kalian bersama sekarang* Jujur amel.
*Terima kasih mel* ucap juna dan di angguki amel.
*Kau ngapai di sini malam malam sendirian. Apa lagi nunggu takxi* tanya widia.
*Gak kak, aku cuma mau duduk duduk aja di sini. Cari angin* bohong amel.
*Ngibul. Tadi aku liat kamu nangis kok. Ini juga pakai gaun. Abis putus cinta ya atau abis di labrak istri orang* tuding widia.
*Sayang* juna mencoba membuat istrinya diam karena sejak hamil selalu mengoceh tak jelas.
*Iii sangat kejam tudahan nya...(Cemberut)
Aku tadi dari pesta teman. Jadi malas ceoat cepat pulang. makanya santai di sini dulu, trus mata ku lelilipan* lagi lagi amel berbohong.
*Ya sudah kita antar kamu pulang, gak baik anak gadis sendirian di jalanan kek gini. Sepi lagi, kalau di culik gimana* ucap widia.
*Tenang kak, Aku tinggal di sana. jadi aman kok. Kan ada security 24 jam* amel menunjuk deretan gedung megah yang ada di seberang jalan.
*Kau tinggal di sana, wah udah jadi holang kaya sekarang ya. Alhamdulillah* ucap widia senang.
*Hahaha bisa aja kak, aku masih numpang di aperteman kak dian* jujur amel.
*Ha dian, btw mana tu anak. Kok gak pernah keliatan lagi. Sama kek kamu ngilang* widia duduk di samping amel.
__ADS_1
*Dia ada........*
Bersambung....