Menantu Buangan

Menantu Buangan
Berhenti


__ADS_3

Semanjak di tolak cintanya tempo hari oleh amel juna tak lagi terlihat stay di tokoh nya.


Ntah kemana dia pergi, bag jo pun tak tau..


Ada rasa kecewa di hati widia karena juna sudah hampir 2 minggu ini tak lagi stay di toko, ingin rasanya ia marah pada amel, Namun di balik rasa kecewanya ada rasa bahagia, bahagia karena dengan amel menolak cinta juna dia masih memiliki banyak kesempatan untuk terus berusaha mendekati juna.


*Jun, kamu kemana aja, kok lama gak kelihatan*


*Kamu sakit ya*


Dua pesan yang di kirim kan widia pada juna sejak 3 hari setelah kejadian penolakan itu terjadi. Namun sampai saat ini masih belum ada balasan dari juna.


...****...


*Kak wid, kak mery, kak elda. sepertinya aku mau berhenti bekerja di tokoh ini*


*Ha, kenapa. Apa kami membuat mu tidak nyaman bekerja di sini* tanya elda.


*Iya, kami minta maaf mel kalau kami sudah membuat mu gak betah* tambah mery.

__ADS_1


*Tidak kak, bukan begitu. Aku mau coba cari pengelaman lain saja di luar sana* jelas amel.


*Mel, kalau kamu berhenti karena masalah kamu dengan juna. Aku rasa itu tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan kita* ucap widia.


*Gak kok kak. Aku serius mau coba cari pengalaman aja* amel.


*Semalam aku udah nelpon ce vie dan ce vie sudah memberi izin untuk aku berhenti. Bahkan sisa gaji ku juga sudah di transfer tadi pagi* sambung amel.


*Amel. Coba kamu pikirkan lagi. Kami sudah sangat nyaman dan senang kamu bekerja disini sama kami, terutama aku, aku sudah anggap klian bertiga adek ku sendiri, karna klian tau kan. Aku anak tunggal yang juga kehilangan orang tua waktu masih kecil, kalian lah saudaraku* widia memegang tangan amel, dan menitikkan air mata mengingat perjalanan hidupnya.


*Aku udah pikirkan ini baik baik kak. Dan ini lah yang terbaik* amel tersenyum pilu.


Ada rasa yang sulit di jelaskan di hati dan pikirannya saat ini.


*Permisi kak, amel nya ada* tanya seorang pria tampan yang keluar dari mobil tersebut.


*Maaf abang ini siapa ya* tanya elda. Karna kebetulan sore ini elda yang menjaga meja kasir, semantara widia dan mery membantu amel berkemas di kamarnya.


*Oh iya, kenalkan nama saya dian baskara, teman nya amel, panggil aja dian* dian memperkenalkan diri.

__ADS_1


*Ooo, teman nya amel ya, saya elda..Amel nya ada sih, tapi lagi siap siap di atas. Sebentar saya telpon dulu ya. Karna kalau meja kasir ini saya tinggal bisa brabeh nanti* jawab elda.


*Gak usah kak, biar saya saja yang telpon. Saya numpang duduk ya* pamit dian lalu duduk di kursi tunggu yang ada depan meja kasir, tentu nya setelah elda memberi anggukan kepala dengan hiasan senyum manisnya.


Dian menelpon amel.


**Halo yank, aku udah di bawah ya* dian.


*Oh iya, tunggu bentar ya, ini udah mau siap kok* amel.


*Oke* dian*.


*Ha, yank. Apa aku tidak salah dengar ya. Dia bilang yank kan tadi pas nelpon amel. Ah sudah lah mungkin telinga ku ini salah dengar* batin elda Lalu melanjutkan pekerjaannya.


Tak lama menunggu, amel di bantu mery dan widia yang membawakan barang barang nya pun turun ke lantai bawah. Dian yang melihat ketiga wanita itu dengan barang di tangan masing masing lansung berdiri dan mengambil barang barang tersebut.


*Sini biar saya bantu kak. Ini kan berat* Dian mengambil box berisi printilan amel dari tangan widia. Dan menarik koper dari tangan mery. Lalu memasukkan ke dalam bagasi mobilnya.


Widia, mery ternganga melihat dian yang tampan. Sementara amel hanya geleng kepala sambil tersenyum melihat ekspresi dua temannya ini.

__ADS_1


*Awas bisa lalatan tu mulut* ledek elda pada mery dan widia.


Bersambung...


__ADS_2