
*Ma, kenapa mama belum siap siap* tanya tuan baskara pada yuni yang sibuk dengan hp nya.
*Mama kan sudah bilang, mama gak akan restui dian nikah sama wanita itu* yuni.
*Ma, kamu itu kenapa sih, sudah berapa kali aku katakan, biarkan anak kita memilih jalan hidupnya sendiri, biarkan dia menentukan pilihan nya. Sudahlah, jangan egois*
*Mama bilang tidak ya tidak pa* yuni masih kekeh dengan ketidak setujuannya.
*Terserah kamu, kalau kepala batu tetap aja batu* ucap baskara lalu pergi meninggalkan yuni yang membelakanginya dengan mulut komat kamit.
*Aku ahrus gagalkan pernikahan dian, aku gak sudih punya menantu murahan dan kampungan* gumam yuni.
Flashback
*Ma, aku mohon izin dan juga doa restu dari mama. Aku akan menikahi amelia minggu depan* dian bersujud di depan yuni.
*Tidak, mama tidak akan restui kamu nikah sama wanita itu. Kamu harus nikah sama wanita pilihan mama* yuni bersikeras.
*Ma, tapi aku tidak mengenal wanita itu, dan aku juga tidak inhin menikahi wanita manapun selain amel ma* dian duduk di samping yuni sambil menggenggam tangan yuni.
*Sebenatar lagi dia akan datang. Kau bisa mengenalnya dan melihat secara lansung wanita pilahan mama. Pastinya yang terbaik buat kamu* yuni.
Dan benar saja. Tak sampai lima menit seorang wanita seusia yuni datang dengan putrinya yang tamoak begitu seksi.
__ADS_1
*Selamat siang jeng, apa kabar, maaf menunggu lama. Tadi amcet parah* ucap wanita paruh baya teman yuni.
*Tidak masalah, namanya juga ibu kota kan. Ayo duduk* sambut yuni hangat.
Dian hanya menunduk dan enggan untuk melihat tamu yuni, ntah apa yang ada di pikirannya saat ini. Di satu sisi dia mencintai amel dan ingin sekali amel menjadi istrinya, di sisi lain ia juga sangat menyayangi yuni sebagai ibu nya. ya walaupun hanya ibu sambung, tapi yuni tak pernah sekalipun memarahi dian. Yuni selalu menuriti keinginan dian.
*Sayang, kenalin ini tante feni, dan ini anaknya camelia* yuni memegang bahu dia yang masih tertunduk. Dian mengangkat kepala nya, saat mendengar nama camelia.
*Camelia, kau yang kemarin membuat keributan di toko granmapa kan* tanya dian.
*Ya, aku camelia. Mmm kamu yang...* ucapan camelia tergantung.
*Ya, itu tokoh kerabat kekasihku* sela dian cepat agar camelia tak terlalu menceritakan kejadian itu, dan agar yuni tak curiga juga.
*Ma, aku kam sudah bilang kalau aku hanya mencintai amel dan akan menikahi amel seorang* tegas dian meninggalkan tiga wanita itu, lalu pergi ntah kemana.
Di perjalanan, dian menghubungi ayahnya baskara.
*Pa, aku akan mempercepat pernikahat ku dengan amel*
*Kenapa, ada apa nak*
*Mama, mama memaksaku untuk menikahi camelia, anak teman nya*
__ADS_1
*Mama mu itu benar benar keras kepala. Ya sudah nanti papa atur semua nya*
*Terima kasih pa*
Dian melajukan mobilnya ke rumah kakek dan nenek nya, selama 4 hari dian berdiam diri disana tanpa sepengetahuan yuni. Tuan baskara pun melindungi keberadaan dian, agar yuni bisa luluh karena anaknya hilang tanpa kabar.
Namun, bukannya sadar akan ke egoisannya, yuni malah melabrak amel di depan umum. Dia mengira amel menyembunyikan dian.
*Hei, perempuan kampung, di mana kau sembunyikan putra ku ha*
*Maaf bu, saya tidak menyembunyikan siapapun, bahkan saya juga tidak tau diaman dian sekarang, sudah beberapa hari ini dia tak ada kabar* jujur amel.
*Alaaah, jangan bohong kamu ya, cepat katakan dimana anak saya, atau saya habisi kamu* ancam yuni dan menarik rambut panjang amel kebelakang.
*Jangan menuduh tanpa bukti ya bu, ini susah keterlaluan, saya. bisa tuntut anda* amel melawan. Dan menghempaskan tangan yuni yang menarik rambut indahnya.
*Oooh, berani kamu ya sama saya, dasar wanita murahan, pengemis, rendahan* yuni mencaci maki amel, dan henda menampar amel.
*Stop, tolong jangan membuat keributan di kantor kami ya, ibu mohon maaf, sebaiknya anda pergi dari sini* usir manager perusahaan tempat amel bekerja sekarang.
*Awas kamu ya. Urusan kita belum selesai* karena malu yuni meninggalkan kantor amel.
*Amel, ke ruangan saya sekarang* perintah sang atasan.
__ADS_1
Bersambung.....