
*Mel, kamu mau ikut kita makan di luar apa di bungkusin aja* tanya widia yang menyelonong masuk ke kamar amel.
*Kebiasaan deh, masuk kamar orang gak permisi dulu*
*Aah iya lupa, permisi nyonya amelia, apa kah anda ingin ikit kami makan malam di luar*
*Telaaaatt, emang semua pada pergi ya ? * tanya amel.
*Menurut kamu*
*Mau makan dimana ?*
*Di mana aja, yang penting jalan aja dulu, mau ikut gak, kalau ikut buruan kita tunggu di bawah*
*Kak elda sama kak mery udah di bawah*
*Udah dari tadi. Buruan kalau ikut* widia keluar dari kamar amel.dan lansung menuju lantai bawah.
*Iii dasar mak erot, tapi gitu gitu dia baik juga, gak mau ninggalin aki sendiri* gumam amel yang awalnya kesal dengam sikap widia.
*Kak tungguin aku,aku ganti baju dulu* triak nya pada widia yang sudah menuruni tangga.
*Ya, cepatan. 5 menit gak tutun kami tinggal* jawab widia juga tak kalah berteriak.
Sesampai di lantai bawah, mery dan elda sudah duduk di teras tokoh dengan memainkan ponsel masing masing.
__ADS_1
*Hp teroooosss, besok ngeluh sakit mata* omel widia pada dua teman nya itu.
*Biariiiinn* jawab mery dan elda bersamaan.
*Amel ikut gak kak, udah lapar ni* lanjut mery.
*Ikut, lagi ganti baju* widia pun ikut bergabung dengan dua wanita itu, mereka bercerita tentang makanan yang akan mereka makan nanti.
Setelah berganti pakaian amel turun dengan memakai kaos oblong kedodoran dan celana cudbray nya. Tentu saja tanpa make up, hanya pakai lipglos saja. Namun tetap saja terlihat sangat cantik.
*Aku berangkat* Ajak nya pada tiga wanita yang sedari tadi menunggunya.
*Kita naik apa, masak iya jalan kaki, kan jauh* ujar elda.
*Mmm boleh juga tu, dari pada naik taksi online bayar, mending yang gratis* ucap mery dan di angguki oleh elda. Sementara widia sudah membayangkan jika nanti ia akan selalu duduk di samping juna.
*Ayo kita gerak sekarang, biar gak kemalaman* ajak juna. Amel hanya diam sedari tadi dengan pikirannya akan maksud juna.
Elda dan mery sudah masuk duluan duduk di jok belakang. Begitu juga dengan juna sudah stay di balik kemudi.
*Ayo masuk, Mel kamu di depan aja* seru juna. Amel melihat ke arah widia.
*Kak, kakak di depan aja aku di belakang sama mereka* seru amel pada widia.
*Tapi kamu yang di suru di depan sama juna*
__ADS_1
*Udah kakak aja, mau di belakang mau di depan kan sama aja. Tujuannya juga sama* elak amel. Padahal sejak awal ia sudah menduga hal ini akan terjadi.
*Ya udah deh*
Walaupun sebenarnya juna kecewa ketika yang duduk di sampingnya bukan amel tapi widia, ia tetap mencoba tenang dan terus curi pandang melalui kaca spion pada amel yang asik mengobrol dengan Mery dan elda di kursi belakang.
Sementara widia merasa sangat senang saat ini, karena bisa duduk berdampingan dengan pria yang ia suka dari sejak lama. Dan dalam hatinya widia berterima kasih pada amel karna telah mengerti perasaannya.
Setelah hampir 20 menit mereka sampai di sebuah lestoran seefood. Semua masuk ke dalam lestoran. Lagi lagi juna berharap amel mau duduk di sampingnya.
Tapi lagi lagi gagal, karena amel menyuru elda duduk di samping kirinya dan mery di samping kanannya. Mery dan elda sebenarnya tau maksud amel, karena mereka juga sudah menduga sejak juna lebih sering main ke tokoh dan selalu mencari kesempatan untuk dekat dengan amel.
Padahal sebelumnya juna bisa di bilang sangat jarang main ke tokoh tempat mereka bekerja.
*Amel mau pesan apa* tanya juna yang sangat terpaksa duduk bersebelahan dengan widia.
Bukan nya menjawab pertanyaan juna amel justru bertanya pada mery dan elda mereka mau pesan apa, Juna lagi lagi kecewa tak di hiraukan oleh amel.
*Jun, kamu mau cumi bakar gak, di sini cumi bakarnya enak loh* tawar widia.
*Ya pesan aja sesuka mu wid. Nanti aku makan* jawab juna sedikit malas.
Dalam hati widia saat ini berbunga bunga karena juna menyerahkan pilihannya pada diri nya.
Bersambung....
__ADS_1