Menantu Buangan

Menantu Buangan
Rencana yuni


__ADS_3

*Stop, tolong jangan membuat keributan di kantor kami ya, ibu mohon maaf, sebaiknya anda pergi dari sini* usir manager perusahaan tempat amel bekerja sekarang.


*Awas kamu ya. Urusan kita belum selesai* karena malu yuni meninggalkan kantor amel.


*Amel, ke ruangan saya sekarang* perintah sang atasan.


Setekah pulang kantor, amel terlihat sangat kacau karena kejadian tadi siang. Tapi seketika hatinya sedikit tenang melihat dian menunggunya di parkiran kantor.


*Ian..* ucap amel saat melihat dian berdiri si samping mobil dengan senyum mengambang.


Dian merentanhkanntangannya, dan amel masuk ke pelukakan sang kekasih.


*Maafkan aku, aku sudha membuatmu sedih* ucap dian. Amel hanya mengangguk dalam pelukan dian.


*Ayo masuk, malu di lihat orang jika begini terlalu lama* goda dian. Sontak amel melepas pelukakannya merasa malu.


Sebelum pulang, mereka menyempatkan makan malam dulu di sebuah lestoran.


*Kamu kemana saja, kenapa tiap aku hubungi gak di respon* tanya amel membuka percakapan.


*Maafkan aku membuat mu khawatir, aku baik baik saja. Aku beberapa hati ini tinggal di rumah kakek, aku malas pulang dan bertemu mama* jujur dian.


*Ooh, papa mu tau* tanya amel. Dian mengangguk.

__ADS_1


*Sayang, maafkan atas sikap mama tadi ya*


*Kamu tau, mama kamu datang ke kantor ku* dian mengangguk.


*Tadi aku melihat semua kejadian nya. Tapi karena aku rasa jika aku datang dan melerai kalian semua akan bertambah rumit, makanya aku minta bantuan orang kantor mu, maaf aku gak bisa melindungi mu* dian menyesal.


*Sudah gak papa, aku udah maafin mama kakak kok* amel tersenyim manis, walaupun hatinya begitu perih.


*2 hari lagi kita akan menikah, semua sudah aku siapkan, di bantu kakek, nenek dan juga papa, kamu gak keberatankan* tanya dian.


*Ha 2 hari lagi, kenapa tiba tiba di percepat*


*Karna aku gak mau mama menjadi oenghalang buat kita nanti. Kamu tau kan sayang, mama udah jodohin aku sama anak temannya* jelas dian. Amel mengangguk.


*Dia camelia, wanita yang tempo hari membuat kekacauan di toko kakek* jelas dian.


*Ha, wanita yang cantik, seksi body bagai gitar itu* ucap amel terkejut. Dian mengguk.


*Kenapa kamu gak nerima permintaan mama mu saja kak. Dia kan ibu mu* ucap amel.


*Dia bukan ibu kandung ku. Dia hanya ibu sambung ku*


*Tapi dia yang merawat dan membesar mu kak, lihat diri mu sekarang, ini didikan dan usaha dia*

__ADS_1


*Sudahlah. Jangan bahas mama lagi, aku malas, ayo kita feteng baju pengantin*


...******...


Yuni mondar mandir di dalam kamarnya, dia berusaha keras mencari cara agar acara pernikahan dian dan amel gagal total.


*Camelia, ya camelia pasti bisa membantu ku* yuni mendapat ide. Lalu menelpon camelia.


*Halo camelia sayang* yuni.


*Ya tan, ada apa*


*Hati ini dian akan melansungkan pernikahannya dengan gadis kampung itu* yuni.


*Lalu* camelia.


*Ya kamu harus bantu tante buat gagalkan pernikahan mereka*


*Ya caranya bagaimana tan, jelas jelas dian gak suka sama camelia, batu kenalan saja sudah meninggalakan camelia, di hubungi gak pernah di respon* camelia memang berusaha terus menghubungi dian sejak dia di tingglkan oleh dian saat berkunjung di rumah yuni.


*Ya kamu pura pura hamil saja anak dian. Kamu datang lalu emosi lah disana. tante yakin pasti gadis kampung bodoh itu dan keluarganya akan percaya dengan ekting kamu* ide jelek yuni.


*Ooh, tidak tante. Camelia tidak akan melakukan hal memalukan dan rendahan seperti itu, aku ini seorang model ternama. Bisa hancur repotase ku nanti* tolak camelia.

__ADS_1


*Ayolah sayang, hanya kau yang bisa tante harapkan* pujuk yuni.


__ADS_2