
*Tapi, Ayah, ibu dan bocil ada di sini, ayah pertinya sangat akrab dengan om bas. apa kalian saling mengenal sebelumnya* tanya amel lagi, karena saat mereka masuk dari ekor matanya saat memeluk ibu tuan baskara dan ayah nya juga saling pelukan sperti saudara dekat.
*Sebenarnya kami ini sudah kenal lama. Dulu waktu muda saat kamu masih di perut ibu mu. ayah pernah ke itali, ayah bekerja jadi supir takxi. Suatu hari saat ayah sedang beristirahat di pinggir jalan. Om bas dan Almarhum istrinya, mami nya dian tengah menyebrang jalan, dan kebetulan juga saat itu ada truck yang melaju kencang. Replek ayah berlari ke arah om bas dan istrinya. Tapi kejadian pilu itu membuat ayah merasa ikut bersalah* Ayah yang tengah bercerita menunduk dan mengusap air matanya. Tuan baskara menepuk bahu ayah.
*Ayah mu menolong om dan mami dian, beliau mendorong kami ke belakang, tapi naas nya saat itu ada mobil lain yang juga melintas dari arah berlawanan yang membuat mami dian tertabrak dan akhirnya meninggal dunia* lanjut tuan baskara.
Amel menggenggam tangan dian yang duduk di kiri nya. Dian hanya mengangguk pada amel.
*Maaf kan amel sudah membuat semua nya teringat lagi.* amel merasa bersalah telah bertanya.
*Tidak nak. Kamu tidak salah kok. Namanya juga hidup, pasti ada sisi baik dan buruknya, ada sedih dan bahagianya* tuan baskara.
*Oh iya, hampir lupa.. Makanan sudah ibu siapkan dari tadi. Ayo kita makan dulu* ibu.
*Tuan bas, dian ayo kita makan siang dulu. Masakan istri ku ini sangat lezat loh* ajak ayah.
Mereka makan siang bersama di rumah baru amel dangan sangat lahap. padahal ibu adek perempuan amel hanya memasak menu sederhana.
*Ini apa namanya. Kenapa sangat enak begini* tanya tuan baskara.
__ADS_1
*Itu pepes tahu pak* jawab ibu.
*Mmm, enak. Apa masih ada sisa* tanya tuan baskara.
*pa, ini aja habiskan dulu* dian.
*Iya, papa hanya memastikan saja. Jika masih ada lebih nya. papa mau bungkus bawa pulang. Mama mu gak pernah masak ini* jujur tuan baskara. Semua tertawa..
*Masih ada 3 bungkus pak, nanti saya kasih bapak semua ya* jawab ibu.
*Good sister* ucap tuan baskara lengkap dengan acungan jempolnya.
Selesai makan, para lelaki mengobrol di ruang keluarga. Dan para oerempuan membereakan piring kotor.
*3 bulan lagi selesai bu* amel.
*Alhamdulillah. Pekerjaan mu bagaimana, lancar* ibu.
*Alhamdulillah lancar bu, rencananya amel mau coba buka buetiq kecil kecilan bu, tapi nanti kalau uang modal udah terkumpul* amel.
__ADS_1
*Waah, kalau kakak buka buetiq, aku aja jadi kasirnya ya. Kan aku bentar lagi juga tamat* ucap adek perempuan amel bernama nita.
*Yeee, bisa rugi kakak kalau kamu jadi kasirnya. Nanti ambil baju buat pakai sendiri gak bayar* ejek amel pada nita.
*Kakak, iiii. Pelit* nita. Ibu dan amel tertawa melihat bibir manyun nita.
Amel sekarang bekerja sebagai seorang desainer di sebuah brand ternama. Sesuai dengan kuliahnya di bidang pasion.
Di ruang keluarga.
*Jadi kapan nih anak kamu jadi mantu ku* tanya om bas di selah obrolan mereka.
*Aku mah tergantung anak anak saja bas, kan mereka yang jalani nanti* jawab ayah.
*Oh iya, yuni mana. Kenapa tidak di ajak sekalian* tanya ayah. mi
*Kamu seperti tidak tau dia saja man.* jawab om bas.
*Belum berubah juga toh* ucap ayah.
__ADS_1
*Ya begitu lah* tuan baskara. Dian dan yudi tak terlalu mendengarkan pembicaraan dua bapak bapak ini. Mereka sibuk membahas tentang game yang ada di dalam hp yudi.
Bersambung....