
Jiyu sedang bergiri diatas punggung Ergo yang berubah menjadi Elang putih sebesar gunung.
Jiyu melihat ke bawah dan dia masih bisa melihat dengan jelas ke adaan di bawahnya meski terbang dengan kecepatan tinggi.
Gunung sungai hutan lembah dan pemukiman penduduk berkelebat cepat di bawahnya.
''Kita Akan pergi ke desa Shambong" kata Jiyu ke Ergo lewat telepati.
''kau akan melakukan apa disana'' tanya Ergo.
''Kau lupa aku akan membuat ladang obat, Asosiasi alkemi sudah mengirimkan benih dan bibit herbal kesana."
Mereka sampai di Desa Shambong sebuah desa petani yang subur, di bawah kaki gunung mati.
Desa itu di kelilingi perbukitan dan hutan yang lebat, penduduk di sana hidup berkecukupan dari hasil tani.
Meski Desa Shambong di kelilingi perbukitan dan hutan lebat, desa itu aman dari serangan hewan buas.
Jiyu sampai di Desa Shambong dan dia turun dari punggung Ergo di jalan masuk desa.
Jiyu melihat desa itu tidak memiliki pertahanan, tidak ada tembok tinggi yang mengelilingi desa, tidak ada gerbang desa, dia juga melihat tidak ada pos penjaga.
Desa itu dalam keadaan sepi Jiyu mencari di mana pihak Asosiasi alkemi menitipkan bibitnya, dia juga mencari rumah kepala desa bernama Lubu.
Jiyu terus berkeliling dan melihat rumah rumah kayu beratap rumbia, karna tidak ada orang yang dia temui di desa Jiyu akhirnya pergi ke ladang.
Suara ramai orang yang sedang berkumpul dan tawa percakapan orang terdengar dan gelak tawa anak yang sedang bermain, ketika Jiyu semakin dekat dengan ladang yang ada di utara desa.
Jiyu lalu mendekati orang orang itu yang sedang memanen biji gandum dan bertanya siapa kepala desa Shambong yang bernama Lubu.
Orang yang Jiyu tanyai menunjuk pada seorang laki laki paruh baya yang sedang duduk di gubuk, berpakaian baju putih pendek bercelana coklat panjang.
''Tuan Lubu aku Dokter Jiyu, aku kemari membawa surat dari kerajaan.''
''Yang Mulia Raja ingin ladang kalian di tanami herbal untuk kebutuhan alkemi'' Jiyu memberikan gulungan surat yang dia bawa.
__ADS_1
''Tuan Dokter Jiyu lalu bagaimana nasib kami, menanam herbal butuh bertahun tahun untuk panen'' kata Kepala desa setelah membaca gulungan itu.
''kalian masih bisa menanam gandum, kita bisa membuka lahan baru di samping ladang kalian dan menanaminya dengan herbal'' kata Jiyu.
''Tuan Lubu menanam herbal akan jauh lebih menguntungkan perekonomian desa, herbal itu mahal dan langka kalian akan punya banyak ke untungan'' Jiyu mencoba mempengaruhi kepala desa.
''Tapi ...''
''Aku punya cara untuk membuat bibit herbal tumbuh dalam setahun, kalian bisa memanenya setahun sekali'' Jiyu langsung menyela.
''Desa ini akan menjadi ramai dan untuk ke amanan akan ada prajurit kerajaan yang akan menjaga desa ini dari penjahat'' Jiyu meyakinkan Tuan Lubu.
Tuan Lubu akhirnya mengajak warga berdiskusi dan meraka setuju dengan usul Jiyu untuk mencoba menanam herbal dan membuka ladang baru.
Jiyu akhirnya tinggal di Desa Shambong di rumah kepala desa bersama 2 orang anak laki lakinya, sedangkan istri kepala desa sudah meningal.
Jiyu membantu warga desa menebang pohon dan membuka ladang baru di samping ladang milik warga.
Jiyu juga mengusulkan untuk membangun gerbang, menara dan tembok tinggi mengelilingi pemukiman penduduk dari batu gunung yang di kumpulkan Ergo, 2 pasang phoenix biru Ace Aro, dan 10 hewan Beast dari tambang Desa Nandao yang dia ambil sebelumnya.
Dalam Waktu setengah tahun Desa Shambong yang tadinya desa kecil yang indah, menjadi tampak desa yang kaya.
Jiyu memasang formasi yang dapat mempercepat waktu sampai 10 kali lipat di sekitar ladang, Jiyu juga di bantu warga berhasil menanam bibit dan biji tumbuhan herbal dalam waktu 2 minggu.
Setelah semua selesai dan bibit serta benih herbal tumbuh subur, Jiyu memutuskan untuk pergi dari desa dan melanjutkan perjalanannya setelah pamit dengan seluruh warga desa.
Jiyu duduk dan melihat Desa Shambong dari punggung Ergo, desa itu lebih tampak indah dan terta rapi dari sebelumnya.
Desa Shambong Sekarang di kelilingi tembok batu setinggi 30 meter,jalan yang terbuat dari batu serta rumah penduduk yang tampak baru dari hasil penebangan pohon, lampu gantung bersinar seperti kunang kunang di malam hari, serta 2 menara tinggi menghiasi desa.
''Terbanglah langsung ke ibukota kerajaan Han barat Ergo" perkataan Jiyu langsung di turuti Ergo.
Sampai di ibukota Kerajaan Han Barat Jiyu menginap di penginapan terbesar di kota itu selama semalam.
Jiyu sarapan di tempat dia menginap, dia duduk di tengah ruangan di lantai bawah sambil mendengarkan percakapan yang terjadi di sekitarnya.
__ADS_1
''Sekte Naga Sejati membuka penerimaan murid baru.''
''aku akan mendaftar menjadi murid sekte'' kata kelompok pertama di sisi Kanan Jiyu.
''penculikan sering terjadi akhir akhir ini.''
''perambokan juga sering terjadi.'' kata kelompok ke 2 di sisi kiri Jiyu
Selesai makan Jiyu pergi ke alun alun kota dan melihat pengumuman yang tertempel di sana.
''Besok pendaftara murid baru di buka'' gumam Jiyu, Dia lalu pergi ke perpustakaan kota dan membaca sejarah serta keluarga Kerajaan Han Barat.
Esok hari Jiyu pergi ke Sekte Naga Sejati, di depan pintu sekte berkerumun banyak pemuda pemudi yang mau mendaftar.
Jiyu ikut mengantri dan melihat penyeleksian murid, banyak murid gagal dan banyak pula yang berhasil masuk sekte.
''Kalian sangat lemah sungguh mengecewakan'' teriak perempuan bergaun merah dan berambut ungu bermata hijau.
Mereka diharuskan melawan tekanan aura dari perempuan itu.
Jiyu lalu maju tanpa terpengaruh sedangka orang di sekitarnya membungkuk terengah, bahkan sampai ada yang tiarap di lantai.
''Kau hebat juga tidak terpengaruh tekanan auraku'' kata perempuan itu.
''Aku Dokter Jiyu, aku ingin mendaftar menjadi guru alkemi di sekte ini'' Jiyu menunjukkan plakat identitasnya.
''Aku tetua murid luar Lan Mushang, tolong ikuti aku Dokter. Kebetulan sekte ini kekurangan guru alkemi yang cakep,'' katanya setelah tertegun sejenak karna pelihat penampilan Jiyu yang tampan.
Jiyu hari itu merubah penampilanya, dia mengunakan jubah biru berambut putih pendek bermata biru tanpa kaca mata dan memakai syal putih.
Jiyu dibawa menemui wakil patriak sekte dan setelah Jiyu membuktikan kemampuane sebagai master alkemi bintang 6 di hadapan para tetua dia akhirnya di terima menjadi guru alkemi.
Sudah 3 minggu berkalu Jiyu mengajari murid Sekte Naga Sejati. Setelah mengamati murid yang dia ajari akhirnya Jiyu memutuskan untuk mengangkat 3 murid yang menurutnya cukup berbakat.
Jiyu mengangkat Ansia putri seorang pedagang kaya, Peng Wan putri pejabat negri dan terakhir Su kiat putra salah satu tetua sekte.
__ADS_1
''Aku mengkat kalian menjadi muridku karna bakat dan sikap kalian, kalian tetep merendah padahal kalian anak orang berada. Kalian juga orang yang tau tatra krama dan baik tanpa di buat buat, aku suka sikap dan bakat kalian'' kata Jiyu didepan muridnya.
Mulai hari itu Jiyu tinggal di Kerajaan Han Barat dan dia di kenal sebagai dokter sekaligus guru Zhou Jiyu seorang yang menyayangi murid muridnya, baik hati suka menolong sekaligus dermawan.