Mencari 9 Istri Kaisar

Mencari 9 Istri Kaisar
Bab 39 Pertempuran


__ADS_3

Begitu lantai di markas pengikut Dewa Gelap meledak sebuah raungan  datang dari dalam lantai dan tempat itu berguncang sangat keras.


"aaaaaaa"


"Ada apa ini, apa yang terjadi"


"ha ha ha ha Yang mulia sudah bangkit"


"kejayaan akan datang."


Teriakan terkejut dan sorakan gembira datang dari pengikut Dewa Gelap yang ada di sana.


Suara raungan dan guncangan terjadi makin keras dan semakin keras tiap menitnya sampai rumah besar tempat markas pengikut Dewa Gelap hampir roboh.


Orang orang yang ada di lantai tempat semua guncangan itu berpusat mengalami luka luka akibat serpihan lantai, mereka juga hanya bisa bertiarap dan ada yang juga bertumpu pada senjata di tangan mereka.


Tiba tiba lantai meledak dengan dahsyat dan mementalkan semua orang sejauh puluhan meter.


Diantara semua orang, Jiyu dan beberapa orang yang sudah ada di tahap pendekar surgawi mereka bisa melayang di udara, termasuk Giok Hong dan pasukan elitnya.


Sebuah bayangan hitam menyerupai manusia setinggi 5 meter terlihat di depan semua orang.


"Celaka salah satu jendral Pengikut Dewa Gelap sudah bangkit," gumam Jiyu sambil mendekati Giok Hong dan berdiri tepat di belakangnya.


"Selamat atas kebangkitan anda Yang Mulia Tuan Jendral!," Pasukan musuh yang melihat bayangan raksasa itu seketika mereka semua bersujud.


"Kalian berhasil membangkitkan aku hahahaha bagus sekali," kata bayangan itu sambil tertawa dan memuji.


Sosok bayangan yang menyerupai manusia raksasa itu tertawa menggelegar dan membuat orang orang yang ada di ruang itu sedang menutupi telinga mereka.


Sosok bayangan itu lalu mengambil 1 prajurit kerajaan yang terluka parah, lalu sosok itu membuka mulutnya lebar lebar lalu menelen prajurit itu hidup hidup.


Para prajurit yang melihat itu sontak saja mereka ketakutan, dan mereka berusaha untuk kabur dari sana.


Tapi para pengikut Dewa gelap tidak membiarkan itu terjadi, mereka menghalangi para prajurit itu sontak saja pertempuran kembali terjadi.


Jiyu dan Giok Hong mereka melawan sosok bayangan hitam, sedangkan prajurit elitnya dia perintahkan untuk menolong sebanyak mungkin prajurit yang tersisa.


Jiyu dan Giok Hong terbang mendekati sosok itu dan menyerangnya bersamaan.


"Petir dewa"


"dentuman piramida"


Sebuah petir besar menyambar datang dari langit, dan puing puing tanah terangkat lalu menimpa sosok bayangan itu.

__ADS_1


Gabungan 2 kekuatan Jiyu dan Giok Hong sama sekali tidak berefek apapun pada bayangan itu, bahkan sosok itu tidak bergeming sama sekali.


"Apa, serangan kita tidak berpengaruh?," tanya Giok Hong terkejut.


"Coba kita serang sekali lagi," kata Jiyu dan mereka mulai menyiapkan serangan yang lebih besar dari sebelumnya.


"Api penyucian"


"cahaya ilahi"


Jiyu dan Giok Hong mereka menggunakan api putih dan cahaya yang dapat menghancurkan pengaruh jahat.


Sebuah bola api putih dan cahaya kuning terang terbang ke arah mahluk bayangan yang menyerupai manusia itu, tapi begitu menyentuh bayangan itu api dan cahaya tadi hanya melewati sosok itu begitu saja.


Melihat itu Jiyu sangat terkejut, api putih miliknya tidak bisa membakar mahluk itu. Padahal selama ini apinya tidak pernah gagal membunuh mahluk jahat, begitu juga pertempuran pertempuran sebelumnya dengan pengikut Dewa Gelap, api putihnya sanggup membakar habis altar pemujaan dan roh jendral yang lain.


"Ha ha ha ha, kalian tidak akan bisa mengalahkanku," tawa sosok itu ketika melihat tubuhnya yang bolong pulih seperti semula.


Sosok itu lalu mengerakkan tanganya dan balik menyerang Jiyu dan Giok Hong.


Buuuummmm


Mereka terpental dan menabrak tembok rumah yang hendak runtuh sampai darah merembes dari sela bibir mereka.


Jiyu melihat sekitarnya, ternyata pasukan kerajaan yang di bawa Giok hong tingal belasan orang.


Jiyu menyeka darah di sudut bibirnya dan birdiri lalu menyerang sosok bayangan raksasa itu, begitu juga dengan Giok Hong yang kembali bangkit. Dan dia juga menyerang dari jauh dengan mengirim lusinan sihir ke arah sosok itu.


Jiyu menyerang bayangan itu dengan pedang qi, dia menebas menyabet serta menusuknya. Tapi semua serangan Jiyu sama sekali tidak mempan.


Sosok itu lalu menangkap Jiyu yang lengah, lalu jari jari besarnya yang seperti raksasa meremas Jiyu.


"aaaaahhh!," Jiyu berteriak kesakitan, sudah lama dia tidak pernah terluka dalam pertempuran, hingga membuatnya terkejut dan berteriak keras.


"Dokter Jiyu," teriak Giok Hong panik melihat keadaan Jiyu dan berusaha menolongnya dengan lebih banyak mengirim serangan beruntun.


"panah cahaya"


"badai meteor"


"tebasan 1000 pedang"


"tebasan 8 penjuru"


Boooommmmm

__ADS_1


Akibat serangan yang datang bertubi tubi akhirnya Jiyu bisa lepas dari sosok itu.


Jiyu lalu mengambil tongkat ilahinya, dan meski dia hanya bisa mengunakan 1/4 kekuatan dari yang seharusnya, karna jika dia mengunakan kekuatan penuh mungkin planet tempat dia tinggal hancur.


Jiyu memukulkan tongkatnya ke sosok bayangan hitam itu tanpa pengaruh apapun.


Jiyu mengayunkan, menyabet dan menusuk dengan cepat, dia berusaha membuat sosok bayangan itu terluka.


Sosok itu kesel dengan serangan yang terus berdatangan dari Jiyu dan Giok Hong, jadi balas menyerang.


Sosok bayangan hitam itu mengayunkan tangannya ke arah Jiyu dan mengangkat kaki kananya berusaha menginjak Giok Hong.


Jiyu menahan tangan sosok itu dengan tongkatnya sampai badanya melesek ke lantai, sedangkan Giok Hong menghindar dengan cara mundur ke belakang dan dia berusaha memanah mata merah bayangan hitam itu.


Sosok itu lalu menggebrakkan kepalan tangan ke lantai dan menghasilkan deru angin yang menerbangkan debu dan membuat tanah berlubang.


Jiyu lalu menyimpan tongkatnya kembali dan beradu tinju dengan bayangan hitam itu.


Booommmm


Jiyu terpental beberapa meter sampai muntah darah.


"Kenapa semua seranganku tidak mempan," gerutu Jiyu.


Sosok Bayangan hitam itu benar benar marah dan mengamuk, dia membuka mulutnya dan menyemburkan sihir hitam ke tempat Jiyu dan Giok Hong.


Bayangan itu juga mengayunkan tangan ke segala arah dan menjejak jejakan kaki membuat lubang yang dalam tercetak di tanah dan tanah berguncang keras serta debu mengepul menutupi pandangan.


Jiyu dan Giok Hong kewalahan menghindari serangan yang terus ber datang.


Jiyu akhirnya meminta bantuan Ergo Ace dan Aro, Ergo merubah wujutnya menjadi besar dan dia mencakar mematuk serta mendorong sosok bayangan hitam yang sebesar raksasa itu tanpa terpengaruh.


Aro dan Ace mengitari kepala bayangan itu dan berusaha menyerang mata dan kepala sosok itu.


Jiyu dan Ergo menyingkir sementara dari pertarungan dan Jiyu mencoba mengobati luka luka Giok Hong yang parah.


Ergo mengibaskan sayapnya dan mengirim deru angin yang menghasilkan paku paku tajam, sosok itu menyilangkan sebelah lenganya dan balas meninju ke arah Ergo membuat dia terpental.


Booommmmm


Sosok itu mengeluarkan raungan yang membuat udara bergetar dan menusuk gendang telinga.


Mendengar raungan sosok bayangan hitam itu Aro dan Ace terbang melambat dan berhasil di tangkap lalu di banting ke tanah dengan kencang, membuat ke 2 sayapnya patah dan bulunya sedikit rontok.


"Aro Ace masuk ke dalam cincin sekarang dan Ergo alihkan perhatian mahluk itu, aku akan pergi kau menyusul kami setelahnya," teriak jiyu ke yang lain dan dia segera membopong Giok Hong pergi dari sana.

__ADS_1


Sedangkan Ergo bertarung habis habisan dengan mahluk itu sampai dia juga terluka parah, tapi dia berhasil menyusul Jiyu yang sudah pergi jauh.


__ADS_2