Mencari 9 Istri Kaisar

Mencari 9 Istri Kaisar
Bab 29 Bertemu istri pertama


__ADS_3

Jiyu akhirnya sampai di kekaisaran Tang, setelah sempat nyasar dan menemui banyak masalah serta kesulitan sepanjang perjalanan.


Jiyu sampai di ibukota kekaisaran dan dia lalu pergi ke pusat Asosiasi Alkemi yang ada di sana.


Jiyu memutuskan untuk tinggal di sana, dan meminta bantuan dari ketua asosiasi yang dekat dengan keluarga kerajaan, untuk mengenalkanya pada sang putri.


Jiyu duduk di depan Ketua Lee Shifu, dia menyampaikan ke inginanya ke Ketua Lee.


"Bagaimana Ketua Lee?, aku ingin ketua menjadi guruku. Dan memperkenalkan aku ke keluarga kaisar" kata Jiyu sambil meminum teh yang di suguhkan.


Mereka duduk di lantai tertinggi kastil sambil menikmati pemandangan gunung dan danau di kejauhan, serta menikmati teh dan kue di pagi hari.


Ketua Lee Shifu yang sudah berusia 80th dengan rambut putih panjang, beralis putih dan berjenggot putih panjang. Duduk mengenakan jubah hijau tua sambil menikmati pemandangan yang tersaji di depanya.


"Apa motif dari keinginan mu ini Dokter, kau dokter muda yang jenius dan punya banyak pengalaman. Kenapa meminta ku menjadi gurumu."


"Siapa gurumu Dokter Jiyu dan kenapa kau malah ingin aku berbohong ke keluarga kaisar, jika kau ingin berbuat jahat aku tidak ingin membantu mu," kata Ketua Lee memandang curiga ke arah Jiyu.


"Tidak Ketua Lee, aku tak bermangsud jahat!," kata Jiyu tegas meyakinkan Ketua Lee.


"Lalu apa tujuanmu, aku tidak akan membantu mu jika alasanmu tidak jalas," kata Tetua Lee sambil mengelus jenggot panjangnya dan menatap Jiyu tajam.


"Dulu waktu aku masih kecil desaku mengalami bencana, waktu itu rombongan tuan putri datang membantu desaku. orang tua ku sekarat dan pertolongan dari tuan putri datang di waktu yang tepat, sehingga kedua orang tuaku selamat."


"Sejak itu aku menganggap aku berhutang budi padanya, dan aku ingin membalas kebaikanya dengan mengabdi ke keluarganya," kata Jiyu.


"Jadi bisakah Ketua Lee membantuku?," tanya Jiyu penuh harap.


"Lalu siapa gurumu yang sebenarnya?, kau belum menjawabnya," tanya Ketua Lee sambil makan roti yang terhidang di meja sampingnya.


"Guruku ku dulunya adalah seorang alkemi tapi sekarang dia memilih menjadi pertapa, tapi aku tidak tau siapa namanya. Dia selalu menyuruhku memanggilnya kakek," kata Jiyu sambil menikmati hidangan yang tersaji.

__ADS_1


"Baiklah besok aku akan membawamu ke istana dan memperkenalkan nya ke kaisar," kata Ketua Lee setelah menimbang permintaan Jiyu.


"Terimakasih ketua," Jiyu membungkuk kan kepala sekilas dan dia pergi dari lantai atas menara.


Jiyu pergi ke ladang obat yang di miliki pusat Asosiasi Alkemi, dia dipandu oleh ketua pengurus yang kebetulan adalah Tetua Bing yang dia temui di Kota Donghai.


Jiyu melihat lihat tanaman herbal dan obat apa saja yang di tanam.


"Disini juga tidak ada herbal yang berusia di atas 7000th, dan herbal langka jumlahnya juga sedikit," kata Jiyu.


"Ya, herbal langka kami kekurangan bibitnya dan susah di cari. Sedangkan herbal berusia ribuan tahun lebih susah untuk di tanam. Herbal ribuan tahun kadang mati lebih dulu sebelum bisa di panen" kata Tetua Bing sambil mendesah.


Mereka terus berjalan mengelilingi ladang obat seluas 10.000 hektar itu dengan menaiki beast angsa.


Selesai mengelilingi kebun obat Jiyu lalu memberikan beberapa bibit herbal, dan meminta ijin untuk memasang formasi waktu untuk mempercepat pertumbuhan herbal yang di tanam.


Jiyu juga melihat murid murid yang di bimbing pihak asosiasi, dia juga terkadang memberi beberapa petunjuk pada mereka.


Jiyu berkeliling dan mengajari serta memberi intruksi pada murid yang salah membuat pil.


"Kecilkan apinya, dan harus tetap setabil," kata Jiyu pada salah 1 murid laki laki yang ada di sana.


"Itu herbal yang kau kasih kurang akar gingseng, coba lebih teliti lagi jangan sampai salah menghitung bahan dasarnya," kata Jiyu ke murid perempuan yang sedang memasukkan herbal ke dalam tungku pil.


"Dokter Jiyu kau sangat teliti dan sabar membimbing murid murid ini," kata seorang perempuan yang menghampirinya.


Jiyu melihat seorang perempuan berambut biru panjang bergaun putih mendekat.


"Perkenalkan aku Bay Nian salah satu guru di sini, aku dari tadi melihat mu mondar mandir ngasih bimbingan ke murid murid di sini selama 3 jam tanpa lelah." kata perempuan itu.


"Ah ... ya aku suka alkemi dan kebetulan aku juga seorang guru yang punya 3 orang murid, jadi aku sudah terbiasa membimbing seseorang," kata Jiyu yang kaget. Tidak menyangka waktu cepat berlalu.

__ADS_1


"Lalu apa Dokter Jiyu mau bergabung dengan kami dan menjadi guru di sini?," tanya Bay Nian.


"Maaf, tapi aku akan pergi besok jadi aku tak bisa. Tapi mungkin buku dari guruku ini akan banyak membantu, karna aku sudah tidak membutuhkanya jadi kuberikan saja pada kalian" Jiyu lalu memberikan buku tebal bersampul kulit berwarna coklat ke Bay Nian.


Bay Nian menerima buku itu dan melihat sampulnya yang tertulis 1001 cara menjadi ahli alkemi. "terimakasih atas bukunya Dokter Jiyu," kata Bay Nian dan dia langsung menyimpan buku itu.


Pagi hari tiba dan Jiyu bersama Ketua Lee Shifu bersiap menuju istana kekaisaran dengan menunggang kuda sembrani.


Jarak antara Kastil Asosiasi Alkemi pusat sampai ke istana hanya setengah hari berkuda, tapi karna mereka menggunakan beast kuda sembrani membuat perjalanan mereka hanya 15 menit.


Sampai di istana mereka lalu menemui Kaisar Tang di ruang singasana.


"Bisakah kami bertemu dengan Yang Mulia Kaisar?," tanya Ketua Lee ke seorang kasim yang bertugas menyambut tamu di istana.


"Pamanda kaisar silahkan, tapi yang mulia sedang sakit jadi Putri Hong yang ada di dalam," kata kasim itu sambil membukakan pintu ke ruang singasana.


Jiyu terkejut mendengar kasim itu memanggil Ketua Lee sebagai paman kaisar, dia tidak menyangka Ketua Lee merupakan kerabat kaisar.


Begitu mereka masuk ke ruang singasana, jantung Jiyu berdegup kencang ketika dia melihat seorang gadis berusia 20th berambut coklat panjang bermata emas dan mengenakan gaun putih serta tiara yang sedang duduk di singasana.


"Giok Hong," batin Jiyu. Semakin dia melihat gadis itu Jiyu semakin gugup dan gelisah, jantungnya juga berdebar sangat keras.


Jiyu melihat benang merah tranparan yang mengikat jari manisnya terjalin dengan jari manis Giok Hong, sebagai tanda takdir mereka masih terjalin.


"Selamat datang kakek, adakah yang bisa aku bantu?. Tidak biasanya Kakek kemari?," tanya Giok Hong sambil membungkuk.


"Putri kenalkan ini Dokter Jiyu. Dia ingin mengabdi pada keluarga kita, Dokter Jiyu bisa diandalkan meski usianya masih muda. Dia juga bisa menyembuhkan yang mulia," kata Ketua Lee tanpa memperkenalkannya sebagai muridnya.


"Atas dasar apa kau ingin mengabdi pada keluarga kami Dokter?," tanya Giok Hong tegas dan menatap Jiyu tajam.


"Aku ... aku ingin membalas budi," kata Jiyu terbata saking gugupnya, padahal dia adalah seorang Kaisar Dewa dari segala Dewa. Tapi dia sangat gugup ketika bertemu dengan istri pertamanya setelah sekian lama tidak bertemu.

__ADS_1


Jiyu lalu menceritakan alasanya seperti yang dia  ceritakaan ke Ketua Lee, dan dia juga berjanji untuk menyembuhkan kaisar.


__ADS_2