Mencari 9 Istri Kaisar

Mencari 9 Istri Kaisar
Bab 23 Desa Jixiang dan informasi istri pertama


__ADS_3

Jiyu menungang kuda sampai di sebuah Desa Xijiang, sebuah desa yang tampak makmur dan tentrem.


Desa Xijiang terletak di sebuah lembah subur yang menghasilkan gandum dan kayu berkualitas tinggi.


Selain hasil pertanian Desa Xijiang juga menghasilkan biji tambang adamantium, sebuah biji yang digunakan untuk membuat senjata seorang kultivator atau petualang.


Jiyu masuk ke dalam desa dan melihat lihat banyak gerobak kereta mengangkut kayu maupun hasil tambang yang lewat di sekitarnya.


Begitu juga dengan orang yang Jiyu temui mereka semua menggendong atau memanggul hasil panen.


Jiyu terus berjalan sampai dia menemukan penginapan Bunga Aser.


''Aku mau menginap di sini selama 3 hari , " kata Jiyu ke resepsionis penginapan.


''Ini kunci kamarnya tuan'' Jiyu menerima kunci dari resepsionis itu.


Jiyu naik ke laintai 2, dan dia melihat nomer kamar yang tertera di gantungan kunci nomer 26.


Jiyu masuk ke dalam kamar, dan dia pergi mandi di sebuah bak kayu yang tersedia kamar penginapan. Selesai mandi Jiyu pergi tidur.


Pagi hari Jiyu pergi ke pertambangan Desa Xijiang yang ada di luar desa, tepatnya di sebuah hutan yang mengandung biji adamantium.


Sampi di sana belum ada penambang yang datang karna masih terlalu pagi. Jiyu juga melihat banyak galian lubang seperti sumur dan gerobak gerobak pengangkut hasil tambang yang kosong.


Jiyu masuk ke dalam salah 1 lubang galian.


''Pengisapan.'' Jiyu meletakkan telapak tanganya di tanah dan sebuah formasi terbentuk, lalu dari dalam tanah muncul biji biji adamantium sebesar kepalan tangan orang dewasa.


Biji adamantium setinggi 1 meter terbentuk di dalam lubang galian, Jiyu lalu melakukannya berulang sebanyak 3 kali di lubang galian yang lain. Sampai terbentuk 3 gundukan biji adamantium setinggi 1 meter.


Jiyu langsung memaksukanya ke tas penyimpanan dan di simpan ke dalam cincin semesta miliknya.


Jiyu lalu kembali ke pinginapan saat matahari baru muncul, dan memakan sarapan yang sudah di sediakan di kamarnya.


Dari Desa Xijiang jiyu lalu pergi ke kota Baimang, kota tempat pusat Perkumpulan Walet Terbang.


Perkumpulan walet terbang adalah sebuah perkumpulan yang mengelola jaringan E wallet, sebuah jaringan informasi pada masa itu.


Jiyu melihat papan nama yang terbuat dari kayu dan terdapat tulisan emas di atasnya.


''Perkumpulan walet terbang'' Jiyu membaca papan nama itu.

__ADS_1


Jiyu lalu masuk ke tempat penerimaan tamu dan menemui seorang perempuan yang sedang duduk di balik meja besar sambil membaca tumpukan kertas.


''Permisi, aku mencari informasi tentang orang yang ada di gulungan potret ini'' Jiyu memberikan sebuah gulungan pada perempuan itu.


Perempuan itu lalu membuka gulungan pemberian Jiyu. Dia melihat seorang gadis berambut coklat panjang, bergaun coklat dan bermata coklat ke emasan.


Perempuan itu terus mengamati potret itu dengan teliti.


''Tunggu di sini Tuan, aku akan menemui tetua keperkumpulan'' perempuan itu pergi dari hadapanya.


Jiyu duduk menunggu sambil menyilangkan kaki dan melihat sekitar.


Halaman yang sejuk karna di tumbuhi pepohonan yang rindang dan bunga bermekaran, ada air mancur dari patung angsa dan sebuah danau kecil terdapat ikan hias berenang di dalamnya membuat tempat itu tampak indah.


Jiyu juga melihat ada 4 penjaga tingkat suci tahap akhir yang sedang mengamati dirinya dari jarak 5 meter dan berdiri di jalan setapak yang tadi dia lalui.


Setengah jam berlalu Jiyu menunggu dan akhirnya perempuan tadi datang bersama dengan seorang laki laki paruh baya berambut hitam bermata coklat berjengot putih dan mengenakan jubah putih panjang.


''Tetua ke 3. Tuan inilah yang mencari informasi tentang gadas dalam potret yang tadi saya tunjukkan, '' kata perempuan itu ke laki laki paruh baya di sampingnya.


''Dokter Jiyu'' kata tetua ke 3 setelah melihat siapa yang duduk di depanya.


''Kau mengenaliku'' tanya Jiyu mengangkat alis.


''Kenapa Dokter mencari informasi tentang gadis dalam potret ini'' tanya Tetua ke 3 sambil menunjuk gulungan potret yang dia pegang.


''Sebenarnya yang aku cari bukan gadis itu, tapi sepupuku. Dia di angkat menjadi pelayan gadis dalam potret itu, tapi aku tak tau kediaman gadis itu di mana'' kata Jiyu beralibi.


''Aku tidak bisa memberikan sembarang informasi meskipun itu pada anda Dokter Jiyu'' tolak tetua ke 3.


''Tolonglah Tetua ke 3, aku hanya ingin menemui sepupuku orang tuanya sedang sakit dan sangat merindukan putrinya'' kata Jiyu sambil menangkupkan tangan.


Jiyu lalu meletakkan tas penyimpanan di atas meja.


''Di dalam tas penyimpanan ini ada ratusan bijih adamantium tingkat tinggi. Tolong di terima sebagai pembayaran atas informasi yang aku terima.'' Jiyu memberikan bijih adamantium yang dia ambil dari Desa Xijiang.


Dia juga mengeluarkan sebuah botol kecil dan memberikanya pada tetua ke3.


''Di dalam botol itu ada pil terobosan, terimalah sebagai hadiah dariku Tetua ke 3'' kata Jiyu.


Tetua ke 3 memeriksa botol kecil itu dan di dalamnya ada 4 pil terobosan, dan ketika Tetua ke 3 memeriksa isi tas penyimpanan dia terkejut melihat di dalamnya ada ratusan biji adamantium tingkat tinggi.

__ADS_1


''Dari mana Dokter memperoleh bijih adamantium tingkat tinggi sebanyak ini, bahkan Desa Xijiang saja hanya dapat menghasilkan bijih adamantium tingkat rendah'' tanya Tetua ke 3.


''Itu rahasia, Tetua ke 3 bisakah kau berikan saja informasi yang aku berikan'' tanya Jiyu kesel. Dia dari tadi sudah mencoba bersikap sopan tapi pertanyaan tetua ke 3 membuat kesabaranya menipis.


''Maafkan aku Dokter Jiyu, gadis yang Dokter cari bernama Giok Hong putri Kaisar Ming. Giok Hong adalah putri Kekaisaran Wei'' kata Tetua ke 3 sambil membungkuk ketika melihat Jiyu mulai marah.


''Terimakasih untuk informasinya'' Jiyu langsung menghilang dari hadapan tetua ke 3 dan gadis penerima tamu.


Setelah mendapat informasi Jiyu langsung melakukan teleportasi ke Sekte Naga Sejati yang ada di ibu kota Kerajaan Han.


Jiyu tiba di kediamanya yang ada di sekte dan melihat murid muridnya sedang berlatih membuat pil.


''Guru sudah kembali'' tanya Su Kiat merasakan ke hadiran gurunya dan menoleh melihat ke arah Jiyu.


''Bagus sesuai harapan guru, selama sebulan kalian sudah meningkat menjadi alkemi pemula bintang 8'' kata Jiyu melihat tingkatan muridnya yang sudah meningkat.


''Perhatikan pada guru pil yang sudah berhasil kalian buat, '' perintah Jiyu ke 3 muridnya. Mereka lalu memberikan pil pil yang berhasil mereka buat.


''Ansia kemurnian pil mu mencapai 40%.''


''Wang ping milikmu mencapai 45%.''


''Dan Su Kiat pil milikmu mencapai kemurnian 43%. Ingat semakin murni pil itu maka kasiatnya akan semakin tinggi, jadi tingkatkan terus kemurnian pil kalian .''


''Aku ingin kalian meningkatkan tingkat pil merah kalian sampai 100%, karna di masa depan aku ingin kalian bisa membuat pil tingkat emas dengan kemurnian di atas 97%'' kata Jiyu.


Mendengar kata kata Jiyu mata mereka membelalak, pil tingkat emas hanya ada dalam legenda dan mereka tidak pernah berharap guru mereka bisa membuatnya.


''Guru pil tingkat emas hanya ada dalam legenda, apakah Guru benar benar bisa membuatnya'' tanya Wang Ping mengingat usia gurunya yang masih muda.


''Kau meragukan gurumu murid Wang'' Jiyu lalu membuat pil Lingyun tanpa tungku di depan murid muridnya.


''Guru kau beneran bisa membuatnya'' teriak Wang Ping terkejut melihat sebuah pil berwarna emas bersinar di telapak tangan Jiyu.


''Guru apakah guru belajar alkemi sejak dalam kandungan'' kata Su Kiat takjub.


''Guru berapa usiamu sebenarnya, aku pernah membaca ada tingkatan yang lebih tinggi dari seorang master alkemi bintang 10. Katanya orang itu bisa membuat pil tanya tungku seperti yang dilakukan guru'' tanya Ansia curiga.


''Bahkan jika Guru belajar alkemi dari dalam kandungan, itu membutuhkan puluhan atau bahkan ratusan tahun untuk seorang alkemi membuat pil tanpa perlu tungku'' kata Ansia lagi.


Jiyu lupa murid pertamanya itu orang yang cerdas meski kemampuan alkeminya lebih rendah dari 2 muridnya yang lain.

__ADS_1


''Itu rahasia, sekarang guru akan mengajari kalian dan memberitau letak kesalahan kalian di mana'' kata Jiyu.


Jiyu memilih membimbing muridnya lebih dulu sampai mereka mampu dan bisa di tinggal, sebelum dia pergi ke Kaisaran Wei.


__ADS_2