
Jiyu merenung dan menyilangkan ke2 tanganya di belakang kepala, sambil tiduran diatas rerumputan sambil memandang awan yang berserakan di langit.
"Haaaahhh ...," suara helaan nafas datang dari mulut Jiyu, Seolah dia menanggung beban berat di pundaknya.
"Aku tidak mengira ini akan terjadi, dilupakan begitu saja. Apakah ingatan semua istriku bisa di kembalikan?" tanya Jiyu pada diri sendiri.
Jiyu menutup mata dan kembali membukanya dengan tatapan merenung, menatap awan awan di atas langit yang tak terbentuk.
Dia jadi ingat pertemuan pertamanya dengan Giok Hong sebelum menjadi istrinya milyaran taun lalu.
...Waktu itu Jiyu sedang mengejar penjahat yang menerobos masuk ke ruang harta dan membawa kabur benda pusaka milik istna, dan Jiyu mengejarnya dengan menaiki Ergo seekor burung elang putih yang setia menemaninya selama ini....
...Jiyu terbang sampai di atas hutan sedangkan penjahat itu lari ke dalam hutan yang lebat, akhirnya Dia turun dan memutuskan untuk mengejar penjahat itu dengan berlari....
...Sekian lama Jiyu berlari tapi penjahat itu sangat lincah menghindari kejaranya, hingga akhirnya Jiyu kehilangan sosoknya....
...Jiyu terus berlari berharap dapat menemukan penjahat itu, sampai Jiyu tiba di tempat terbuka yang luas di tanami bunga indah bermekaran....
...Jiyu berjalan ke tengah padang bunga, sampai dia melihat ada seorang gadis kecil berambut coklat panjang bermata emas dan bergaun putih lari ke arahnya....
...Gadis itu ternyata mengejar kelinci yang lari ke hadapan Jiyu yang baru di sadari olehnya, ada seekor kelinci putih dengan telinga dan ke4 kakinya berwarna coklat muda dan bermata merah mendekam di tanah dan akhirnya di tangkap gadis kecil itu....
..."Akhirnya kena kau!," Seru gadis itu dengan nada riang, setelah berhasil menangkap kelinci yang di kejarnya. Lalu dia melihat langsung wajah Jiyu yang berdiri di depanya dengan ekpresi terkejut....
...Jiyu menatap gadis itu yang tanpa takut melihat langsung ke arah wajahnya, tidak seperti kebanyakaan orang yang langsung ketakutan dan tidak berani melihat wajahnya ketika bertemu denganya....
..."Gadis kecil apa yang kau lakukan di sini?" tanya Jiyu sambil memandang gadis itu lekat yang sedang mengelus kelincinya....
..."Aku sedang bermain di sini bersama Ruby" kata gadis kecil itu....
..."Ruby," tanya Jiyu bingung,...
..."ya Ruby." Gadis itu lalu memperlihatkan kelinci itu ke depan Jiyu dan dia terpesona ketampanan wajahnya....
__ADS_1
..."Apa kau melihat orang lari lewat sini?," tanya Jiyu sambil berjongkok dan mengelus puncak kepala gadis itu lembut....
..."Tidak, aku tidak melihat siapapun. Dan wajah kakak sangat tampan." katanya sambil menggeleng dan tersenyum memuji Jiyu dan bersemu merah....
..."Benarkah?, apa kau tau siapa aku?" tanya Jiyu sambil tertawa lepas. Baru kali ini ada yang memujinya tanpa rasa takut dan sangat polos....
..."Ya kakak adalah Kaisar Langit Zhou Jiyu," kata Gadis itu sambil melihat kelinci yang terlepas dari dekapanya dan berlarian di ladang bunga....
..."Apa kau tidak takut padaku?," tanya Jiyu heran dan dia akhirnya justru duduk di samping gadis kecil itu dengan rasa penasaran dan tertarik....
..."Tidak. Sebab kakak orang baik, kata ayahku kakak menjaga kami dari orang jahat bersama para prajurit," kata gadis itu....
..."Oh Ya?, siapa namamu dan ayahmu?," tanya Jiyu semakin tertarik....
..."Giok Hong, aku putri dari Jendral Hong. Usiaku baru 500th" Kata gadis itu lagi....
..."Kakak pergi dulu, jangan sering bermain di sini ya. Nanti ada penjahat," kata Jiyu sambil mengacak rambut Giok Hong dengan gemas dan akhirnya Jiyu berkelebat pergi dari padang bunga yang membuat dia terkesan....
...Jiyu juga melakukan banyak hal dan sesuatu hal yang tak pernah dia lakukan sebelumya, yaitu menyenangkan seseorang....
Jiyu duduk masih di tempat yang sama di rerumputan belakang kediamanya, dia berpikir bagai mana cara mengembalikan ingatan Giok Hong yang hilang.
''Ah ...! Kenapa tidak ada yang terlintas satupun di pikiranku,!!'' teriak Jiyu frustasi sambil menjambak rambutnya.
Jiyu menghempuskan nafas dan memijit keningnya, dia merasa bingung pusing dan frustasi secara bersamaan.
''Mungkin Tuan bisa melakukan hal hal yang dulu Tuan dan putri lakukan," saran Ace phoniex betina dari dalam cincin semesta yang melihat keadaan Jiyu.
''Apa yang di katakan Ace bener Tuan, dengan mengulang hal hal yang kalian alami di masalalu mungkin Tuan putri bisa mengat kembali siapa anda" dukung Aro.
''Ah ... benar juga kenapa aku tidak kepikiran,'' kata Jiyu dengan antusias.
''Aku bisa mengulang waktu dan memperlihatkan semua kenangan kami, saran kalian bagus juga,'' Jiyu berbinar membayangkan rencananya berhasil dan Giok Hong akan mengingatnya kembali.
__ADS_1
''Tapi pertama tama aku harus menta maaf atas sikapku kemarin dan mendekatinya secara natural, lalu aku akan mengungkapkan siapa aku dan memperlihatkan kenangan ku bersamanya.'' Jiyu menyusun rencana untuk mendekati Giok Hong.
Sejak kejadian Jiyu mencium bibirnya Giok Hong merasa di lecehkan dan marah, tapi dia juga berdebar secara bersamaan, sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya bahkan saat dia bersama dengan orang yang dia sukai.
''Ada apa dengan ku kenapa aku terus kepikiran ciuman sialan itu,?'' batin Giok Hong sambil meraba bibirnya.
''Ah ... pergilah dari otak ku'' Giok Hong memukul mukul kepalanya dengan kepelan tangan dan sambil mengelengkan kepala.
Guok Hong yang ada di kamar sedang berbaring sambil melihat langit langit kamarnya. Dia menghela nafas lalu pergi mandi dan berganti pakaian lalu mengerjakan tugasnya di pagi hari, yaitu membaca setumpuk kertas laporan dari para pejabat dan bangsawan kerajaan selama ayahnya sakit.
Setengah jam berlalu Giok Hong berusaha fokus pada apa yang dia kerjakan, tapi otaknya terus saja kepikiran ciumanya dengan Jiyu.
''Lagian kenapa Dokter Jiyu bisa senekat itu, dan berani baraninya dia menciumku sembarangan. Apa aku pernah bertemu dan mengenal dia sebelumnya?,'' Giok Hong jadi bertanya tanya dengan sikap Jiyu.
Giok Hong lalu pergi keluar kamar dan meningalkan pekerjaanya begitu saja, dia berencana untuk menemui Jiyu karna dia berhasil membangkitkan rasa penasaranya.
Di sisi lain Jiyu juga berencana pergi ke kediaman Giok Hong yang ada di wilayah kaputren, sebuah tempat yang di bangun kusus untuk para putra dan putri kekaisaran.
Dari arah berlawanan Jiyu juga melihat Giok Hong yang sedang berjalan kearahnya, dan akhirnya mereka bertemu dan saling memanggil bersamaan.
''Dokter Jiyu untung kita bertemu di sini,''
''Putri Giok Hong aku datang mencarimu.''
Jiyu maju mendekat dan menyampaikan maksudnya setelah Giok Hong menyuruhnya bicara lebih dulu.
''Putri Giok Hong tolong maafkan atas sikapku kemarin yang tiba tiba, tapi aku punya alasan untuk itu,'' kata Jiyu agak gugup sambil membungkuk dan berusaha menenangkan diri.
Jiyu merasa keringat mengalir dari tengkuknya, dia benar benar takut jika Giok Hong marah dan langsung mengusirnya dari istana karna dia datang mencarinya.
''Kebetulan aku juga ingin membicarakan hal yang sama, sebaiknya kita bicarakan di kediamanku yang lebih dekat dari sini.'' Ajak Giok Hong dan dia berjalan lebih dulu lalu Jiyu mengikutinya dari belakang.
''Jangan jangan dia akan marah dan mengusirku dari istana, kenapa aku bisa ceroboh si,'' Jiyu kalut dengan apa yang akan terjadi kedepanya karna satu satunya cara untuk mendekati Giok Hong terancam gagal.
__ADS_1