Mencari 9 Istri Kaisar

Mencari 9 Istri Kaisar
Bab 22 menyembuhkan putri Duke Tang


__ADS_3

Di Sekte Naga Sejati Jiyu membimbing murid muridnya langsung, dia mengajari cara memahami dan membuat sebuah pil.


Jiyu dengan sabar menjelaskan setiap bagian dari buah dan tumbuhan sepiritual, Dia juga mengajari murid muridnya bagaimana cara menyuling sampai tingkat kemurnian 100%.


Pada Malam hari Jiyu akan menyuruh ke 3 muridnya Ansia Peng Wan dan Su Kiat untuk bermeditasi, menenangkan dan memfokuskan pikiran.


Pada pagi hari mereka akan mengolah aliran qi untuk tetap stabil dan pada siang hari mereka akan belajar membuat pil.


''Aku sudah mengajari kalian dasar dasar menjadi seorang alkemi, dan kalian punya bakat dan kecerdasan untuk itu.''


''Sekarang kalian sudah naik 2 tingkat menjadi alkemi pemula bintang 5, gunakan pil pencerahan ini jika kalian mengalami kesulitan memahami resep. Tapi kalian harus berusaha lebih dulu jangan hanya mengandalkan sebuah pil" kata Jiyu ke murid muridnya.


''Terimakasih guru. Kami berjanji tidak akan mengecewakan guru" janji ke3 muridnya sambil membungkuk.


''Guru akan pergi ke luar sekte sebentar, tapi kalian harus tetap belajar dengan giat dan sungguh sungguh. Guru ingin ketika pulang kalian sudah ada di tingkat alkemi pemula bintang 8.'' Kata Jiyu sambil menatap muridnya yang duduk di depanya.


''Guru anda akan pergi kemana'' tanya murid pertamanya Ansia.


''Guru akan pergi berkeliling, sejak sampai di Kerajaan Han guru belum sempat pergi kemanapun. Jadi guru ingin melihat lihat tempat yang menarik di keajaan ini'' kata Jiyu.


Jiyu lalu menyentuh setiap kening muridnya dan mentranfer ilmu alkemi yang dia miliki langsung ke otak mereka.


''Pelajari itu dengan cermat dan teliti jangan sampai kalian terburu, karna kalian bisa saja gagal''


''Baik Guru.''


Jiyu pergi keluar sekte dan berjalan jalan di ibukota Kerajaan Han, tidak seperti di ibukota Kerajaan Qing yang masih ada rumah kayu di ibukota.


Di Kerajaan Han ini semua rumah sudah terbuat dari batu begitu juga dengan rumah penduduk.


Jiyu pergi ke pasar dan mencoba kuliner yang di jual sepanjang jalan.


Jiyu menikmati jajanan yang dijual dan memakan jajanan itu dengan lahap setiap jajan yang dia temui.


"Pencuri pergi kau" teriak seorang pedagang sambil mengusir anak kecil berbaju compang camping dan kumuh.


Jiyu yang sedang menikmati sate onde onde di pedagang sebelahnya menoleh, Dia melihat seorang anak perempuan sedang di pukuli.


"Apa yang kau lakukan, anak ini memang mencuri tapi kau tidak perlu memukulinyakan." Jiyu mendekat dan mencegah pedagang itu memukuli gadis kecil itu lebih lanjut.


"Guru Jiyu, bocah ini sering mencuri barang dagangan kami. Dulu kami membiarkanya karna kasihan, tapi bocah ini terus saja mencuri'' kata pedagang itu.


''Benar Guru Jiyu, dulu dia hanya mengambil 1 2 buah saja. Tapi sekarang dia berani mengambil 1 keranjang'' kata pedagang lain yang juga menyaksikan kejadian itu.


"Guru Jiyu bocah ini harus di hukum" kata pedagang itu.

__ADS_1


''Benar itu hukum saja dia'' pedagang lain setuju.


Suasana menjadi ramai oleh orang orang di sekitarnya yang meminta bocah perempuan itu di hukum.


"Sudah ini untuk membayar apa yang anak ini ambil, " Jiyu memberikan sekantung uang pada penjual itu.


Jiyu lalu mengeluarkan sekantung uang lagi dan membagikannya pada pedagang yang pernah di ambil daganganya oleh anak perempuan itu.


''Siapa namamu dan kenapa kau mencuri'' tanya Jiyu.


''Aku Ling Ling. Kakak dan adiku sakit, sedangkan aku masih kecil dan aku tidak bisa bekerja. Jadi aku terpaksa mencuri'' kata Ling Ling sambil menunduk takut.


"Ayo Ling Ling bawa kakak ke rumahmu" Jiyu lalu mengikuti anak itu ke luar gerbang kota kerajaan dan pergi ke jalan besar yang mengarah ke kota lain.


Satu jam setengah Jiyu dan Ling Ling berjalan sampai akhirnya mereka tiba di sebuah rumah batu beratap rumbia.


Jiyu masuk dan dia melihat ke adaan rumah yang tampak bersih dan rapi, terdapat meja kursi dan dipan yang di tiduri seorang gadis berusia 17th. Di sampingnya terbaring seorang anak laki laki berusia 5th yang tampak kurus dan pucat.


"Kedua orang tua kami meninggal karna dibunuh hewan buas, orang tua kami juga tak punya saudara." Kata Ling Ling sedih melihat saudaranya yang tertidur.


"Jangan kewatir kakak akan menyembuhkanya." Jiyu lalu memeriksa kakak adik itu dan meminumkan ramuan pada keduanya.


"Kakak dan adikmu akan sembuh besok, jadi Jangan mencuri lagi. Gunakan uang ini untuk membeli makanan." Jiyu lalu memberikan 2 kantong uang pada Ling Ling.


"Terimakasih kak" kata Ling Ling dengan mata berkaca kaca.


Sebuah pemandian air panas yang ada di rumah pemandian umum, Jiyu bertelanjang dada. Dia hanya mengenakan celana pendek dan berendem di kolam.


Jiyu menikmati waktunya bersantai sambil memejamkan mata, aroma terapi yang menenangkan dari dupa tercium di udara membuatnya rilek.


"Aku kasihan sama putri duke dia sudah 2th ini sakit" kata orang di ruang sebelah Jiyu.


"Duke Tang sudah mencari kesana kesini seorang alkemi yang dapat menyembuhkanya, Tapi tak ada yang bisa." Kata suara satunya.


"Apa menurutmu Dokter Jiyu bisa menyembuhkanya" tanya suara pertama.


Jiyu menolehkan kepalanya ke samping melihat ke dinding triplek yang menghalangi ruang pemandian dengan ruangan lain.


Selesai berendam Jiyu kembali memakai pakaianya, sebuah jubah biru semata kaki berlengan panjang dan memakai syal putih dengan ke2 ujung syal ada di belakang punggung.


Mendengar itu Jiyu tertarik dan pergi kediaman keluarga Duke Tang, setelah bertanya ke orang orang di sekitarnya.


Berjalan selama 10 menit akhirnya, Jiyu sudah ada di komplek perumahan mewah tempat para kediaman bangsawan.


"Aku dokter Jiyu" kata Jiyu ke 2 penjaga yang menjaga kediaman keluarga Tang, memperlihatkan token identitasnya.

__ADS_1


Jiyu lalu di bawa masuk menemui Duchess Tang yang sedang menunggui putrinya di kamar.


"Nyonya Duchess ini ada Dokter Jiyu datang untuk bertemu" ketuk pintu salah 1 pengawal penjaga gerbang yang mengantarnya tadi.


"Dokter Jiyu adakah yang bisa aku bantu" tanya Duchess Tang, ketika melihat seorang pemuda berjubah biru berambut putih mengenakan syal putih berdiri di depanya.


"Aku dengar putrimu sakit jadi aku kemari, siapa tau aku bisa menyembuhkanya."


Duchess Tang sangat senang mendengar kata kata Jiyu dan langsung membawanya masuk ke kamar putrinya.


Ketika Jiyu masuk kamar hawa dingin langsung terasa, dia juga melihat seluruh ruangan di selimuti es yang tebal.


"Sudah 2th putriku tertidur dan energi qi es dari tubuhnya tak terkendali. Dulu setiap benda yang putriku pegang membeku , " kata Duchess Tang sedih.


Jiyu melihat seorang gadis bergaun biru muda berambut putih tertidur di ranjang es.


Jiyu mendekat dan menyentuh nadi putri duke, yang tubuhnya juga membeku.


"Duckess Tang aku bisa menyembuhkanya meski tidak sepenuhnya" kata Jiyu.


"Terimasih Dokter Jiyu, terimakasih." Duchess Tang memegang tangan kanan Jiyu sambil menangis bahagia.


''Asal putriku bisa bangun aku sudah bahagia Dokter Jiyu.''


Setelah Duchess Tang keluar kamar, jiyu lalu duduk bersila di samping gadis itu sambil meletakkan ke 2 tanganya ke perut. Menyalurkan energi qi murni berhawa panas ke tubuh putri duke.


Satu sampai 2 jam berlalu, Duchess yang ada di luar kamar bersama suaminya. Duke Tang yang sudah pulang dari bepergian tampak cemas.


Sampai 3jam Jiyu menyalurkan energi qi murni ke dalam dantian putri duke dan akhirnya hawa dingin yang terpancar sudah di atasi.


"Mandikan putri mu dengan ramuan ini selama seminggu, dan dia akan sembuh" Jiyu memberikan sebuah kotak cukup besar pada Duke Tang.


"Putrimu punya tubuh inti es dan dapat membekukan segalanya" kata Jiyu.


"Lalu bagaimana ke adaan putri kami" tanya Duke.


"Aku tidak bisa menyembuhkan secara keseluruhan masalah putrimu, tapi ada 1 cara untuk itu. Dia harus melakukan kultivasi ganda dengan tubuh intiĀ  api baru sembuh sepenuhnya."


"Jadi putriku akan kumat lagi" tanya Duchess sedih.


"Sampai dia berusia 25th dia masih punya kesempatan, dan kebetulan aku tau siapa yang punya tubuh inti api" kata Jiyu.


"Tolong beritau kami dokter siapa orangnya" tanya Duke dengan sedih.


"Seorang pemuda bernama Zhang Qiang dari kerajaan Qing timur, dia punya tubuh inti api dan kurasa mereka berjodoh" kata Jiyu lagi.

__ADS_1


Setelah pergi dari kediaman Duke Tang, Jiyu akhirnya pergi menjelajah ke seluruh tempat di Kerajaan Han Barat kembali mencari istrinya.


__ADS_2