
Jiyu masuk ke dalam kastil yang dia duga markas salah satu pengikut Dewa Gelap dari ingatan si kakek Bungkuk yang dia peroleh.
Jiyu masuk ke kasil dengan menyamar sebagai prajurit penjaga gerbang yang memiliki luka di pipi kiri, berambut merah pendek mengenakan ikat kepala hitam dan berbaju serta celana hitam membawa pedang tipis di pinggang.
Di dalam kastil Jiyu melihat tempat itu sepi tanpa penjagaan, Jiyu membuka 1 kamar dari puluhan kamar yang dia lihat. Ternyata kamar itu kosong begitu juga dengan kamar kamar lain yang tak terkunci.
Jiyu menyusuri setiap ruangan yang dia temui tapi tidak ada yang berarti, selain kamar kosong atau terisi senjata dan sember daya tidak ada benda atau sesuatu yang berbahaya di sana.
Barulah ketika Jiyu masuk ke bagian belakang kastil, dia mendengar suara orang dan jeritan serta gereman binatang buas.
Jiyu melihat ratusan orang berkumpul mengelilingi sebuah altar dengan 8 tiang berdiri di 8 penjuru mata angin, terdapat sebuah pentagram berwarna merah darah dan sebuah peti mati di tengah pentagram.
Jiyu mendekati keruman, teriakan dan gereman hewan buas semakin nyaring.
Jiyu melihat puluhan orang laki laki perempuan tua muda bahkan bayi di ikat dan di letakkan di lantai dekat altar tergeletak begitu saja.
Jiyu tidak bisa mendekati dan menolong orang orang itu karna mereka di kelilingi ratusan orang berjubah hitam dan merah pengikut Dewa Gelap.
Sebuah raungan menggelegar memekakkan telinga dari kandang raksasa yang ada di samping sisi kiri altar terdengar nyaring.
Jiyu menoleh dan dia melihat ada 20an monster sebesar gajah yang terantai ke dinding kandang, beberapa pengikut Dewa Gelap menghampiri laki laki dan perempuan tua yang terikat lalu mereka di lempar ke dalam kandang sebagai makanan monster.
Selain itu juga bayi dan gadis gadis perawan di bawa ke altar lalu di mutilasi, darah yang tumpah terserap ke dalam pentagram dan membuat peti mati yang ada di tengahnya bersinar merah gelap.
Jerutan dan permintaan tolong datang dari orang orang yang masih di tawan serta mau di korbankan, mereka gemetar ketakutan melihat tawanan lain dibunuh dengan sadis.
Selagi semua orang melihat ke altar dan suasana sedikit gaduh karna teriakan berontaknya tawanan yang hendak di bunuh, Jiyu menyelinap maju dan membebaskan tawanan yang masih terikat di samping altar kebangkitan. Tanpa ketahuan dia berhasil mentelepor mereka langsung ke Desa Kunning.
8 orang berjubah merah berkerudung dan mengenakan penutup mulut naik dan berdiri di 8 sudut pentagram, mereka mengacungkan bendera merah ke arah peti mati.
''Lakukan persembahan sekarang,'' perintah salah 1 dari orang berkerudung itu.
beberapa orang naik menggotong monster moster sebesar gajah yang tadinya di kandang, mereka merantai kaki dan leher monster monster itu.
Mereka lalu menggorok leher monster monster itu dan membiarkan darahnya menetes deres ke pentagram, membuat peti mati bersinar semakin terang.
Delapan orang yang berdiri di 8 sudut pentagram mulai merapalkan mantra mantra kuno dengan bendera merah yang teracung bergetar keras.
__ADS_1
Jiyu yang sekarang tau kalau mereka berusaha membangkitkan salah 1 jendral Dewa Gelap, berusaha menggagalkan rencana mereka dengan mingirim ledakan langsung ke tengah pentagram.
Boooommmm Duuuuaaaarrrr
Acara membangkitkan itu terhenti akibat ledakan yang di sebabkan Jiyu dan membunuh salah 1 dari orang berjubah merah yang memimpin upacara.
Semua orang di tempat itu dan menoleh ke arah Jiyu yang tidak lagi menyamar.
''Itu dokter Jiyu, dia ada di sini.''
''Mau apa dia di sini.''
''Apakah dia yang mengirim ledakan itu.''
Banyak gumanan tentang keberadaannya di situ, tapi Jiyu tidak peduli. Jiyu menatap tajam orang orang di atas altar, mata Jiyu yang tadinya berwarna kuning keemasan berubah menjadi merah menyala tanda kemarahan mengisi setiap sel darahnya.
''Beraninya kalian berbuat keji dan mencoba membangkitkan jendral kegelapan, kalian pantas mati, !'' kata Jiyu dingin.
''Dokter Jiyu pergilah dari sini selagi bisa, atau kau mau menjadi salah 1 korban persembahan,'' kata salah 1 orang berjubah merah itu.
''Cepat bunuh dia! ,'' perintah salah satu petinggi pengikut Dewa Gelap marah.
''Kalau itu keinginanmu, maka terimalah kematianmu.'' Seru seseorang dan mereka lalu beramai ramai menyerang Jiyu.
Jiyu mencabut pedang yang terselip di pinggang lalu dia mulai membunuh para pengroyoknya, sesekali Jiyu juga mengirimkan serangan bola api mengganggu jalane ritual sampai tidak bisa di lanjutkan.
Jiyu bergerak dengan lincah, dia menghindar menyabet menusuk menikam serta menendang lawan lawanya.
Setiap Jiyu bergerak satu lawan tumbang entah itu mati atau terluka.
''Rapatkan serangan jangan biarkan dia menyerang kita, !'' teriak salah satu orang yang mengeroyok Jiyu.
Jiyu terus begerak cepat, dia lalu naik ke atas altar dan bertarung dengan ke 7 pemimpin yang memimpin jalane ritual.
''Tebasan pedang bayangan.''
''Tebasan 12 sayat pedang.''
__ADS_1
Dua jurus yang di keluarkan Jiyu langsung sebagian membelah lantai altar dan meniadakan gambar pentagram.
Ke tujuh orang itu mampu menghindar dari serangan Jiyu, dan balas menyerang dengan melemparkan mantra sihir kuno ke arahnya.
Jiyu lalu membuang pedangnya dan mengambil kuas langit, senjata untuk menulis formasi maupun sihir.
Jiyu menulis formasi sihir di udara dengan cepat, setiap tulisan yang dia tulis melayang dan bersinar menangkis serangan lawan.
Seeeetttt seeeetttt seeeetttt
Berbagai macam mantra sihir dan formasi Jiyu tulis di udara dengan kecepatan yang luar biasa, Jiyu mampu menekan mereka bahkan sudah membunuh 2 orang pemimpin ritual.
Jiyu merobek bendera yang mereka pegang dan berhasil mengikat salah 1 dari mereka dengan mantra lalu orang itu meledak dan mati.
Jiyu lalu menyimpan kuas langit dan mengunakan pedang kembali lalu memenggal 1 kepala lagi.
''1000 pedang terbang,'' Jiyu mengirim ribuan pedang ke orang orang di bawah altar dan membunuh sebagian dari mereka.
''Sebaiknya kita pergi dari sini.''
''Kita harus laporkan kehadian disini pada pemimpin di wilayah lain.''
Tiga orang pemimpin yang melihat kebrutalan Jiyu berhasil kabur bersama dengan beberapa orang, ketika Jiyu sedang sibuk bertarung dan lengah.
Jiyu menghentikan serangan dan melihat sekitarnya yang sudah kacau, mayat bergelimpangan pedang menancap di berbagai tempat dan bau amis darah tercium pekat di udara.
Jiyu lalu mendekati altar yang sudah rusak terbelah 2 dan semua tiangnya sudah roboh, Jiyu membuka peti mati itu yang tak tergoras sedikitpun.
Di dalam peti itu ada sebuah tengkorak setinggi 2 meter, tengkorak itu mengenakan baju perang serta cincin dan sepatu besi yang masih utuh dan tampak baru.
''Api penyucian musnahkan,'' Api putih yang bersinar terang muncul dari jari Jiyu dan membakar tengkorak itu.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaa
Heranya tengkorak itu bisa menjerit nyaring ketika api membakar habis tulang tulangnya, Jiyu lalu terbang keluar kastil dan menghancurkan kastil itu beserta bentengnya sampai rata dengan tanah.
Jiyu lalu terbang ke tempat kudanya di ikat dan melanjutkan perjalanan kembali menuju kekaisaran.
__ADS_1