Mencari 9 Istri Kaisar

Mencari 9 Istri Kaisar
Bab 26 permintaan Jiyu dan kepergianya kekaisaran


__ADS_3

Jiyu kembali ke Sekte Naga Sejati bersama muridnya, seminggu setelah sekembalinya dia ke sekte Jiyu di panggil ke istana.


Jiyu di ****** oleh utusan kerajaan dengan kereta kuda dan 4 orang prajurit yang menungang kuda mengikutinya.


Sampai di istana, begitu Jiyu turun dari kereta kuda langsung di sambut oleh perempuan paruh baya berambut putih di sangul mengenakan pakaian pelayan.


''Dokter Jiyu saya Ni Mao kepala pelayan istana, Yang mulia Raja sudah menunggu anda di ruang perjamuan.


Jiyu mengikuti Pelayan yang bernama Ni Mao itu keruang perjamuan.


Jiyu melihat di ruang perjamuan itu sudah ada beberapa orang selain Raja Hao, yang sedang duduk di sebuah meja panjang yang di atasnya tersaji hidangan mewah.


Jiyu membungkuk ke pada Raja Hao yang duduk di kepala meja dan menatap ke arahnya.


''Salam Yang Mulia Raja.''


''Silahkan duduk Dokter Jiyu,'' Raja Hao menyilahkan tamunya untuk duduk di sisi kirinya.


''Sebelum kita bicara, mari kita nikmati hidangan yang tersadi lebih dulu,'' Kata Raja Hao mulai menikmati hidangan yang tersadi di ikuti yang lain termasuk Jiyu.


''Dokter Jiyu saya He Kiong mentri kerakyatan, mewakili Yang Mulia ingin mengucapkan terimakasih sudah memenuhi permintaan kami dan mau membantu Desa Jinwu.'' Seorang laki laki berusia 40th mengenakan jubah hitam bersulamkan benang perak dan emas membungkuk pada Jiyu.


''Aku hanya membantu, tidak perlu berterimakasih,'' Jiyu balas membungukuk.


''Sebagai ucapan terimakasih Yang Mulia Raja ingin memberikan hadiah pada Dokter, jadi Dokter Jiyu bisa memminta apapun dan kami pasti akan mengabulkanya selagi bisa.'' Kata seorang laki laki setengah botak dan rambut belakangnya di kepang sampai pinggul.


''Sebenarnya hadiah ini tidak perlu, aku membantu hanya ingin murid muridku memperoleh pengalaman'' kata Jiyu acuh ekpresi wajahnya sangat datar.


''Meski begitu ...''


''Atau Dokter Jiyu bisa menikah dengan putriku'' Raja Hao menyela ucapan Mentri He Kiong.


Orang orang dimeja perjamuan itu menoleh ke arah Raja dengan kaget, dan tidak menyangka sang Raja akan mengusulkan hal itu ternasuk Jiyu.


''Maafkan aku Yang Mulia, aku hanya seorang tabib biasa dan aku masih muda dan belum ingin menikah,'' tolak Jiyu wajahnya mengeruh tak enak.


''Karna kalian sangat ingin berterimakasih dan memberiku hadiah, maka aku tidak akan sungkan lagi. Aku ingin 1000 hektar lahan pertanian yang ada di lembah Sakmet,'' Jiyu menatap langsung Raja Hao.


''Kau dasar kurang ajar!!, sudah mending Yang Mulia mau memberimu hadiah sampai menawarkan putrinya. Tapi kau menolak dan minta 1000 hektar lahan pertanian. Kau ingin membuat kerajaan ini kelaparan, !!!'' teriak seorang laki laki yang mengenakan seragam kementrian berwarna coklat kemerahan sambil mengebrak meja dan menatap Jiyu sengit.


''Bagaimana Yang Mulia? ,'' tanya Jiyu santai sambil memakan potongan buah sepiritual di atas piring tanpa menghiraukan tatapan penuh amarah dari seseorang.


''Dokter Jiyu tidak bisakah kau meminta yang lain. Kerajaan Han memang lebih kaya dari kerajaan lain dengan adanya hasil tambang, tapi Kerajaan ini juga tergantung dengan hasil pertanian.''

__ADS_1


''Wilayah yang kau minta merupakan penghasil gandum terbesar di kerajaan ini, Jika kau memintanya penduduk akan kelaparan.'' Raja Hao keberatan dengan permintaan Jiyu.


''Aku ingin lahan pertanian di Sakmet di jadikan lahan obat yang di kelola ke 3 muridku, Asosiasi Alkemi akan mengirimkan bibitnya kemari.''


''Yang Mulia bisa membuka lahan pertanian baru atau impor gandum dari kerajaan lain,'' usul Jiyu.


''Apa kau yakin rencanamu akan berhasil Dokter Jiyu, ?'' Tanya Raja Hao.


''Yang Mulia bibit herbal akan tumbuh bertahun tahun, kita tidak bisa bertaruh dengan permintaan Dokter Jiyu! .'' Seru salah satu mentri yang ikut dalam perjamuan kewatir.


''Ini ...'' Raja Hao berpikir bingung, dia ingin mengikat atau setidaknya menjalin hubungan baik dengan Jiyu tapi ragu dengan permintaanya.


Ketika semua orang kecuali Jiyu sedang termenung, pintu ruangan perjamuan tiba tiba menjeblak terbuka membuat semua orang di rungan itu tersentak kaget.


Jiyu menghentikan kunyahannya memakan potongan buah sepirtual, Dia melihat seorang gadis berambung ungu kehitamaan mengenakan gaun hitam bersabuk berlian memasuki ruangan.


''Ayahanda jangan ragu, Dokter Jiyu pasti solusi untuk itu. Sehingga meminta lahan pertanian kita.'' Kata gadis yang baru memasuki ruangan sambil menghampiri Raja Hao dan berdiri di sampingnya.


''Bukan begitu Dokter Jiyu,'' Katanya lagi sambil menatap Jiyu lekat.


''Lagian dokter Jiyu juga sudah pernah melakukanya di Desa Shambong Kerajaan Qing dan mereka sudah panen.''


''Dari mana kau tau, ?'' tanya Jiyu waspada dan memandang gadis itu lekat.


''Jangan curiga padaku Dokter, aku bukan musuhmu. Perkenalkan aku Hao Xingmei putri kerajaan ini,'' katanya sambil membungkuk melihat sikap Jiyu yang waspada.


Apa gadis ini punya kemampuan membaca pikiran, bahkan pikiranku.


''Putri apakah anda yakin, ?'' tanya salah satu mentri yang ada di sana.


''Ayahanda aku berani jamin, kerajaan kita tak akan mengalami krisis. Malah di masa depan ini akan sangat menguntungkan bagi kita,'' Putri Hao Xingmei kembali meyakinkan ayahnya.


Akhirnya Raja Hao setuju memberikan Lembah pertanian Sekmet pada Jiyu dan memberikan surat kepemilikannya.


Putri Hao Xingmei menghampiri Jiyu yang akan naik kereta kuda kembali ke sekte.


''Jika Dokter Jiyu bertemu sahabatku Putri Giok Hong, tolong jangan terkejut dan tahan emosimu.'' Katanya.


Jiyu mengerutkan kening bingung dan ketika dia hendak bertanya Putri Hao Xingmei sudah kembali masuk istana.


''Apa mangsudnya, ? Ah ya kenapa aku lupa membaca pikiranya,'' gumam Jiyu.


Akhirnya Jiyu kembali ke Sekte dan menemui muridnya yang sedang membaca buku di halaman kediamanya.

__ADS_1


''Guru sudah kembali, ?'' tanya Ansia.


Jiyu menarik kursi dan duduk di meja yang melingkar.


''guru akan pergi kekaisaran untuk waktu yang lama, jadi kalian akan belajar sendiri mulai sekarang.''


''Kalian bisa menghungi guru dengan alat komunikasi yang akan guru berikan,'' Jiyu lalu memberikan masing masing muridnya sebuah cincin.


''Cincin ini kegunaanya sama seperti tas penyimpanan, tapi bisa di gunakan tanpa batas.'' kata Jiyu lalu dia mengambil sebuah alat hitam pipih selebar 4 jari.


''Alat ini bisa mengirim suara kita sejauh apapun, Asalkan kalian sudah menuliskan huruf china kuno di atasnya.'' Jiyu lalu mencotohkanya.


''Setiap tulisan hanya bisa di gunakan 1×, jika kalian ingin menggunakannya lagi kalian harus menulisnya.''


Ke3 muridnya takjub melihat benda itu.


''aku belum pernah melihatnya''


''ini seperti cermin tiktok yang dapat menangkap gambar, tapi benda ini mengnangkap suara.''


''alat yang canggih.''


''Ingat kalian harus terus belajar miski sudah ada di level master alkemi bintang 1, baca semua buku yang ada di cincin itu. Guru akan pergi besok pagi dan guru harap kalian gunakan ilmu kalian untuk menolong orang,'' Kata Jiyu memberi petuah.


Esok Hari ke tiga muridnya sudah menunggu Jiyu di halaman kediamanya dengan ekpresi sedih.


''Kenapa Guru cepat sekali perginya, ?'' tanya Ansia sedih.


''Jangan sedih suatu hari nanti kita pasti bertemu kembali,'' kata Jiyu mengusap kepala Ansia.


Dia sudah menganggap semua muridnya seperti anaknya sendiri.


''Ingatlah untuk selalu berbuat baik, jangan menjadi orang yang sombong tetaplah rendah hati dan jangan minta imbalan ketika menolong orang.'' Kata Jiyu sambil batuk.


''Tuan Jiyu sangat munafik, dia tidak akan mau menolong atau melakukan sesuatu jika tidak ada manfaatnya,'' kata Ace yang melihat semua yang dilakukan Jiyu dari dalam cincin semesta.


''Guru pergi sekarang jaga diri kalian baik baik,'' Jiyu lalu terbang dengan mengunakan sayap qi berwarna emas.


Ansia Su Kiat Dan Wang Peng menunduk sedih melihat pergian Jiyu, bahkan mata Ansis berkaca kaca.


''kita harus beritau para tetua sekte kalau Guru sudah pergi.''


Memang kepergian Jiyu tanpa pamit pada petinggi sekte dan menyuruh muridnya untuk mengabarkan kepergianya setelah dia pergi.

__ADS_1


__ADS_2