Mencari 9 Istri Kaisar

Mencari 9 Istri Kaisar
Bab 27 Bertemu Xibei bersaudara dan mimpi Jiyu


__ADS_3

Jiyu terbang mengunakan sayap qi selama seharian penuh menuju ke kaisaran, tapi dia yang seharusnya langsung terbang ke ibu kota justru melenceng jauh ke seletan.


Jiyu turun disebuah desa yang tampak sepi, rumah rumah penduduk tampak reot dan bolong di beberapa bagian desa itu tampak sudah di tinggalkan untuk waktu yang lama.


Jiyu terus berjalan memasuki desa dan dia menyebarkan indra sepiritualnya.


''tidak ada orang satupun?" batin Jiyu bertanya tanya.


Jiyu terus masuk ke bagian dalam desa dan dia melihat rumput yang meninggi di halaman rumah warga atau rumah yang roboh dan rusak bekas pertempuran, Jiyu juga melihat beberapa tengkorak yang masih utuh tergeletak begitu saja.


Jiyu menghampiri tengkorak itu dan memeriksanya dengan teliti. ''usia tengorak ini sudah belasan tahun mati" gumam Jiyu.


Jiyu lalu keluar dari desa dan melihat sebuah gapura yang hancur tinggal separuh, di gapura itu tertulis Desa Xunmeng.


Jiyu kembali terbang sampai malam, dia terbang melewati hutan lebat dan Jiyu melihat nyala api di kejauhan membuatnya terbang mendekat.


Jiyu turun dalam jarak 20 meter di belakang sebuah pohon besar, dia melihat 4 orang pemuda berpakaian kulit membawa alat berburu. Mereka sedang berbincang sambil minum arak dan memangang daging, bau harum tercium di udara membuat perutnya keroncongan.


''Salam saudara ku, aku Zhao Jiyu'' Jiyu menyapa mereka dan membungkuk.


''Bolehkah aku bergabung, aku sudah seharian ini berburu tapi hanya dapat 1 kelinci ini saja,'' kata Jiyu yang sudah berganti pakaian menjadi jubah hitam tanpa lengan dan sebuah syal merah melilit lehernya.


Dia juga membawa busur dan setabung anak panah yang di sandang di punggung, Jiyu merubah penampilanya karna tidak ingin di curigai.


Ke 4 pemuda itu menoleh ke arah Jiyu tanpa curiga karna mereka mengira dia pemburu dari desa lain seperti mereka, jadi mereka langsung mengajaknya bergabung.


''Silahkan bergabung saudara Jiyu. Perkenalkan aku Xibei pertama, si kembar Xibei dan adikku yang terakhir Xibei kecil.'' Kata Pemuda itu sambil menunjuk dua saudaranya yang berwajah serupa dan sama sama memakai kulit hewan dan celana panjang coklat dan alas kaki dari kulit yang membedakan hanya penampilan mereka.


Yang duduk di samping Xibei pertama memakai akar rotan sebagai ikat kepala dan berambut hitam panjang berkulit agak gelap di juluki kembar pertama, sedangkan saudaranya yang duduk di sebelahnya memakai syal bulu rubah dan berambut pendek berkulit putih di juluki kembar kedua. Dan untuk si bontot yang usianya masih 17thnan hanya memakai jubah panjang warna coklat dan ikat pinggang kulit yang di selipi selusin pisau terbang.


Jiyu menganguk menyapa mereka tanpa suara, dan duduk di depan ke 4 Xibei saudara. Jiyu mengabaikan tatapan ingin tau mereka dan dia mulai menguliti dan membersihkan kelinci yang dia ambil dari cincin semesta lalu memberinya bumbu dan memanggangnya.

__ADS_1


''Aku dari sebuah desa terpencil, dan aku sudah berburu selama 2th sendirian. Jika boleh tau saudara Xibei dari mana, ?'' tanya Jiyu memulai percakapan.


''Kami dari Desa Kunning,'' kata kembar pertama singkat dan agak dingin kesan pendiam terpancar darinya.


''Apakah Saudara Xibei tau apa yang terjadi dengan Desa Xunmeng.'' Jiyu langsung bertanya pada Xibei pertama yang sepertinya lebih mudah di ajak bicara dari pada saudaranya yang lain, sambil membolak balik daging yang dia panggang. Bau harum tercium di udara dan dapat meundang hewan buas tapi untungnya di sekitar mereka sudah di pasangi dinding pelindung transparan.


''Ah ... desa itu belasan tahun lalu di serang bandit banyak penduduk yang mati dan melarikan diri.''


''Kami dulu berasal dari sana sebelum pindah dan desa itu di hancurkan,'' mereka lalu bercakap cakap tentang banyak hal sampai tengah malam dan dari percakapan mereka Jiyu memperoleh beberapa informasi yang berguna di daerah selatan kekaisaran ini.


...jiyu duduk di sebuah singgasana bertahtakan emas dan berlian di sebuah tempat terbuka yang didekorasi secara mewah yang terbapat pilar pilar emas berukir ular naga dan beratap....


...Jiyu mengenakan jubah merah keemasan bercorak naga dengan ujuh jubah berwarna perak, mengenakan sebuah mahkota terbuat dari emas dan 12 permata menghiasi kepalanya serta menggenggam sebuah tongkat panjang berujung bundar yang bersinar layaknya matahari....


Ruangan itu terbuka tapi dihiasi bunga bunga yang berbau harum semerbak serta rumbai rumbai khas pengantin dan lampion merah.


Jiyu duduk dengan angun dan berwibawa, rambutnya yang putih panjang tertiup angin kulitnya putih tampak bersinar di terpa sinar matahari yang cerah.


Perempuan itu berjalan dengan anggun di iringi 12 pelayan, meski perempuan itu wajahnya tertutup cadar tapi dapat di lihat aura kecantikan laksana bibadari terpancar tanpa bisa di tutupi.


Perempuan itu berjalan sampai di hadapan Jiyu dan di sambut dan di tuntun sampai di depan kursi singgasana, mereka lalu di nikahkan di depan rakyat yang menyaksikan dengan gembira. Pernikaha itu di pimpin oleh tetua agung pendeta suci langit.


Begitu pernikahan sah suasana gembira dan haru terasa dari sepasang pengantin juga dari rakyat yang menyaksikan.


Ketika Jiyu hendak menyingkap kerudung perempuan itu, dia tiba tiba terbangun dengan kaget dan melihat sekitarnya. Berjongkok di sampingnya Xibei Pertama yang membangunkannya.


"Ternyata hanya mimpi dan aku masih di hutan bersama Xibei Bersaudara," Jiyu menunduk rasa rindu tiba tiba hadir di hatinya ketika dia memimpikan pernikahan dengan istrinya.


''Untunglah Saudara Jiyu sudah bangun, kami akan kembali ke desa. Apa Saudara Jiyu ingin ikut dengan kami,'' tanya Xibei Pertama.


Jiyu diam diam menghela nafas pelen menetralkan rasa rindu di hatinya. ''ya, aku akan ikut dengan kalian,'' kata Jiyu.

__ADS_1


Jiyu lalu bangun dan mengikuti Xibei Bersaudara berjalan keluar hutan, sampai di desa yang dekat dengan hutan tadi, Jiyu membeli seekor kuda dan menungang kuda sampai ke Desa Kunning.


Mereka menungang kuda selama setengah hari dan akhirnya mereka sampai di Desa Kunning.


Jiyu berpisah dengan Xibei Bersaudara, Dia memutuskan untuk berendam di pemandian umum dan pergi ke rumah makan terbesar di kota itu.


''Pelayan aku ingin semua hidangan terenak di sini,'' kata Jiyu setelah seorang pelayan mendatangi mejane dan menanyakan pesanan.


Jiyu makan dengan lahap meski kesan aggun dan beewibawa masih telihat, Jiyu lalu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan menunggang kuda. Dia takut tersasar dan Jiyu juga tidak bisa teleportasi langsung ke ibukota kekaisaran karna dia belum pernah ke sana.


''Penculik penculik,'' teriakan penduduk tiba tiba terdengar ketika Jiyu lewat.


''lepaskan anakku ''


''jangan bawa cucuku''


''mereka menculik putriku''


''apa itu mengepul''


''asap''


''kebakaran kebakaran.''


Teriakan teriakan warga terdengar riuh mereka panik, sebagian warga memadamkan api yang membakar rumah warga. Sebagian lagi ada yang mengejar gerombolan penculik itu.


Jiyu lalu menungang kuda berusaha mengejar para penculik itu, sampai di hutan para penculik itu seolah menghilang begitu saja membuat warga kehilangan jejak mereka.


Jiyu terbang dan mengikuti gerombolan penculik itu dari udara, Jiyu melihat gerombolan penculik itu sampai di sebuah kastil yang dikelilingi benteng yang kokoh dan kuat.


''Kakek bungkuk itu dulu berasal dari sini berarti ini sarang pengikut Dewa Gelap,'' kata Jiyu melihat ke sekeliling kastil yang tampak dari luar.

__ADS_1


''Aku tidak bisa masuk begitu saja, aku harus mencari tau apa yang mereka lakukan,'' Jiyu lalu membunuh 2 penjaga gerbang dan menyamar menjadi salah satunya.


__ADS_2