Mencari 9 Istri Kaisar

Mencari 9 Istri Kaisar
Bab 37 Jejak pengikut Dewa Gelap


__ADS_3

Rombongan prajurit kerajaan akhirna sampai di desa Eunsang sebuah desa kecil yang ada di perbatasan, Desa Eunsang salah 1 desa yang di serang oleh pengikut Dewa Gelap.


''Kita berhenti di sini. Kalian akan di bagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok harus ada seorang pengintai, alkemi dan pencari jejak.''


''Untuk kelompok 2 dan 3 kalian akan pergi ke desa desa yang lain, dan untuk kelompok pertama tetap di sini. Kita akan saling berhubungan dengan berkirim surat dan nyalakan suar jika membutuhkan batuan atau menemukan markas musuh.'' Giok Hong memberi intruksi para prajurit dengan tegas dan berwibawa, sehingga tidak ada yang meremehkanya meski masih di usia muda, selain itu Giok Hong juga terkenal akan kecerdasanya dalam mengatur srategi.


Para prajurit yang terdiri dari 3000 pasukan itu langsung mengikuti perintah sang putri dan mengatur diri mereka sesuai kelompok yang sudah di tentukan.


Kelompok pertama tetap ada di Desa Eunsang, sedangkan kelompok lain mereka memisahkan diri dan pergi memeriksa desa desa lain.


Ketika Rombongan Putri Giok Hong dan Jiyu memasuki desa, mereka melihat rumah rumah yang sudah rusak dan terbakar sebagian.


''Kenapa tidak ada mayat satupun?,'' gumam seseorang. Sesampainya mereka tiba di tengah desa tidak ada satupun mayat yang terlihat membuat mereka keheranan.


''Ada jejak noda darah di mana mana, berarti di desa ini juga terjadi pembunuhan. Tapi tidak ada satupun mayat yang terlihat.'' Seorang pencari jejak menunduk memandangi jejak darah di tanah.


''Mungkinkah mereka di jadikan makanan peliharaan mereka, menurut rumor mereka memelihara monster pemakan manusia.'' Sahut putri Giok Hong yang berdiri di samping orang itu.


''Mungkin saja,'' mereka lalu meneruskan perjalanan keluar desa, tim pencari jejak memimpin rombongan putri Giok Hong sesuai jejak yang mereka dapat dan terus mengikutinya.


Sedangkan Jiyu terus berkuda di samping sang putri sambil merenung dan berpikir, dia kepikiran tentang rombongan penungang kuda yang datang ke Desa Eunsang setelah di serang.

__ADS_1


''Mereka datang setelah desa di serang lalu menolong anak anak itu, tapi siapa mereka itu? apa tujuanya?," gumam Jiyu.


Waktu itu pada saat semua orang sedang sibuk mendengarkan seorang pencari jejak, Jiyu sempat menggunakan hukum waktu untuk melihat sekilas apa yang terjadi di Desa Eunsang dan dia melihat ada rombongan penunggang kuda yang datang ke desa itu.


Tim pencari jejak menemukan ranting yang patah terinjak, rumput dan semak yang tersibak serta tahan basah di reremputan, memudahkan mereka untuk mengejar kelompok pengikut Dewa Gelap.


''Mereka sepertinya tidak peduli dengan jejak yang di tinggalkan,''


''atau mereka terlalu percaya diri, sehingga tidak perlu repot repot menyembunyikan kemana mereka pergi.'' Kata 2 orang yang ada di tim pencari jejak melihat dan menganalisis petunjuk yang mereka temukan.


Rombongan Putri Giok Hong terus melakukan pengejaran dan selama ini mereka terus mengikuti jejak jejak yang di tinggalkan oleh pengikut Dewa Gelap.


Mereka terus menungang kuda sampai sore, 2 rombongan yang berpisah juga sudah mengirim surat dan mereka juga menemukan kejadian yang sama dengan yang ada di Desa Eunsang.


''Kita istirahat di sini, dan dirikan tenda, sebagian dari kalian berjaga dan yang lain menyiapkan makan malam,'' perintah komandan pasukan.


''Bukankah ini terlalu mudah, jejak yang di tingalkan pengikut Dewa Gelap mudah di ikuti. Selama ini mereka bersembunyi selama bertahun tahun dan keberadaan mereka tidak mudah di temukan, tapi sekarang ini terlalu mudah seperti mereka sengaja meningalkan jejak untuk di ikuti.'' Kata Jiyu ke Putri Giok Hong ketika mereka duduk bersama di depan api unggun.


''Apa yang kau katakan Dokter Jiyu, tim pencari jejak yang di miliki kekaisaran adalah tim terbaik yang pernah ada. Mereka tidak pernah gagal dalam menjalani tugas mereka, jadi tidak sulit untuk mengetahui jejak yang di tinggalkan oleh kelompok itu.'' Kata seseorang yang mendekat ke tempat Jiyu duduk.


Helio Dan tiba tiba datang dan bergabung bersama Jiyu dan Giok Hong, bahkan dia langsung duduk di tengah tengah mereka dan menggeser Jiyu ke samping tanpa sepengetahuan Putri Giok Hong.

__ADS_1


''Yang Mulia Putri jangan kewatir, kami akan melindungimu kususnya pasukan kasatria elit dan terutama aku. Aku tunanganmu tidak akan membiarkan sesuatu terjadi dengan mu, jadi Yang Mulia jangan kewatir.'' Jiyu yang melihat Helio membual hanya bisa menatapnya dengan malas.


''Dokter Jiyu bukankah Aku sudah mengatakan dia tunanganku kenapa masih saja mendekatinya,'' bisik Helio di telinga Jiyu tanpa sepengetahuan Giok Hong yang sedang menatap api unggun.


Mendengar itu emosi Jiyu mulai naik dan dia segera pergi dari sana sebelum dia kelepasan menghajar Helio di depan Giok Hong.


Jiyu akhirnya pindah ke api ungun lain yang jaraknya hanya 10 meter dari tempat Giok Hong tadi, Jiyu duduk sendiri karna prajurit lain masih sibuk membangun tenda, menembatkan kuda kuda ke pepohonan yang ada di sekitar mereka dan memangang daging yang mereka bawa.


''Ergo, Ace dan Aro keluarlah dan terbang mengitari seluruh tempat yang ada di sekitar gunung dan hutan ini," perintah Jiyu.


''Buat apa?, di tempat ini memang ada salah satu markas pengikut Dewa Gelap letaknya 2 mil dari sini. Dan lagian bukankan aku sudah memberikan daftar tempat sarang mereka padamu," protes Ergo yang tidak mau pergi dari dalam cincin semesta karna dia sedang asik makan buah siritual yang tersaji di sarangnya.


''Perintahkan saja 2 Phoenix bodoh itu pergi, aku sudah pergi berbulan bulan saatnya aku menikmati waktu ku" bantah Ergo tanpa mau beranjak.


"Kalau begitu kalian cepat pergilah dan lakukan tugas pertama kalian dengan baik," akhirnya Jiyu memerintahkan sepasang Phoenix biru itu yang pergi.


"Baik Tuan kami akan melakukan tugas pertama kami dengan baik dan tanpa mengecewakan Tuan," Ace dan Aro lalu terbang mengitari pegunungan berapi dan hutan lebat di tengah malam yang gelap.


Penglihatan mereka yang tajam memudahkan mereka untuk melihat sebuah rumah yang besar dan luas, di lengkapi benteng setinggi belasan meter dan formasi pertahanan yang rumit. Mereka lalu mencoba menyelinap untuk masuk ke dalam benteng.


''Untung benteng ini tidak di lengkapi radar pendeksi hewan, jika tidak kita bisa ketahuan," Ace yang cerewet mulai mengoceh di benak Aro dan membuatnya hampir menabrak dinding.

__ADS_1


''Bisakah kau diam saja jangan cerewet?, aku perlu kosentrasi untuk menyelesaikan tugas dari Tuan," balas Aro sebel dan mengepakkan sayapnya untuk terbang lebih cepat mendahului Ace.


Aro dan Ace mengitari rumah luas yang ada dalam benteng itu beberapa kali, mereka mencoba menyelibap masuk melalui jendela dan mencoba melihat ke dalam rumah.


__ADS_2