Mencari 9 Istri Kaisar

Mencari 9 Istri Kaisar
Bab 30 Giok Hong melupakan Jiyu


__ADS_3

Jiyu yang sudah menyanggupi untuk menyembuhkan Kaisar atas permintaan Putri Giok Hong, akhirnya dia di bawa ke kamar utama tempat Kaisar Tang sedang beristirahat.


Sampai di kamar yang di tempati kaisar, mereka membuka pintu dan melihat Kaisar Tang sedang duduk di atas tempat tidur dengan wajah pucat di temani beberapa pelayan yang menjaganya.


"Ayahanda ini ada kakek dan Dokter Jiyu, dia ingin mengabdi pada keluarga kita. Tapi aku memberinya syarat dia harus bisa menyembuhkanmu," kata Giok Hong pada Kaisar Tang yang bertanya atas kedatangan mereka ke kamarnya.


"Giok Hong apa kamu mau menjadikan Ayah percobaan?," tanya Kaisar Tang ke putrinya dengan tatapan tak percaya.


"Yang Mulia tenang saja, Dokter Jiyu sudah mencapai master alkemi bintang 9 dan dia juga seorang guru. Jadi dia pasti bisa menyembuhkan Yang Mulia," kata Ketua Lee sopan meski kaisar adalah keponakanya.


"Ijinkan aku mengobati anda Yang mulia," Jiyu mendekati kaisar dan meminta ijin untuk memeriksanya.


Kaisar Tang akhirnya mengijinkan Jiyu untuk memeriksanya, setelah di yakinkan oleh Ketua Lee. Karna dia tidak yakin Jiyu bisa menyembuhkan penyakitnya, setelah Kaisar memanggil semua tabib terkenal tapi tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakitnya.


"Yang mulia apa anda merasa pusing tiba tiba, lemas dan energi qi kacau serta badan merasa panas?," tanya Jiyu setelah memeriksa Kaisar Tang.


"Ya benar, Dokter apa  kau sudah tau aku terkena penyakit apa.? Dan apakah aku bisa sembuh,?" tanya Kaisar Tang antusias, karna baru kali ini ada seorang tabib yang dapat memprediksi apa yang dia rasakan dengan benar.


"Anda terkena parasit, sejenis ulat yang menempel di tubuh makluk hidup sampai inang itu meninggal," kata Jiyu.


"Tapi ayahku bisa di sembuhkan, kan,?" tanya Giok Hong dengan cemas begitu juga ekpresi Ketua Lee. Karna dia juga tidak bisa menyembuhkanya.


"Jangan kewatir aku bisa menyembuhkanya," kata Jiyu sambil menyiapkan obat obatan yang di perlukan.


Jiyu lalu mengambil tangan kiri Kaisar Tang, dan menyayat tanganya setelah meminta ijin.


Jiyu lalu mengoleskan air surgawi ke luka sayatan, dan menbekapnya dengan botol bening berisi air surgawi.


Giok Hong dan Ketua Lee melihat apa saja yang di lakukan Jiyu untuk mengobati penyakit Kaisar Tang, Jiyu lalu membuat pil tingkat hijau tanpa tungku secara langsung.


Setengah jam berlalu Pil yang di buat Jiyu sudah jadi, begitu juga dengan parasit yang ada di dalam tubuh Kaisar Tang sudah keluar dan masuk kedalam botol.


Apa yang di lakukan Jiyu membuat orang yang ada di ruangan itu takjub.

__ADS_1


Jiyu lalu memberikan sebutir pil berwarna hijau itu pada Kaisar. "minumlah Yang Mulia, anda akan sembuh," kata Jiyu.


Setelah menyembuhkan Kaisar Tang, Jiyu akhirnya di terima mengabdi ke keluarga kekaisaran dan di bawah pengawasan langsung Putri Giok Hong.


Seminggu sudah berlalu tapi Jiyu belum bertemu dengan Giok Hong lagi kecuali waktu pertama kali datang.


Jiyu pergi dan bertanya pada pelayan yang ada di kediaman putri Giok Hong, dimana sang putri berada.


Jiyu lalu menemui Giok Hong yang sedang membaca tumpukan kertas dan menulis laporan pekerjaan di belakang kediamanya.


"Selamat siang Yang Mulia Putri," kata Jiyu sembil membungkuk dengan gugup.


"Siang Dokter Jiyu," sahutnya acuh sambil terus membaca dan menulis tanpa menoleh sedikitpun.


"Bolehkah aku duduk di sini?," tanya Jiyu gugup dan jantungnya berdebar kencang. Dia bingung kenapa Giok Hong yang merupakan istri pertamanya biasa biasa saja ketika bertemu denganya.


"Giok Hong tidak, kah. Kau tau siapa aku.? Apakah kau tak merindukan aku?, selama ini aku mencarimu dan yang lain," kata Jiyu memulai percakapan dengan mengajukan banyak pertanyaan.


"Apa maksudmu Dokter Jiyu?, apa kita pernah bertemu? kenapa kau mencariku?," tanya Giok Hong menghentikan kegiatanya dan menoleh ke arah Jiyu dengan kening berkerut bingung.


"Atau kita pernah bertemu di masa lalu?, tapi mungkin aku lupa karna aku bertemu banyak orang." Kata Giok Hong tidak peduli dan kembali pada kegiatanya.


"Tidakkah kau ingat aku ini suamimu, kau pasti tidak lupa dengan hari pernikahanmu, kan?. Kau bilang itu hari bahagiamu yang tak akan kau lupakan seumur hidup," kata Jiyu tak sabar.


"Whoo ...!! apa kau bilang?, sejak kapan kau menikah denganku dan siapa yang mau jadi istrimu.!" Begitu mendengar kata kata Jiyu yang tak masuk akal Giok Hong langsung menoleh ke arahnya dengan berteriak.


"Aku tidak tertarik denganmu, meski kau tampan gagah serta berkarisma dan jenius. Tapi aku tidak ingin menjadi istrimu." Kata Giok Hong akhirnya.


Jiyu yang mendengar itu Syok bingung dan tidak menyangka, kalau istrinya yang dia rindukan selama ratusan tahun justru melupakanya.


"Aku ini Jiyu Zhou Jiyu, Kaisar dari dewa segala dewa suamimu. Atau kau ingat ini syal putih yang kau rajut dan kau menghadiahkanya padaku saat di hari pernikahan kita. Aku selalu memakainya sampai sekarang," Jiyu meletakkan Syal yang dia pakai di meja depan Giok Hong.


"Dokter Jiyu imajinasimu terlalu tinggi, aku tidak bisa menyulam apalagi membuat syal. lebih baik kau kembali ke kediamanmu dan aku akan menganggap ini tak pernah terjadi," kata Giok Hong akhirnya dan mengabaikan Jiyu sepenuhnya dan dia kembali pada kesibukanya.

__ADS_1


Jiyu kaget dia bingung harus sedih atau menangis frustasi, karna ternyata istrinya melupakannya begitu saja.


"Dia tidak mengingatku, apa karna dia berrankarnasi kembali? atau karna apa. Bukankah dewa dewi selama ini jika berrankarnasi ingatan mereka masih tetap ada," kata Jiyu masih tetap duduk di tempat semula sambil menunduk dan berpikir.


Jiyu lalu mengambil syal di atas meja dan menatap Giok Hong lekat.


"Apa mungkin? mungkinkah?" Jiyu lalu berdiri dan mendekati Giok Hong, dia memegang pundaknya dan memutar kepala Giok Hong lalu mencium bibirnya dan **********.


Giok Hong yang terkejut membelakak tidak bereaksi, tapi begitu kesadaranya kembali dia langsung mendorong Jiyu dan memukul wajahnya sekuat tenaga.


Buuuukkk aaaaaaa


"Pergi dari sini dasar kurang ajar!!," teriak Giok Hong marah dengan wajah merah sambil menunjuk Jiyu yang terkapar akibat pukulanya.


"Cepet pergi dari sini atau kusuruh pengawal untuk menyeretmu!!" bentak Giok Hong yang melihat Jiyu tidak bergerak.


Jiyu akhirnya pergi dengan tercengang dan linglung, syok dengan semua kenyataan yang ada.


Di kediamanya Jiyu melakukan meditasi guna menenangkan pikiran yang semrawut.


Jiyu memutuskan untuk kembali ke alam langit meski hanya ruhnya dan bertanya kepada Dewa Takdir, dewa yang mengemban tugas untuk mengetahui seluruh takdir makluk hidup.


Ruh Jiyu duduk di singasananya yang ada di istana kota Langit, dan dia memanggil Dewa Takdir untuk menghadapnya.


"Apakah kau tau kenapa istriku tidak mengenaliku lagi?," tanya Jiyu ke seorang laki laki berkulit kecoklatan berselendang merah dan mengenakan kalung biji jade.


"Ya ini termasuk ujian untuk anda Yang mulia Raja Langit, ke 9 istri anda melupakan mu untuk menguji cinta kalian. Dan jika memang mereka cinta sejatimu mereka akan kembali bersamamu," kata Dewa Dewa Takdir yang berdiri di depan Ruh Jiyu.


"Anda harus menemukan semua istri anda segera mungkin, sebelem musuh menemukanya."


"Banyak rintangan yang akan anda hadapi kedepanya, jadi tolong tahan emosi anda dan jangan menghancurkan apapun. Karna itu juga merupakan salah 1 ujian bagimu," kata Dewa Takdir lalu menghilang begitu saja dari hadapan Ruh Jiyu.


Jiyu membuka mata dan ruhnya sudah kembali ke raganya, dia menghela nafas berat dan merenung dengan apa yang terjadi sekarang.

__ADS_1


__ADS_2