Mencari 9 Istri Kaisar

Mencari 9 Istri Kaisar
Bab 40 Jiwa tanpa raga


__ADS_3

Jiyu pergi dari markas pengikut Dewa Gelap sambil membopong Giok Hong, karna ke adaan yang genting Jiyu bingung mau membawa Giok Hong yang terluka dan tidak sadarkan diri kemana.


Jiyu terus memacu kudanya menjauhi daerah pegunungan dan Desa Eunsang, dia juga tidak bisa membawa Giok Hong ke istana karna adanya penghianat yang tidak dia ketahui.


Jiyu sempat berpikir dia akan membawa Giok Hong ke Asosiasi alkemi, tapi dia takut jika tempat itu juga sudah di susupi musuh.


Jiyu terus berkuda sepanjang hari dan dia hanya berhenti, ketika dia sampai di sebuah desa yang Jiyu tidak tau namanya dan dia menyewa sebuah kamar di penginapan.


Jiyu kembali mengobati luka luka Giok Hong lebih teliti lagi, dia meminumkan obat cair dan mentranfer energi qi ke tubuh Giok Hong hingga membuat dia sadar dan sembuh, Jiyu juga mengobati luka lukanya sendiri.


Ergo berhasil menyusul Jiyu sampai tempat dia menginap, keadaan Ergo begitu mengenaskan bulu bulunya rontok, kakinnya patah sebelah dan sayapnya terluka meski tidak parah sehingga masih bisa terbang.


Sedangkan ke adaan Ace dan Aro yang ada di dalam cincin ruang mereka hanya mengalami sayap dan kaki patah.


Jiyu lalu menyembuhkan mereka semua dan mereka berkumpul di dalam cincin semesta meningalkan Giok Hong yang tertidur di kamar penginapan.


"Kenapa bayangan hitam yang seperti manusia itu tidak mempan di serang?, bahkan oleh api penyucian Tuan?," Tanya Aro penasaran.


"Itu karna bayangan itu berupa jiwa, sebuah jiwa tanpa raga tidak bisa di serang,"


"Aku baru ingat dulu sekali waktu pengikut Dewa Gelap baru di ketahui kasus seperti ini pernah terjadi," kata Jiyu sambil memegang kening dan mengingat ingat apa yang terjadi di masa lalu.


"Jiwa tanpa tubuh tidak bisa di serang oleh api ilahi sekalian, kecuali jiwa itu memiliki raga." Kata Ergo menimpali.


Mereka sedang membahas apa yang terjadi selama pertempuran di markas Pengikut Dewa Gelap.

__ADS_1


"Lalu kenapa Jendral jendral yang lain dulu bisa di musnahkan dengan api penyucian milik Tuan?, dan mereka juga punya tubuh dari tubuh sebelumnya" tanya Ace.


"Itu karna Jendral yang memiliki jiwa tingkatannya rendah dapat mempertahankan tubuh lama mereka ketika mereka di bunuh, dan mencoba di hidupkan kembali. Tubuh lama mereka masih bisa menerimanya."


"Sedangkan Jiwa dengan tingkatan yang lebih tinggi ketika di bunuh dan di hidupkan kembali, tubuh lama mereka tidak bisa menampung kekuatanya sehingga tubuh lama mereka hancur. Jadi mereka membutuhkan tubuh baru yang sesuai dengan jiwa mereka," kata Jiyu menjelaskan dengan sabar atas ke ingin tahuan Aro dan Ace.


"Jadi bayangan hitam itu akan mencari tibuh baru, dan setelah itu baru bisa di bunuh?," tanya Aro memastikan.


"Itu menjadi tugas kita untuk mencari tau. Di tubuh siapa jiwa itu akan bersemayam," kata Ergo malas, karna sudah tau pasti Jiyu akan memerintahkan nya lagi untuk mencari tau.


Jiyu menyeringai mendengar gerutuan Ergo, dia memang paling tau dirinya tanpa banyak kata.


"Dokter dari mana saja?," tanya Giok Hong yang sudah bangun dan melihat Jiyu membuka pintu dari luar, sambil membawa baki makanan.


"Aku dari lantai bawah penginapan, makanlah kau pasti lapar," kata Jiyu.


"Sudah, kita tidak bisa kembali ke ibu kota dan sekarang kita ada di sebuah desa kecil. Aku tidak tau tepatnya di mana kita sekarang," kata Jiyu.


Jiyu memperhatikan Giok Hong makan dalam diam, dengan pikiran berkelana ke masa lalu.


"Dokter Jiyu?, apakah kau tau adakah prajurit yang kubawa selamat?," tanya Giok Hong Mengagetkan Jiyu yang sedang melamun.


"Kurasa tidak, bahkan mungkin pasukan elitmu juga semuanya tewas. Tapi apa kau melihat siapa yang memanah lenganmu?," tanya Jiyu memastikan.


"Bukankah itu sudah jelas mungsuh yang melakukan, kenapa Dokter masih bertanya?" tanya Giok Hong mengerutkan kening dan tidak tau kenapa Jiyu masih bertanya hal yang sudah pasti.

__ADS_1


"Tidak, yang memanahmu justru salah satu dari pasukan elitmu. Yang artinya di istana ada seorang penghianat dan kita di jebak oleh mereka, untuk datang ke markas mereka sehingga mereka bisa membunuhmu." Kata Jiyu sambil memproyeksikan apa yang dia lihat sebelumnya.


Giok Hong melihat itu membelalak dan dia berusaha menyangkal.


"Dokter pasti salah, aku sudah mengenal mereka sejak lama. Tidak mungkin mereka menghianatiku begitu saja."


"Tapi coba pikirkan, penyerangan di banyak desa. Lalu jejak yang mudah kita temukan, padahal bertahun tahun kekaisaran mencari markas mereka dan tidak pernah ketemu. Meski dulu juga terjadi penyerangan tapi ketika di kejar kekaisaran tidak pernah menemukan jejak yang tertinggal."


"Dan lagi mereka tau yang mulia kaisar akan memerintahkan mu untuk memimpin pasukan, sehingga mereka lebih mudah untuk membunuhmu. Dan jika kau mati maka kekaisaran akan goyah karna tanpa pewaris, sedangkan kaisar sakit sakitan," kata Jiyu berusaha meyakinkan Giok hong yang ragu.


Giok Hong berpikir dan setelah lama merenung, tentang semua kejadian yang mereka alami. Dia akhirnya setuju dengan pendapat Jiyu meski tidak sepenuhnya percaya.


Sedangkan di tempat lain, Sosok bayangan gelap yang menyerupai manusia dengan mata merahnya yang menyala sedang duduk di sebuah kursi batu serta puing puing yang berserakan, di depanya ada puluhan orang yang berdiri dan menunduk. Mereka adalah Para pengikut Dewa Gelap yang selamat.


"Carikan aku tubuh baru, untuk aku tempati dan setelahnya aku akan membantu kalian," kata sosok itu.


"Tuan ada 2 tubuh yang mungkin cocok untuk anda saat ini, yang pertama namanya Helio Dan tunangan sang putri dan dia juga pengikut kita. Yang ke 2 prajurit elit yang memanah putri," seseorang di antara kerumunan itu memberi usul.


Sosok itu lalu melihat 2 tubuh yang di letakkan di depanya. "jadikan si Helio Dan ini mata mata kita, suruh dia dekati putri bodoh itu dan ambil darahnya sebanyak mungkin lalu bangkitkan yang lain."


Sosok itu lalu berdiri dan masuk ke dalam tubuh prajurit elit itu dan menyatu bersama raganya.


"Tubuh ini lumayan, tapi kalian tetap harus mencari tubuh yang benar benar cocok untukku," kata prajurit elit yang di rasuki itu menatap dan menggerak gerakkan ke 2 tangannya.


"Hubungi penghisap darah itu dan suruh dia susun rencana selanjutnya, jika sudah beritau aku. Sekarang aku akan pergi memulihkan diri dari kebangkitan," sosok itu lalu pergi berkebat dengan cepat ke sebuah gua di gunung yang dekat dengan markas yang sudah hancur.

__ADS_1


Helio Dan dia pergi ke tempat Jiyu dan Giok Hong menginap, dia bisa dengan mudah menemukanya karna dia sebelunya sudah memasang sihir pelacak di tubuh Giok Hong tanpa sepengetahuanya.


Jiyu dan Giok hong meneruskan perjalanan mereka yang tanpa tujuan dengan menyamar, mereka takut keberadaannya di ketahui oleh kelompok pengikut Dewa Gelap dan juga para prajurit kekaisaran yang mungkin saja mencarinya.


__ADS_2