
Duduk bersila di sebuah taman yang tenang di temani semilir angin, dua orang yang duduk saling bersebelahan menikmati harum bunga yang bermekaran di taman.
''Sudah 1 milyar tahun Anda hidup tapi masih saja tidak bisa mengontrol emosi anda,'' kata seorang laki laki berjubah hijau panjang berambut hitam panjang di kepang, bermata ungu, dia duduk sambil membawa kendi arak yang terus dia minum sedari tadi.
Sedangkan orang yang duduk di sampingnya dia adalah Jiyu, dia duduk di taman itu di temani Dewa Aorta atau Dewa kesenangan dan kebebasan.
''Seribu lima ratus tahun waktu yang sedikit bagi kita, tapi itu bisa jadi juga waktu yang panjang ketika kita kehilangan alasan untuk bertahan, apa lagi ketika kita melakukan hal yang sama setiap harinya.'' Kata Dewa Aorta pada Jiyu yang duduk diam saja tanpa menanggapi ucapanya.
''Di bandingkan waktu yang Anda lewati selama ini bersama istri istrimu, 1500th tidak ada apa apanya. Tapi ketika Yang Mulia merasa sangat kehilangan dan ketika tau apa yang terjadi sekarang ini, menyebakan anda kehilangan kendali diri lagi.'' Kata Dewa Aorta sambil meneguk araknya kembali meski dari tadi Jiyu tidak menyahuti ucapanya, dia tetab berbicara menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.
''Mungkin apa yang terjadi sekarang adalah sebab dan akibat yang anda di lakukan di masa lalu.''
''Apa mangsudmu?, apa yang aku lakukan?.'' Tanya Jiyu penuh kebingungan.
''Apakah anda lupa apa saja yang anda lakukan di masa lalu, aku kira Yang Mulia lebih tau dariku.'' Kata kata Dewa Aorta membuat Jiyu terdiam.
''Menghancurkan 1 negara hanya karna pemimpin negri itu tidak mematuhi anda, menyiksa penjahat sampai ribuan tahun meski kejahatanya sepele, di masa lalu anda begitu sombong arogan dan egois sampai mau mengubah masa depan.'' Kata Dewa Aorta sambil kembali menggak araknya dan menoleh ke arah Jiyu yang duduk di samping kananya.
''Meski anda adalah Dewa waktu sekaligus raja dewa dari segala dewa tapi, Yang Mulia tidak berhak menentukan apa yang sudah di gariskan oleh masa depan.''
__ADS_1
''Bahkan Dewa Takdir pun membiarkan segala sesuatunya terjadi sesuai semestinya, kesalahan terbesar anda adalah Yang Mulia berusaha mengubah apa yang akan terjadi.'' Kata Kata Dewa Aorta membuat Jiyu merenung dan teringat masa lalu serta apa saja yang dia lakukan.
Di masa lalu Zhou Jiyu adalah seorang dewa yang pemarah arogan egois serta semena mena, dia tidak peduli pada orang lain dan suka menghancurkan apa yang tidak dia sukai.
Kesalahan sedikit saja di masa lalu itu akan berakibat kematian, Jiyu tidak menerima ampun dari siapapun dan dia orang yang sangat keras terhadap rakyatnya.
Dia bahkan mengusir rakyat miskin dari kota Langit, atau rakyat yang menurutnya tidak layak tinggal di sana.
Bahkan Jiyu juga ketika pertama kali di angkat menjadi kaisar langit perintah pertamanya adalah memasung ibunya di gudang dan mengasingkanya sampai jutaan ribu tahun, dia juga memerintahkan untuk menghukum mati saudara tirinya karna dia anak hasil selingkuhan.
Ketika bertemu Giok hong dan menikah denganya baru kekejaman Jiyu agak mereda, dia mau mendengarkan dan menerima nasihat orang lain.
Ketika Zhou Jiyu sudah menikah dengan kesembilan istrinyalah dia banyak berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
Sebagai Dewa Waktu dan dewa dari segala dewa Zhou Jiyu lupa akan batasan dirinya, dia terkadang mengirim seseorang ke masa lalu atau masa depan hanya untuk mengetahui apa yang terjadi di masa masa itu.
Pada Suatu hari Jiyu di beri penglihatan akan masa depan, bahwa di masa depan akan ada anak anaknya laki lakinya yang saling bertarung memperebutkan tahta ke kaisaran dan menyebabkan kehancuran bagi alam semesta.
Untuk mencegah itu semua Jiyu memasang sebuah formasi di dalam rahim istrinya, setiap embrio yang bakal menjadi bayi laki laki dia akan membunuhnya melalui formasi itu tanpa sepengetahuan istrinya.
__ADS_1
Jiyu hanya memperbolehkan 1 bayi laki laki yang hidup, dan jika ada lebih dari 1 bayi laki laki yang hidup sebagai embrio di rahim istri istrinya Jiyu akan menghilangkan semuanya.
Jiyu juga mengatur anak laki laki yang lahir harus dari istri pertamanya dan bukan dari rahim istrinya lang lain, tapi selama ribuan tahun embrio yang ada yang menjadi janin laki laki hanya dari istri istri ke 2 sampai ke 9nya, dan Jiyu melakukan semua itu selama ratusan ribu tahun tanpa di ketahui istrinya.
Jiyu yang sedang duduk termenung bersama Dewa Aorta di taman, dia teringat apa yang di lakukan di masalalu dan merenungi perbuatanya.
''Anda tidak salah ingin mencegah kehancuran yang akan datang, tapi cara yang anda lakukan itulah yang salah. Kita hanya dewa tidak bisa menentukan apa yang akan terjadi di masa depan, kita juga tidak bisa mencegahnya yang bisa kita lakukan hanya menjalaninya.'' Kata Dewa Aorta sambil memandang Jiyu.
''Kali ini biarkan semuanya berjalan dengan semestinya tanpa mengobarkan siapa pun, dan mungkin masa depan bisa di ubah dengan memberi bimbingan yang baik terhadap anak anak anda kelak. Meski anda dewa waktu anda lupa bahwa kadang kita hanya perlu mempengharuhi hal hal kecil untuk bisa mengubah masa depan.'' Kata Dewa Aorta menasehati Jiyu.
Dewa Aorta menenggak araknya kembali langsung dari dalam kendi dan dia berdiri dari duduknya, lalu melihat ke arah Jiyu yang berwajah muram dan tidak banyak menangapi selama obrolan mereka.
''Yang Mulia bukankah masih ada yang harus anda lakukan, anda seharusnya pergi ke tempat lain. Yakin kanlah rainkarnasi istri pertama anda itu, lalu segera temukan istri istri anda yang lain sebelum mereka di temukan oleh sisi gelap anda.''
''Mereka akan kembali mengingat anda ketika mencapai tahapan atau level tertentu, meski hanya sebagian ingatan mereka yang kembali. Untuk mengembalikan ingatan mereka sepenuhnya mereka harus saling bertemu dan mengakses ingatan mereka di batu ingatan yang ada di istana di dalam cincin anda.''
''Pergilah sekarang Dokter Jiyu,'' katanya sambil tertawa. Jiyu hanya melihat kepergian Dewa Aorta dewa kesenangan dan kebebasan itu dalam diam.
Mendengar nasihat apa yang di sampaikan oleh Dewa Aorta tadi Jiyu hanya bisa menghela nafas, menyesali perbuatanya di masa lalu yang bertindak gegabah. Tanpa di sadari istrinya Jiyu sudah menyakiti mereka semua selama pernikahan mereka.
__ADS_1
''Bener aku masih punya kesempatan untuk menebus semua kesalahanku, dan memperbaiki semuanya serta ini mungkin penebusan atas dosa dosa ku di masa lalu meski tak seberapa.'' Kata Jiyu pada dirinya sendiri.
Jiyu berdiri di taman yang dia lihat tak seindah biasanya karna suasana hatinya yang muram, dia lalu pergi dari sana dan kembali ke planet utama alam 2 tepatnya di istana kekaisaran Tang.