
Setelah Jiyu kembali dari Kota Langit dia menjalani hari harinya dengan muram, meski begitu Jiyu masih melakukan tugasnya sebagai seorang alkemi kerajaan, dia juga kadang pergi ke Asosiasi Alkemi dan membimbing murid murid di sana.
Hari ini Jiyu berencana menemui Giok Hong terkait berita yang beredar, jika di kekaisaran kelompok pengikut Dewa Gelap membuat ulah dan mereka menyerang desa desa di perbatasan Kekaisaran Tang.
Jiyu menghampiri Giok Hong yang sedang sibuk menyusun gulungan dokumen di perpustakaan istana, dia begitu serius melakukan pekerjaanya sampai tidak menyadari kedatangan Jiyu.
''Selamat pagi Tuan Putri,'' sapa Jiyu yang langsung membuat Giok Hong kaget dan menjatuhkan sebuah gulungan yang dia pegang.
''Oh Dokter Jiyu selamat pagi,'' balasnya. Sikap Giok Hong biasa saja terhadap Jiyu seolah semua yang di katakan Jiyu kemarin kemarin tidak ada artinya baginya.
Jiyu mengambil gulungan yang jatuh lalu meletakkan nya di rak yang terletak di sebelahnya.
''Tuan putri apakah berita yang beredar itu benar?, kalau kolompok pengikut Dewa Gelap membuat ulah?.'' Tanya Jiyu memastikan.
''Itu benar, berita itu sudah di tayangkan di cermin tik tok tapi catatan rincianya ada di meja. Dokter bisa membacanya jika memang ingin tau,'' kata Giok Hong sambil tetap menyusun gulungan dokumen ke dalam rak.
Jiyu lalu membaca kertas kertas yang tertumpuk di meja dengan cermat, tanpa terlewat satu kata pun.
Jiyu begitu fokus pada kegiatanya sampai dia tidak sadar kalau Giok Hong memandanginya dengan lekat.
''Kenapa jatungku sekarang berdebar dengan keras setiap kali melihat Dokter Jiyu, Apakah benar yang dia katakan?. Kenapa aku terus kepikiran, si. Padahal aku sudah berusaha melupakannya" batin Giok Hong gelisah.
''Dokter Jiyu. Apa yang kau katakan kemarin itu benar?, kalau kita berjodoh,'' tanya Giok Hong sepontan tanpa berpikir.
Jiyu yang sedang membaca kaget atas pertanyaan Giok Hong dan langsung menoleh.
''Apakah sekarang Putri penasaran?, jika iya lihatlah dengan mata spiritual anda dan anda akan lihat benang merah yang mengikat kami berdua.'' Kata Jiyu dia menjadi lebih sopan dan tidak bertindak terlalu agresis untuk membuat Giok Hong merasa nyaman di dekatnya.
__ADS_1
''Bulankah anda sudah ada di tingkat surgawi tahap menengah, anda pasti sudah bisa membuka mata spiritual anda.''
''Apa yang akan Putri lakukan terkait berita ini?,'' tanya Jiyu mengalihkan pembicaraan melihat Giok Hong yang tampak terdiam dan melamun.
''Aku akan pergi ke desa desa itu dan sekitarnya bersama pasukan, kami akan menangkap mereka dan memberantas kelompok yang suka membuat ulah itu,'' Kata Giok Hong dengan geram.
''Kami akan berangkat 3 hari laki, mohon Dokter Jiyu ikut bersama kami untuk mengobati jika ada prajurit yang terluka.''
''Ya. Selain untuk menanyakan berita itu, aku punya hadiah untuk anda Tuan Putri. Sebagai permintaan maafku atas sikap ku yang kemarin kemarin,'' Kata Jiyu sambil mengeluarkan buku kuno karangan Sastrawan San Ho yang dia dapat dari pelelangan.
Giok Hong menerima buku itu dengan senang hati dia menerimanya, tapi ketika dia membuka buku itu dia kebingungan karna tidak bisa membaca tulisan yang ada di dalamnya.
''Buku itu tertulis dalam bahasa kuno yang mungkin di planet ini sudah punah,'' Jiyu menjelaskan melihat kebingungan Giok Hong.
''Lalu bagaimana aku bisa membacanya?, aku sama sekali tidak menguasai bahasa kuno,'' raut kecewa tergambar jelas di wajah Giok Hong.
''Kebetulan guruku bisa sedikit bahasa kuno karna dia berasal dari tempat yang jauh,'' Jiyu lalu mendekati Giok Hong dan dia menempelkan Jari telunjuknya di kening Giok Hong. Jiyu mentranfer pengetahuanya tentang bahasa kuno langsung ke otak Giok Hong.
Meski Dewa Aorta bilang ingatan istrinya hanya akan kembali setelah tahap kultivasinya mencapai tingkat tertentu tapi Jiyu berpikir tidak ada salahnya dia berharap.
Akhirnya hari keberangkatan pasukan yang di siapkan untuk melakukan pengejaran pada kelompok pengikut Dewa Gelap sudah tiba, dan bersiap untuk berangkat saat itu juga dengan di pimpin langsung oleh sang putri atas perintah ayahnya.
Dalam perjalanan Menuju desa yang di serang itu, akhirnya Jiyu melihat Ergo kembali dari misi yang dia berikan.
''Aku sudah tau apa yang terjadi akhir akhir ini, kau kehilangan kendali lagi betapa memalukannya dirimu pak tua," ejek Ergo ketika dia sudah hinggap di pundak Jiyu.
"Diamlah, tidak usah mengejekku. Langsung saja informasi apa yang kau peroleh," kata Jiyu dengan nada kesal.
__ADS_1
Pasukan yang berangkat bersama Jiyu dan Putri Giok Hong sebenyak 3000 orang, mereka menunggang beast kuda yang bisa berlari 1000li.
''*Putri Giok Hong dalam bahaya, ada informasi entah dari mana. Jika darah di tubuh sang putri bisa membangkitkan para jendral pasulan Dewa Gelap, dan ada orang orang istana yang menjadi pengikut mereka."
"Kau harus mencegah putri mengikuti rombongan pasukan, mungkin saja di antara prajurit itu ada pengikut mereka" saran Ergo.
''Sudah terlambat, kita hanya perlu menjaganya. Jika kita menghentikanya orang justru akan curiga padaku." kata Jiyu sambil memacu kudanya untuk maju ke barisan depan dan mendekati tempat Giok Hong.
''Aku merekam informasi apa saja ku peroleh, kau bisa melihatnya," Jiyu lalu mengambil cermin yang tergantung di leher Ergo dan dia melihat apa saja yang terekam oleh cermin tik tok.
Begitu Jiyu melihat rekaman itu seketika dia membantingnya ke tanah sampai pecah.
''Padahal aku merekamnya sebagai bukti!" teriak Ergo di benak Jiyu dengan nyaring.
Jiyu tidak peduli dengan terikan elang putih itu, dia terus memacu kudanya untuk sampai di barisan terdepan.
Rombongan prajurit itu sengaja melalui jalur darat untuk ke sampai desa desa yang di serang, tanpa melalui jalur udara karna mereka tidak mau kelompok pengikut Dewa Gelap tau ke datangan mereka.
Menurut mata mata yang melihat kelompok itu, berhasil memporak porandakan 5 desa di perbatasan timur kekaisaran, dan pergi ke daerah selatan setelah menculik ratusan anak dan gadis desa.
''Apa kau tidak tau siapa yang menjadi penghianat di kekaisaran?," tanya Jiyu ke Ergo yang masih bertengger di pundaknya.
''Sayangnya tidak, orang orang dalam rekaman itu hanya memanggilnya tuan pimpinan."
''Sebenarnya ada yang aneh dari Kaisar dia terkena ulat penghisap darah yang biasanya hidup di gunung berapi, yang jadi masalah bagaimana dia bisa terkena hewan itu."
"Juga keanehan yang sempat aku rasakan datang dari tunangan sang putri, aura jahat sempat terasa darinya." Kata Jiyu yang justru malah mendapat ledekan dari Ergo.
__ADS_1
''Ha ha ha ha, kau menuduhnya begitu mungkin karna dia bisa merebut pujaan hatimu," kata Ergo sambil tertawa parau.
Jiyu menoleh dan menatap tajam ke arah Ergo, Jiyu sempat berpikir akan menjadikan hewan kurang ajar itu sebagai burung panggang.