
Memikul Tanggung Jawab
Keesokan harinya, Nakha datang ke kantor untuk memenuhi perintah Deni. Tidak seperti biasanya, dia selalu saja menolak datang pagi hari karena bangun terlambat. Hal itu disebabkan oleh kegiatannya yang, hampir setiap malam selalu adu balap mobil liar lalu, pulang ke rumah menjelang pagi. Akibatnya dia akan tidur sampai siang dan mengabaikan tanggung jawab dalam mengurus perusahaan.
Deni sengaja menghubungi setelah adiknya itu selesai sarapan, semua atas permintaan Leni yang menceritakan perubahan Nakha sepulang makan malam bersama keluarga Rully. Wanita itu menuliskan secara rinci.
Nakha memang tidak pulang terlalu malam dan segera tidur di kamarnya setelah sampai di rumah. Hal itu membuat ayah dan ibunya heran tapi, mereka cukup senang. Tidak ada bau rokok atau wangi parfum yang menyengat dan raut wajahnya tampak begitu tenang. Sungguh sebuah perubahan yang cukup baik bagi semua orang, bahkan dia bangun pagi untuk sarapan.
“Ini hal yang luar biasa bukan?” tulis Leni dalam chat pribadinya dengan Deni.
“Kau bisa mengurus anak itu mulai sekarang, setelah dia bisa kau andalkan, kau bisa membalik keadaan dan bersenang-senang! Biarkan July yang mengawasi dan kau lakukan pekerjaanmu seperti biasa. Ibu sudah melihat surat kuasa Ayahmu yang akan menjadikanmu komisaris utama. Jadi, mau tidak mau kau harus sabar melakukannya!”
“Ya, Bu. Aku tahu.”
“Bagus! Kita bukan orang jahat yang mengambil hak orang lain, tapi setidaknya kita bisa memanfaatkan anak itu, anggap saja sebagai balas budi pada kita yang menyayanginya sejak kecil dan tidak berbuat buruk! Seandainya ibunya masih hidup, akan kubuat bertekuk lutut karena jasaku membesarkan anaknya. Dia harus tahu, di dunia ini tidak ada yang gratis, semua harus ada harga, apalagi untuk kesenangan pribadi!”
“Tentu, Bu!” Deni membalasnya singkat.
“Jangan khawatir soal keluarga gadis itu, biar jadi urusanku! Kita harus membuat mereka menikah secepatnya agar Nakha benar-benar berubah demi orang yang dicintainya! Aku tahu apa yang harus aku lakukan!”
“Ibu, keluarga ini berbeda, mereka tidak membutuhkan hadiah atau perhiasan seperti keluarga Tari! Ibu jangan salah menilai!”
“Ya aku tahu, aku akan mengirimkan mereka berliannya dapur dan permatanya herbal!”
“Apa itu, Bu?”
“Tanaman langka dan rempah yang hanya sedikit tumbuh di dunia, makanya, harga tanaman itu sangat mahal bahkan disebut berliannya dapur atau herbal!”
“Baiklah, kalau begitu, terserah Ibu saja”
Pada saat menulis pesan itu, Leni sudah menyiapkan beberapa jenis tanaman langka berharga mahal seperti, red aglonema anthurium, saffron crocus dan ginseng Korea.
Sementara itu Nakha sudah duduk di ruangannya yang jarang dia datangi, tapi tetap bersih dan rapi. Dia asyik menatap layar ponsel setelah memesan segelas kopi pada seorang office boy. Tak lama setelah itu, July datang dengan membawa setumpuk dokumen yang biasa dia kerjakan.
“Apa ini?” tanya Nakha saat Jauly meletakkan berkas itu di atas meja.
__ADS_1
“Tuan Muda! Tumben datang pagi-pagi, apa Anda baik-baik saja?” July berteriak girang.
“Hissh! Jangan pura-pura kau tidak tahu aku di sini, sialan!”
July mencebik, “Aku memang tidak tahu ada Tuan di sini, dan ini pekerjaanku memeriksa kerjaan sekertaris dan direktur sebelum menyerahkannya pada Tuan Deni!”
“Jangan panggil aku Tuan! Kau lebih tua dariku, tahu?”
“Baiklah, dengan senang hati, Pak Nakha!”
“Jangan Pak! Aku terkesan tua!”
“Baiklah, Bos!”
“Panggil aku Nakha saja!” Nakha berkata sambil mengambil satu berkas dan membacanya dengan alis yang berkerut. Semua laporan itu sangat kacau dan membutuhkan banyak revisi.
“Apa kita selama ini menggaji pegawai yang bodoh, pecat saja mereka!” katanya.
“Apa maksudmu?”
“Benarkah? Apa aku salah ambil berkas?” sahut July yang duduk di seberang meja Nakha dan tengah santai mengetik pesan di layar ponselnya.
“Apa kau harus mengerjakan semua ini sendiri selama ini?”
“Ya!”
“Astaga!” Nakha menggelengkan kepalanya, karena hampir tidak percaya jika ternyata seberat itu pekerjaan July sebagai asisten kakaknya. Dia pun bertanya, “Siapa yang mengerjakan ini?”
“Dia sekertaris baru, sekertaris lamaku sedang cuti hamil!” jawab Jauly datar.
“Oh! Pantas, baiklah, biar aku saja yang merevisinya, padahal ini bukan pekerjaanku, kan? Kita para petinggi tidak harus merevisi karena kita hanya menerima berkas yang sudah selesai dikoreksi, tapi, sekarang aku bisa maklum!”
“Bukankah sudah seharusnya?” July berkata sambil menyeringai dan melanjutkan mengirim pesan pada Deni.
“Hmm ....” Nakha bergumam dan mulai mengetik sesuatu di laptopnya.
__ADS_1
Hari itu Nakha bekerja di kantor sampai menjelang malam dan dia terlihat begitu bersemangat. Hanya saja dia tidak menyukai July yang selalu mengekornya ke mana pun dia pergi.
Alasan July adalah karena dia senang dengan perubahan Nakha dan ingin selalu ada saat Tuan mudanya itu membutuhkan dirinya. Namun, Nakha yang tidak biasa dengan orang lain di sekitarnya, menjadi canggung. Dia sebenarnya seorang penyendiri dan hanya bergaul ketika melakukan hobinya balap liar, biliyard dan selancar.
Nakha yang biasanya jarang bicara itu, mengatakan pada July jika dirinya ingin berubah menjadi pria yang lebih baik seperti yang diinginkan Rully, dia harus bekerja keras dan tidak tergantung lagi dengan orang lain demi kesenangan pribadi.
Rully menyukai pria dewasa dan memiliki kepribadian ramah serta berwibawa sedangkan dirinya tidak memiliki hal yang sama, karena itu dia ingin menempa kepribadiannya, menjadi lebih baik seperti yang diinginkan wanita pujaannya.
July yang mendengar semua ucapan Nakha pun ikut senang, karena dia akan lebih mudah memikul tanggung jawabnya sebagai asisten CEO perusahaan. Dia hanya berharap Nakha tidak cepat bosan dengan rutinitas yang tidak biasa dia lakukan.
“Apa yang bisa saya lakukan untukmu pada wanita itu?” tanya July setelah Nakha selesai mencurahkan perasaan dna isi hatinya
“Apa memangnya yang akan kamu lakukan? Hah!”
“Jangan cemburu, Nakha. Aku Cuma mau membantumu, membeli bunga misalnya?”
“Bunga, untuk apa?”
“Itu hal romantis yang disukai wanita!”
“Benarkah?”
“Tentu saja!”
Sejak saat itu, Nakha rajin datang ke kantor, dia tetap semangat walaupun July memberikan banyak tugas setiap hari, bahkan datang mengunjungi beberapa proyek di bawah garapan Perusahaan keluarga Hau, pun dia lakukan sendiri.
Ada beberapa pegawai yang menjadi sedikit ringan pekerjaannya karena adanya Nakha yang menggantikan tugasnya secara tidak langsung. Semua atas kesepakatan dan keinginan July juga.
July punya trik jitu saat Nakha mulai terlihat bosan, pria itu akan menghubungi Rully, atau melakukan panggilan video, lalu memperlihatkan orang yang tengah sibuk bekerja. Seketika gadis itu akan menyangatinya dengan menarik tangannya yang terkepal ke atas lalu berteriak keras.
“Semangat ....!”
Ucapan seperti itu saja, sudah membuat semangat Nakha muncul dua kali lipat. Itulah kekuatan cinta.
Sementara Leni dan Deni pun melakukan usaha yang berbeda pada keluarga Rully, tanpa Nakha ketahui, dua orang itu sudah melakukan berbagai upaya, untuk menarik hati Harun dan Baina agar merestui pernikahan Nakha dan putri mereka secepatnya.
__ADS_1
❤️❤️❤️