
Cincin Berlian
Setelah Rully, Harun dan Baina keluar dari mobil antik itu, Nakha yang sudah berhasil mengatasi rasa terkejutnya, segera memanggil asisten untuk membantu membawa bingkisan yang dikeluarkan Baina dari dalam mobilnya.
Tak lama Leni dan juga Hamza melangkah mendekat dan berdiri di belakang Nakha, demi mendengar suasana riuh di luar rumah mereka, sementara suasana sudah mulai gelap. Begitu terkejutnya dua orang suami istri itu melihat kedatangan keluarga Rully di rumahnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu bahkan, membawa beberapa bingkisan yang membuat mereka tercengang.
Nakha segera menuntun Rully dan juga calon ibu mertuanya ke dalam ruang tamu yang cukup besar, sementara Leni sibuk melihat beberapa makanan yang menggugah selera serta menggoda Indra penciumannya.
“Nyona Bai, apa Anda membuat daging asap bumbu pedas khas Eropa?” tanya Leni, dia tahu jenis masakan itu hanya dari aromanya. Dia melihat tekstur daging sapi yang berbeda, sebab di masak dengan cara diasapi selama delapan jam penuh, tanpa proses karbonasi lainnya, lalu dilumuri dengan bumbu kaya rempah sedikit pedas dari lada hitam berkualitas.
“Ya, itu daging sapi kualitas premium yang saya pesan satu jam setelah sapi dipotong. Apa Anda menyukainya Nyonya Leni?”
Dua wanita yang sudah mulai akrab, karena sering bertemu dan berkunjung itu pun saling melempar senyum. Mereka sudah tahu selera masing-masing. Walaupun selama ini Leni hanya memberikan bahan-bahan herbal juga bahan mentah saja, tetapi kali ini Baina memberikan makanan matang kesukaan semua anggota keluarga.
Diam-diam dua wanita itu saling mengorek informasi apa yang tidak disukai dan apa yang disukai. Tentu saja mereka secara tidak langsung bisa mengenali lebih dalam dan lebih akrab lagi, termasuk anak-anak mereka sendiri.
Setelah perbincangan hangat sebentar seputar masakan, mereka melanjutkan makan malam di meja makan yang disiapkan secara mendadak dan cepat oleh para asisten dan koki di rumah itu.
“Maaf, hidangan ini seadanya saja karena kedatangan kalian mendadak sekali!” kata Leni kembali berbasa-basi, padahal makanan yang tersaji di meja besar itu, lebih dari cukup untuk mereka berenam.
“Kalau Anda bilang makanan ini seadanya, maka aku harus membuat makanan seperti apa untuk menyambut kedatangan kalian suatu saat nanti?” kelakar Baina, dia merasa tidak suka dengan sikap merendah yang terlalu berlebihan. Keluarga Harun memang sederhana, tapi, bukan berarti mereka tidak bisa menyiapkan hidangan mewah seperti itu.
“Maaf, tapi, kami merasa tidak enak,” sahut Leni memperbaiki suasana yang sempat tidak kondusif itu, sebab dia tidak ingin melakukan kesalahan yang berakibat pada, gagalnya pernikahan Nakha dan Rully. Jangan sampai hal itu terjadi.
“Tidak perlu, sebab kami hanya petani, tidak biasa basa basi.”
Suasana kembali mencair kembali, karena sudah mengerti karakter masing-masing, hingga selesai makan mereka terus saja berbincang akrab dan hangat.
Hingga saat mereka menikmati hidangan penutup, barulah Harun mengatakan isi hatinya untuk melanjutkan permintaan Nakha beberapa bulan yang lalu dan sebelum merencanakan pernikahan.
__ADS_1
“Jadi, maaf sebelumnya kalau kedatangan kami ini mengganggu, tapi, ini juga sebagai kelanjutan dari hubungan anak-anak kita, Ruli dan Nakha ... Selama ini hanya dari keluarga Nakha yang sering datang ke rumah kami.” Harun menjeda kalimatnya.
“Dan, saat ini kami sengaja mengunjungi tanpa memberitahu, biarlah kami bertemu di sini apa adanya, sehingga tidak perlu merepotkan.” Kata Harun lagi.
“Ya, kami senang dengan kedatangan Rully, Bapak dan Ibu ... kami yang menantikan persetujuan sejak lama untuk makan makan malam bersama,” kata Hamza.
“Ya sekarang sudah terlaksana, dan saya harap hubungan antara anak-anak dan keluarga kita terus berjalan dengan baik sampai kapan pun juga!” kata Leni menimpali ucapan suaminya.
“Ayah, Ibu, aku sudah lama mencintai Rully, aku pikir malam ini kedatangan kalian adalah sebagai maksud lain--kalau kalian merestui hubungan kami. Jadi, izinkanlah kami menikah!” kata Nakha dan membuat wajah Rully seketika bersemu merah.
Rully memang menyukai pria yang lebih dewasa dan memiliki kemampuan lebih baik dari dirinya, tapi, kehadiran Nakha memberi banyak kehangatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Apalagi, dia melihat bagaimana proses seorang pria yang dahulu begitu tidak peduli, kini sedikit demi sedikit menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik.
Nakha memang bukan tipe pria yang sempurna dalam hal kedewasaan dan sikap, tapi dia adalah pria yang bisa membuat hidupnya lebih berwarna. Dia bukanlah pria yang memang bukan pria idamannya, tapi telah berhasil membuat dirinya merasa menjadi wanita yang paling istimewa.
Cinta memang bukan mencari yang sempurna tapi, cinta adalah sesuatu yang bisa digunakan untuk menyempurnakan segalanya.
Harun, Baina dan Leni menganggukkan kepala, sedangkan Hamza menjawab dengan tegas.
Dua pria dewasa itu paham betul dengan kebutuhan anak-anak mereka, hingga tidak perlu melarang pernikahan setelah mengetahui begitu banyaknya kebaikan pada Nakha dan Rully.
“Ya, saya juga setuju!”
Rasa syukur mengalir dalam hati semua orang yang ada di ruang makan itu dan juga diikuti dengan gerakan Leni pada ponselnya. Ya, dia segera mengirim pesan pada Deni akan apa yang terjadi malam ini di rumah keluarga Hau.
Di tempat yang berbeda, Deni yang tengah berbincang dengan July pun tertawa senang, karena usaha dan rencana mereka ternyata tidak sia-sia. Walaupun, rencana berjalan cukup lambat, tapi setidaknya waktu selama tiga bulan sudah lebih baik dari target terlama mereka yaitu lima bulan.
Semua yang terjadi selama ini adalah rencana mereka berdua yang, ingin segera mewujudkan pernikahan Nakha sebab Rully adalah wanita terbaik menurut pandangan mereka, seorang wanita yang bisa membuat Nakha, berubah seperti harapan semua keluarga.
Demikianlah kisah ini berakhir dengan bahagia, di mana semua keluarga senang akan segera terwujudnya pernikahan, antara dua manusia yang saling mencintai, membutuhkan dan menyempurnakan satu sama lainnya.
__ADS_1
“Rully,” kata Nakha sambil berlutut di sisi Rully yang masih duduk di kursi makan, “aku mencintaimu, maukah kau menikah denganku?”
Rully, tercengang, dia tidak menyangka jika Nakha akan melakukan hal yang berlebihan, hingga dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
Sedangkan Leni justru risih saat melihat Nakha melakukan hal itu tanpa memberi apa pun pada Rully. Dia pun segera melepas salah satu cincin berlian di tangannya dan memberikannya pada Nakha.
“ini, berikan pada Rully, dia calon istrimu sudah seharusnya dia dapat yang terbaik!” katanya sambil mengulurkan tangan. Dia secara kebetulan memakai salah satu cincin berlian terbaik dan, cincin itulah yang dia berikan sebagai lamaran Nakha.
“Terima kasih Ibu,” kata Nakha yang tanpa disadari telah menitikkan air mata. Dia begitu terharu dengan kebaikan ibu sambungnya.
Begitu juga Leni, dia pun begitu terharu, hingga menitikkan air matanya. Bukan karena cincin berlian yang tidak lagi menjadi miliknya, tapi, karena amanah dari suami dan juga mendiang ibu mertuanya sudah selesai dia laksanakan. Nakha sudah menemukan wanita yang tepat dan diharapkan bisa menjaganya sampai akhir hayat.
Setelah Rully menerima cincin berlian yang disematkan Nakha di jari manisnya, kedua insan yang saling mencintai itu pun berpelukan untuk pertama kalinya.
“Terima kasih kau sudah mau menerima diriku, Ru!”
“Terima kasih juga kau sudah mencintaiku, Nakha!”
“Jadi, apa kau mau menikah denganku?” tanya Nakha untuk kedua kalinya sambil melepaskan pelukan, di saksikan kedua orang tua mereka.
“Ya, tentu saja!” sahut Rully dengan sungguh-sungguh dan tersenyum. Rasa bahagia terpancar jelas dari wajah keduanya.
Bahagia dalam hidup adalah tujuan semua manusia di dunia, hanya cara-cara yang berbeda yang digunakan manusia untuk menempuhnya. Namun, karena cara yang berbeda itulah maka, setiap manusia pun mendapatkan hasil yang berbeda pula kadar kebahagiaannya.
TAMAT
Ceritanya sudah selesai untuk season pertama yang hanya fokus pada masalah terbukanya hati Rully untuk Nakha. Maaf kalau ada yang tidak puas dengan endingnya. Semoga bisa lanjut ke season dua, untuk membahas beberapa masalah yang belum tuntas, suatu saat nanti sebab saya masih menulis di platform yang berbeda dan kejar tayang di sana. Terima kasih atas dukungan semua pembaca, itu adalah kebaikan yang tidak terkira bagi saya.
Sekali lagi terima kasih! Love sekebon buat kalian semua! Salam hangat dari author!
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️