Mengejar Cinta Cewek Galak

Mengejar Cinta Cewek Galak
Bab 14 - Kue Manis


__ADS_3

Usai sudah lomba-lomba yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Usai sudah perjuangan mereka yang sama-sama mengikuti lomba tersebut untuk mendapatkan gelar juara 1 dan kembali pulang membawa piala penghargaan yang berkilauan emas.


Leo adalah salah satu pemenang dari tim yang ia pimpin dalam melakukan lomba basket saat itu. Berhasil menyabet gelar juara 1 dan membawa piala emas besar tersebut. Namun, bukan itu yang membuat pemuda tampan itu begitu senang. Justru akhir dari lomba itulah yang membuat Leo seperti mabuk kecubung 7 hari 7 malam. Bertemu dengan gadis pujaannya hingga bisa mengecup mesra bibir merah muda milik sang gadis tanpa ada penolakan sama sekali.


Pagi ini, ia sudah bersiap memasuki sekolah dengan membawa mobil mewah yang diberikan oleh Ayahnya beberapa bulan yang lalu. Hanya satu tujuannya saat ini mengapa ia membawa sebuah mobil, yaitu... "Lo belum ulang tahun, kenapa bawa kue?" tanya Bara yang kini sudah berada disebelahnya.


"Buat Laras." jawab Leo apa adanya. Sama sekali tidak menutup apapun dari sahabatnya bahkan ketika ia begitu tergila-gila kepada Laras.


"Mana ada jam segini udah datang."


Melirik arloji ditangannya, Leo kemudian mendengus pelan, Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Masih sangat kepagian untuk jam datangnya Laras ke Sekolah tersebut.


Maka Leo dengan cepat memutar otak agar kue cantik ditangannya tersebut bisa sampai ditangan sang gadis. Melirik kearah wajah semua siswi yang lewat dihadapannya, ia kemudian menarik satu siswi untuk ia interogasi.


"Lo kelas berapa?" tanya sang Kapten Basket.


"Kelas 10 Kak. Ada apa?"


"Nah!" hentak Leo dengan cepat, justru membuat gadis dihadapan itu berjingkat kaget.


"Gue titip ini buat Laras." menyerahkan begitu saja kue yang ada ditangannya kepada sang gadis, kemudian memberikan senyum terindahnya sebagai hadiah karena gadis itu sudah mau membantunya.


"Dari Leo. Oke?"


"Oke"


Usai kepergian gadis tersebut, Leo kemudian menyeret Bara menuju kelas dengan santai. Yang diseret tentu saja hanya bisa pasrah sembari menggelengkan kepalanya dengan penat. Benar-benar berubah 180 derajat sekali pemuda dihadapannya tersebut.


***

__ADS_1


"Laras, ada kue dari kak Leo buat Lo diloker meja." ucap seorang gadis yang tadi diseret begitu saja oleh Leo untuk diinterogasi dan berakhir dititipi sehuah kue untuk diberikan kepada teman kelasnya sendiri.


Laras menghela nafas sesaat saling bersilang tatap dengan Luna. Kemudian, mengambil kue berwarna pink tersebut dari loker dibawah mejanya. Sungguh, penampakan kue tersebut begitu lucu dan menggemaskan. Sangat sayang untuk dimakan.


"Dasar Leo! Gue nggak suka strawberry malah dikasih cream strawberry!" keluh Laras sembari menyenderkan punggungnya disenderan kursi. Hal itu tentu membuat Luna terkekeh kecil.


"Tapi kue nya enak tahu." ucap sang gadis yang sudah mulai menjajakkan jari jemarinya untuk mencomot-comot kue dan cream butter diatasnya.


"Lo harus tahu, waktu itu Leo kerumah Gue dan beliin Gue es krim coklat! Ewh, Gue nggak suka coklat!"


Luna menatap tak percaya. "Gila! Coklat enak banget tahu! Emang apaan kesukaan Lo?"


"Nanas!"


***


Baru saja hendak memasukkan bakso kecilnya kedalam mulut, Leo harus dikagetkan dengan kedatangan Luna dan Laras secara tiba-tiba, Sungguh rezeki yang tidak disangka-sangka oleh Leo bisa dikunjungi oleh Laras tanpa ia yang meminta.


"Leo! Gue tuh nggak suka strawberry!" hentak Laras dengan tiba-tiba. Bersedekap dada sembari mendudukkan bokong sintalnya diatas kursi.


"Waktu itu Lo nggak suka coklat. Gue kira Lo suka strawbery."


"Makanya jangan dikira-kira. Nggak semua yang Lo kira itu benar ya!"


Sungguh, Kapten Basket itu benar-benar gemas dengan tingkah polah sang gadis dihadapan. Apalagi mendengar gadis itu meracau dengan tidak jelas membuatnya ingin menarik sang gadis kemudian menghabiskan bibir merah muda tersebut dengan ganas.


"Maaf ya. Jadi kesukaan Lo apa?" pungkas Leo menutup semua kemurkaan gadis pujaannya.


"Gue suka nanas. Tapi terimakasih kue strawberry nya tadi."

__ADS_1


"Kue nya manis?"


"Manis kok."


"Sebenarnya tadi Gue pesannya nggak usah dikasih gula aja tapi nggak bisa."


Tentu kening Laras mengernyit ketika mendengar ucapan sang pemuda dihadapannya. "Kenapa nggak dikasih gula?"


"Soalnya kan kamu udah manis."


Menghela nafas sembari menutupi salah tingkah sungguh sangat susah untuk dilakukan. Benar-benar ucapan pria playboy sangat mengerikan untuk terus bertahan dalam kesendirian.


"Kemarin Lita juga di gombalin kayak gini Ras. Jangan percaya." ucap Bara dengan derai tawa bahagia.


"Sialan Lo! Jangan percaya sama Bara Ras!" maki Leo dengan kesal. Saking kesalnya pemuda itu sampai meninju pelan lengan Bara membuat tawa sang Ketua Osis semakin berderai saja.


"Lain kali, Gue bakal kasih Nanas deh buat Lo. Apapun itu, yang penting Lo bahagia." pungkas Leo dengan senyum yang membuat Luna dan Bara ingin terpingkal-pingkal melihatnya.


"Sumpah, senyum Lo bikin jijik aja." ucap Bara tanpa tedeng aling-aling. Kembali membuat Leo memakinya dengan kata sialan kemudian meninju pelan lengan sang pemuda.


Namun tentu pemuda itu tak peduli dengan Luna dan Laras yang hanya akan menjadi obat nyamuknya dalam bercanda bersama gadis pujaannya.


Kali ini, Leo berani memegang dagu lancip sang gadis yang hanya terdiam sembari tersipu. Menanti sebuah kata yang akan dikeluarkan oleh Leo kepadanya.


"Sampai kapanpun, Lo akan selalu bahagia kalau sama Gue. Lo harus percaya sama Gue. Ya?" ucap Leo kembali meminta persetujuan diakhir kalimatnya.


"Gue cinta sama Lo Ras. I Love You. Love You So Much." kembali berucap namun kali ini diakhiri dengan sebuah ciuman kecil dari jauh seperti kiss bye saja.


"NAJONG!" teriak Luna dan Bara tepat ditelinga Leo,.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2