
Dave menumpahkan segala kesedihannya melalui air matanya sejak tadi. Ia begitu lama terisak dalam tangisannya hingga membuat semua orang turut bersedih atas dirinya.
“Nak, bersabarlah atas semua ini.” Ryu yang berada di samping Dave mencoba menenangkan pria itu. “Jika kau terus bersedih seperti ini, Nayara pasti akan ikut bersedih karenamu,” kata Ryu.
“Yang dikatakan oleh pamanmu itu benar, Dave. Kau harus kuat,” sela Calvin masuk ke dalam pembicaraan.
“Aku tidak kuat,” kata Dave dengan suara seraknya.
“Nayara akan baik-baik saja,” imbuh Riana. “Tidak akan ada hal buruk yang terjadi padanya. Kau tenang saja,” lanjut Riana menenangkan.
“Dokter sudah memvonis bahwa Nayara tidak akan bisa bertahan lebih lama, Mam.” Dave mengangkat pandangannya ke atas. “Aku terlalu bodoh karena aku tidak mencaritahu semuanya sejak awal kami menikah!” kata Dave, pria itu sedikit merasa menyesal.
“Jangan salahkan dirimu atas semua ini,” balas Ryu, pria itu mencoba memegang pundak Dave dengan tangannya. “Semua terjadi atas kehendak Tuhan, Nak. Kau harus bisa menerima semuanya,” kata Ryu bijak.
“Dokter hanya bisa memvonisnya Dave, tapi Tuhan tetap ikut andil di dalamnya,” ucap Calvin tegas. “Kau harus percaya bahwa skenario Tuhan itu indah.”
“Kak Dave!”
Seruan dari seorang wanita membuat semua orang yang ada di dekat Dave langsung mengalihkan pandangan mata mereka menuju ke arah sumber suara. Terlihat seorang wanita berkursi roda menghampiri Dave yang berada di ruang tamu, perempuan itu adalah Angeli, anak yang diasuh oleh Ryu sejak dari dalam kandungan.
“Ada apa, Angeli?” tanya Dave dengan kedua mata sedikit membengkak karena kebanyakan menangis.
“Aku menemukan buku harian punya kakak ipar, buku ini sepertinya terjatuh saat kakak ipar dan aku berbicara di halaman depan,” tutur Angeli pada Dave.
__ADS_1
“Buku harian?” Dave bertanya dengan heran.
Angeli memberikan buku berukuran mini itu pada Dave, dan Dave langsung menerimanya tanpa menunggu lama. Dave teringat, buku itu adalah buku yang pernah ia lihat pada saat dirinya dan Nayara berdebat pada malam mereka menikah.
“Thank you, Angeli.” Dave menarik sedikit ujung bibirnya. “Aku akan mengeceknya semua isi buku ini terlebih dahulu.”
Dave mendudukkan dirinya di atas sofa yang ada di dalam ruang tamu. Ia membuka lembaran buku itu, kemudian mulai membacanya dengan begitu teliti dari dalam hati. Semua orang ikut mendudukkan dirinya sembari menunggu Dave selesai membaca seluruh isi buku harian milik Nayara.
Calvin dan Ryu memperhatikan Dave dalam diam. Kedua pria paruh baya itu menyadari bahwa mimik wajah Dave yang tadinya terlihat sedih kini telah berubah menjadi seperti emosional. Hal itu mengundang tanda tanya di dalam benak keduanya.
“Dave, apakah semuanya baik-baik saja?”
Calvin merasa tidak tahan untuk tetap berdiam diri pun langsung mengajukan pertanyaan kepada putra sulungnya.
Dave menutup buku harian itu ketika ia telah selesai membacanya. Sebelum ia menjawab pertanyaan yang diajukan oleh sang ayah, ia lebih dulu memenangkan dirinya yang kini dibalut oleh amarah. Bagaimana tidak, ia tidak menyangka jika ayahnya Nayara telah berbuat keji kepada istrinya sejak wanita itu lahir ke Dunia ini.
Dave mengangkat pandangannya, lalu beralih menatap paman dan ayahnya secara bergantian.
“Ayahnya Nayara adalah penyebab dari semua ini,” jawab Dave dengan nafas memburu, ia masih dibalut oleh amarah.
“Apa maksudmu?” tanya Calvin tidak mengerti.
“Direktur Nick, pria yang Papi bantu itu adalah penyebab dari semua rasa sakit Nayara. Nayara telah mengidap penyakit ini sejak tahun 2012. Dan apakah Papi tahu? Nick kerap kali menyiksa Nayara hingga babak belur, bahkan Nayara berulang kali hendak dibunuh, tapi untungnya Dokter Maya menyelamatkan hidupnya,” jelas Dave kepada papinya.
__ADS_1
“Keberadaan Dokter Maya sampai saat ini tidak diketahui, tapi Nayara meninggalkan beberapa identitas dokter itu di dalam buku hariannya. Aku akan meminta beberapa orang untuk mencari dokter itu,” jelas Dave.
Mendengar hal itu membuat semua orang terdiam, begitu pun dengan Angeli.
“Aku pernah melihat secara langsung luka lebam di sekujur tubuh Nayara pada malam kami menikah,” ungkap Dave lagi. “Aku menganggap semua itu hanya rekayasa semata, tapi hari ini aku baru menyadari bahwa semua itu bukan hanya rekayasa. Aku membenci diriku sendiri mengapa aku tidak bisa percaya dengan istriku sendiri pada malam itu!” cecar Dave pada dirinya sendiri.
Pria itu merasa bahwa ia telah gagal menjadi seorang suami untuk Nayara pun langsung memukuli dirinya sendiri, Ryu dan Calvin mencoba mencegah Dave untuk menyakiti dirinya sendiri. Namun, sangat disayangkan bila tenaga Dave lebih kuat daripada mereka berdua.
Riana yang menyaksikan hal itu pun tidak bisa tinggal diam. Ia bangkit dari tempatnya duduk, lalu pergi mendekat ke arah Dave berada. Ia mencoba menghentikan Dave. Dave berhasil menghentikan kemarahannya saat sang ibu memeluk dirinya dengan penuh kehangatan dan cinta.
Dave menangis pilu di dalam dekapan perempuan itu. Entah mengapa kali ini ia terlihat begitu lemah, padahal pernikahannya dengan Nayara sama sekali tidak ia inginkan, tapi sekarang? Ia justru sangat mencintai Nayara dan tidak ingin kehilangan wanita itu. Takdir telah mempermainkan hatinya, di mana pada awalnya ia sangat membenci Nayara dan pernah bersumpah untuk tidak jatuh hati pada perempuan itu, tapi kenyataannya sekarang? Sungguh terbalik.
“Tumpahkan segala kemarahanmu dalam bentuk tangisan, Nak. Aku di sini untukmu, Nayara, dan untuk kalian semua,” bisik Riana di samping daun telinga Dave. Sesekali Riana membelai pucuk kepala Dave dengan telapak tangannya.
“Dia membutuhkan pelukan untuk saat ini,” lirih Ryu pada Calvin.
“Kau benar, Ryu.” Calvin membalas perkataan Ryu. “Aku bersyukur karena memiliki istri berhati malaikat seperti Riana.”
“Sebuah Anugerah terindah yang dikirimkan oleh Tuhan untuk Anda,” balas Ryu tersenyum menatap ke arah Calvin berada.
“Ya, aku berharap bahwa cinta Riana selamanya untuk diriku dan anak-anakku. Riana mencintaiku dan anak-anak dengan setara tanpa ada yang dibedakan, hal itu membuat hatiku selalu jatuh cinta tiap hari pada dirinya.”
Meskipun Riana adalah istri keduanya, tapi Calvin menganggap bahwa Riana lah yang terbaik ketimbang Rosa—mantan istrinya—yang berstatus sebagai istri pertamanya. Menurutnya, tidak selamanya istri kedua itu buruk, seperti kata orang-orang kalau istri kedua itu jelek dan tidak memiliki hati nurani.
__ADS_1
Mereka bilang Riana beruntung memiliki Calvin, tapi nyatanya Calvin lah yang beruntung memiliki Riana meskipun Riana dari kalangan biasa, tidak seperti Rosa—yang bernotabene dari kalangan atas.
“Nona Riana pasti akan selalu membagi cintanya sama rata kepada siapa pun, bahkan kepada Angeli sekalipun yang jelas bukan siapa-siapa dirinya, sama seperti Dave dan Davi. Dia adalah sumber pencahayaan yang menerangi hidup siapa pun, termasuk kedua adik beradik itu, Tuan.”