
Namanya Safrudin, tetapi biasa dipanggil Udin. Kerjaan pokok setelah lulus dari Universitas Terbuka (UT) adalah ziarah dari makam ke makam.
Hidup Udin seperti dibaktikan untuk makam keramat. Hampir seluruh makam keramat di wilayah Tegal, Brebes dan Pemalang selalu dia singgahi.
Karena itu tidak heran jika Udin bamyak berkenalan dengan paranormal. Baik mereka yang ditemui saat sama-sama ziarah. Maupun ketemu karena Udin sering silaturahmi ke tempat-tempat paranormal tersebut.
Karena tidak heran jika Udin pun punya kemampuan paranormal. Terlebih Udin dikaruniai kemampuan bawaan. Sebab dia seorang indigo.
Pekerjaan sambilan Udin adalah sopir panggilan. Dia akan diundang jika orang membutuhkan sopir.
Tetapi pekerjaan pokoknya adalah paranormal panggilan atau lebih keren disebut paranormal on line.
Kali ini Udin dan tim dapat panggilan dari seorang pedagang warteg asal Tanjung, Brebes. Warga namanya. Dia sakit tanpa diketahui sebabnya. Sudah periksa ke Puskesmas dan dokter. Hasilnya nol besar.
Dokter bilang tidak diketemukan penyakitnya.
Tetapi Warga merasa perutnya melilit seperti sembelit. Dokter sudah memberikan obat penahan nyeri. Eh tetap saja Warga kesakitan. Karena itu Warga akhirnya memanggil Udin.
Nama Udin memang sudah cukup dikenal di daerah Tanjung. Reputasinya dikenal sangat bagus.
Udin biasanya datang satu tim. Pemilik mobil sewaan seorang Ustadz teman Udin dan Udin sendiri.
Rumah Warga kebetulan berada di Jalan Raya Pantura Tanjung sehingga waktu yang ditempuhpun dari Kota Tegal cukup singkat hanya empat puluh lima menit sudah nyampe.
Adik Warga yang bernama Toto memang sudah setengah jam menunggu depan rumah. Sehingga ketika Udin sampe rumah Warga langsung disambut Toto.
"Mari Mas...kami sudah lama menunggu..!" Ujar Toto kepada Udin cs.
Setelah memarkir mobil Avanza hitam. Udin cs segera masuk dan diantar Toto langsung ketemu Warga.
"Ini Mas Udin dan rombongan sudah datang, Kang...!" Ujar Toto memperkenalkan Udin dan kawan-kawan.
"Assalamu alaikum...apa kabar Pak..!?" Sapa Udin kepada Warga yang tengah terbaring di dipan di ruang tengah.
"Walaikum salam...!!!" Balas Warga sembari tersenyum.
"Maaf apa sakitnya sudah lama Pak..!? Dan sudah periksa ke Puskesmas maupun dokter..!?" Tanya Udin kepada Warga. Dan Warga dengan sedikit menahan sakit menjawab.
__ADS_1
"Sudah Mas...malah tidak saja ke Puskesmas. Saya juga sudah dokter umum. Bahkan kemarin sore kami ke dokter spesialis penyakit dalam di Kota Tegal..!" Jelas Warga.
"Lantas apa menurut dokter...!?" Tanya Udin.
"Tidak ada penyakitnya Mas.. oleh karena itu saya minta tolong kepada Mas Udin ada apa sebenarnya dengan saya ini..!?" Ujar Warga.
Kemudian Udin memeriksa tangan Warga. Memegang dan memijat uratnya. Setelah itu Udin memejamkan mata sebentar. Lalu dia bicara.
"Maaf Pak...menurut mata bathin saya. Bapak ini tidak sakit secara fisik. Tetapi sakit secara bathiniah. Nah penyakit semacam ini tentu sulit dideteksi secara dhohir. Harus dideteksi dan atau dilihat melalui mata bathin..!" Terang Udin.
"Terus menurut Mas Udin mengapa dan kenapa saya bisa begini..!?" Tanya Warga.
"Maaf, Pak Warga kan wartegan ya..? Kalau tidak salah disitu ada warung makan baru ya..!? Tepatnya sebelah Utara sampean. Benar tidak..!?" Tanya Udin.
Mendengar pertanyaan Udin, Warga sangat kaget. Sebab semuanya betul. Terlebih setelah Udin mengatakan.
"Dan Pak Warga sempat cekcok dengannya!? Benar bukan..!?"
Tentu semuanya benar. Memang Warga sempat cekcok dengan pemilik warung baru itu. Sebab disamping buka warung nasi kelewat dekat. Juga mereka menyerobot pelanggan dengan seenaknya. Itu sebabnya Warga menegur pemilik warung yang asal Lamongan Jawa Timur.
"Nah setelah cekcok...Pak Warga mulai sakit ya.!? Benar tidak Pak..!?" Tanya Udin lagi.
"Jadi sampean seperti kena santet Pak..!" Jelas Udin.
"Ya tolong sembuhkan saya Mas...!" Pinta Warga.
"Ohw tentu Pak...bukankah kedatangan kami ke rumah Pak Warga untuk membantu Bapak..!" Jawab Udin.
Sesaat kemudian Udin meminta Ustadz Rofii yang mendampinginya untuk membacakan surat Ar Rahman. Udin entah membaca apa mulutnya komat-kamit terus tangannya membuat gerakan silat.
"Sembuh..!!!" Ujar Udin sembari tangannya membuat gerakan seperti menarik sesuatu dari tubuh Warga.
"Alhamdulillah..penyakitnya sudah kubuang Pak. InsyaaAllah sembuh..!" Ujar Udin lagi.
Dan Warga seperti merasakan ada sesuatu yang lepas darinya, terutama disekitar perut.
Setelah minum dan memakan hidangan yang disediakan tuan rumah Udin dan kawan- kawan pamitan pulang kepada Warga.
__ADS_1
Di tengah jalan, tepatnya di sekitar Jalan Raya Pantura Limbangan, Brebes tiba-tiba Udin mengeluh tubuh bagian kiri terutama tangan dan badannnya terasa sakit.
"Wah ini ada yang tidak beres...!" Ujar Udin dalam hati. Wah, kalau sudah begini musti ke rumah Pak Haji, masih kata Udin dalam hati.
"Kita langsung ke Tegalsari ke rumah Pak Haji Arief..!" Ujar Udin kepada sopirnya.
Sopirnya yang bernama Imam sudah tahu siapa yang dimaksud Haji Arief.
Udin ke rumah Haji Arief musti berkaitan dengan sakit mendadaknya itu.
"Stop Mam...sudah nyampe..!" Ujar Udin kepada Imam.
Mobil Avanza tepat berhenti di rumah berpagar dan pintu gerbang warna coklat.
"Mudah-mudahan Pak Haji ada di rumah..!" Gumam Udin.
Setelah membuka pintu gerbang bercat coklat yang tidak terkunci dan mengucapkan salam tiba-tiba dari dalam rumah terdengar jawaban parau.
Dalam hati Udin gembira karena itu jawaban Haji Arief. "Berarti beliau ada di rumah. Alhamdulillah..!" Ujar Udin.
"Ohw...ini pasti si Udin...masuk Din..! Mari masuk semua..!" Ujar Arief dengan ramah.
Maka Udin dan kawan-kawan pun segera masuk.
Setelah semua tamu dipersilahkan duduk. Arief langsung tanya kepada Udin. "Badan kamu sebelah kanan ada yang njahili ya Din..!?"
"Benar Pak Haji..tolong dibantu Pak Haji..!" Ujar Udin.
"Kamu habis ngobatin siapa sih...ini efek dari kamu ngobati orang..!" Ujar Arief lagi.
Akhirnya Udin cerita semuanya tentang Warga pedagang warteg asal Tanjung.
"Lain kali kalau kamu ngobati orang harus sterilkan diri kamu. Mosok paranormal bisa kerasukan...wah reputasimu bisa anjlok Din..!" Ujar Arief sembari bergurau.
"Iyah Pak Haji...makanya saya kemari...karena saya percaya penuh kepada Pak Haji..!" Ujar Udin sengaja memuji Arief.
Setelah dipegang dan diusap badan tangannya oleh Arief. Udin merasa bahwa penyakitnya telah sembuh. "Terima kasih Pak Haji...!!!" Ujar Udin yang langsung pamitan pulang.
__ADS_1
-----------