
Sepulangnya dari Gunung Srandil Darsono langsung pilih balik ke orang tuanya dan langsung minta kamar spesial. Sebab dia tidak mungkin lagi hidup bersama Eva.
Sementara Eva tinggal sama anak lelakinya . Dan diapun tidak peduli Darsono mau berbuat apa. Masa bodoh.
Seandainya mereka hidup rukun pasti perbuatan ini harus dibicarakan suami isteri. Dan Darsono musti terbuka dan jujur kepada Eva. Karena sudah akan cerai jadi tidak perlu ada pembicaraan.
Ketika Darsono berbuat nyleneh minta kàmar spesial Ibu dan Bapaknya membiarkan. Mereka pun menduga bahwa Darsono tengah menjalani laku spiritual.
"Bapak..atau Ibu saya mohon ijin. Jika sewaktu-waktu di malam hari. Dikamar saya ada suara apapun. Tolong biarkan saja jangan ganggu kami..terima kasih!" Ujar Darsono kepada Maryo Bapaknya dan Warsinah Ibunya.
Maryo dan Warsinah hanya mengiyakan. Dan waktu pun berjalan sampe tiba malam Selasa Kliwon. Sehabis Isya Darsono telah memasuki kamarnya dan tindak tanduk Darsono tidak lepas dari pengamatan Maryo dan Warsinah
Tepat tengah malam Selasa Kliwon, Maryo dan Warsinah mendengar suara cekikikan wanita dari kamar Darsono.
Tetapi mereka juga mendengar suara mendesis menyeramkan. Rasanya ingin sekali Warsinah mendobrak pintu kamar anak lelakinya itu.
Tetapi hal itu dilarang Maryo. Suaminya menggamit tangan Warsinah agar jangan neko-neko.
"Ini mungkin yang dimaksud Darsono agar
Kita tidak mengganggunya..!" Bisik Maryo kepada Warsinah.
"Itu suara cewek ya...!? Tetapi kok ada suara mendesis. Itu apa Kang!?" Tanya Warsinah dengan berbisik.
"Sssttt...!!!" Maryo memberi isyarat supaya isterinya tidak berisik dengan menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya.
Dan kejadian itu terus berulang sehingga Maryo dan Warsinah sudah tidak ambil peduli lagi. Hanya mereka berdua tetap mendiskusikannya tanpa harus menegur atau bertanya kepada Darsono.
Dan yang menjadi topik diskusi mereka adalah suara mendesis. Mereka menduga ada sesuatu bahaya untuk keselamatan anaknya.
Tetapi kekhawatiran dan kecurigaan mereka tanpa dasar. Darsono nyatanya "fine-fine" saja.
Sementara tidak terasa sejak kepulangannya dari Gunung Srandil. Darsono sekarang enam bulan. Dan sejak tiga bulan terakhir jadwal mendalang Darsono sangat padat.
Nyaris tidak ada hari kosong. Sehingga perceraiannya dengan Eva tidak mempengaruhi apa-apa. Bahkan tabungannya membengkak.
Sehingga Darsono berniat membeli mobil untuk aktivitasnya. Sekaligus meledek Eva yang telah menghinanya.
__ADS_1
"Jika perlu dunia mau kubeli...!" Kata Darsono dalam hati saking melimpahnya uang.
Sekarang untuk ketemu Darsono musti dijadwal. Dia menggunakan manager yang kebetulan gadis cantik putri Mbah Darmo, gurunya sendiri.
Manager itu namanya Susi, gadis lincah lulusan Akutansi, dari sebuah akademi di Semarang.
Hubungan Darsono dan managernya kian erat dan Mbah Darmo sepertinya menyetujui hubungan Darsono dan anak gadisnya.
"Ah biarin udah besar ini. Lagian Darsono sekarang duda jadi tidak masalah..!" Ujar Mbah Darmo membatin.
Darsono sudah benar-benar melupakan Eva. Dia terlalu sibuk dengan managernya, Susi. Apalagi sekarang Darsono punya mobil Pajero Sport.
Dan Darsono sudah berterus terang kepada Mbah Darmo. Bahwa dia akan meminang Susi untuk jadi isterinya. Mbah Darmo pun tidak keberatan Darsono menjadi menantunya.
Tidak lama kemudian Darsono meminang dan menikahi Susi. Dan Susi juga sudah diberi tahu ayahnya bahwa Darsono punya rahasia yang dia harus jaga.
"Ya ayah, saya tahu..!" Ujar Susi. Tho bagaimana pun ayahnya Mbah Darmo adalah guru Darsono.
Setelah menikahi Susi, Darsono akhirnya membangun rumah yang cukup besar, mewah dan artistik.
Tidak lupa rumah itu dilengkapi kamar istinewa yang hanya ditempati oleh Darsono seorang.
Sekarang sudah dua puluh tahun rumah tangga Darsono dan Susi. Usia Darsono sekarang menginjak lima puluh empat tahun. Dan Susi baru berusia empat puluh empat tahun.
Mereka dikarunia tiga orang anak. Yang pertama namanya Seno. Yang kedua namanya Nugroho. Dan yang ketiga bernama Utomo.
Ketiganya laki-laki. Anak yang pertama usia sembilan belas tahun. Berikutnya tujuh belas dan lima belas tahun.
Darsono sudah melanglang jagad. Eropa dan Amerika. Pokoknya untuk ukuran dalang. Darsono saat ini adalah yang paling top. Paling unggul. Dan setiap pementasannya pasti jadi buah bibir.
Namun justeru disinilah Mbah Darmo mulai merenung. Seperti tengah berpikir keras. Dia melamun sambil manggut-manggut.
" Wah takdir...siapa dapat melawan...!?" Gumamnya.
Dengan usia yang sudah lima puluh empat tahun dan ketenaran yang telah diraih Darsono. Juga kekayaannya yang melimpah.
Inilah saatnya siluman ular laut yang merupakan anak buah Nyi Blorong menagih janji.
__ADS_1
Siluman ular akan segera mengajak Darsono ke alam kelanggengan. Ke alam dunia siluman. Dan batasnya tidak boleh lebih lima puluh empat tahun.
Darsono tahu itu. Tetapi dia menutupi kegelisahan hatinya dengan terus tetap mendalang. Sekarang Darsono diundang ndalang di Brebes. Tepatnya di daerah Lembahrawa.
Setelah bubar mendalang, Darsono sempat berziarah ke makam Eyang Sarpan Handoko.
Sarpan Handoko adalah Pangeran dari Majapahit yang memilih mengasingkan diri menjadi ulama di daerah Lembahrawa.
Usai ziarah tiba-tiba Darsono mengeluh dadanya sesak. Dan langsung pingsan para anak buah ribut. Segera dia dibawa ke RSUD Brebes.
Sempat dirawat tetapi akhirnya meninggal dunia dalam usia lima puluh empat tahun. Dalam diagnosa dokter Darsono disebut mengalami serangan jantung.
Dan tanpa sepengetahuan dokter juga orang awam Darsono baik-baik saja. Malah dia tengah tersenyum melambai tangan seperti pamitan kepada semua orang.
Ya Darsono pergi ke dunia lain diajak wanita cantik yang ternyata siluman ular.
Mbah Darmo yang menyaksikan itu hanya bisa bergumam, "Ini semua takdir...semua takdir. Sopo nandur bakal ngunduh..!"
Semua yang dialami Darsono sejak awal sudah diketahui. Bahwa semua perjanjian dengan setan ada batas dan waktunya.
Apa yang kita minta mereka akan kabulkan. Tetapi sewaktu-waktu setan akan menagih janji.
Dan setan tidak mau mengambil nyawa orang saat usia lanjut banget. Setan maksimal akan menagih janji sebelum usia kita menginjak lima puluh lima.
Bahkan ada yang memberi batasan umur paling tinggi lima puluh tahun.
Dan mereka yang mencari nama pesohor kekayaan tanpa mau menekuni dari nol dan sedikit demi sedkit meningkat pasti akan mengalami seperti apa yang dialami Darsono.
Semua di wejang secara gamblang oleh Mbar Darmo tetapi Darsono sudah tertutup mata hatinya akibat dikhianati dan dihina Eva harus mengalami demikian tragis.
Tentang suara-suara mendesis yang sering di dengar Maryo, Marsinah maupun Susi dibuka dibongkar habis Mbah Darmo.
"Itu adalah suara siluman ular laut. Jadi Darsono itu setiap malam Selasa Kliwon dia bersetubuh dengan siluman itu.
Dan waktu hidup Darsono sudah habis. Sehingga dia harus mengikuti si siluman itu. Kuceritakan ini semua agar menjadi pelajaran yang berguna untuk kalian. Dengan harapan tak ada lagi yang mengikuti jejak yang kurang benar dan melanggar syariat agama..!" Ungkap Mbah Darmo.
Mendengar cerita itu Maryo, Warsinah maupun Susi mengaku bergidik. Dan berjanji tidak ingin mengikuti cara-cara kotor seperti itu.(●─●)
__ADS_1
Happy reading..
vote dan komentnya ya..🙏🙏🙏