Menggauli Siluman Ular

Menggauli Siluman Ular
18. Niat Ngapeli Doi Malah Nyasar Ke Kuburan


__ADS_3

Sejak sore, setelah sholat Maghrib, Beny sudah stel kenceng. Dia sudah janjian sama Eva gebetannya di Kampung Lempuyangan. Beny kenal Eva putri pamong Desa Lempuyangan saat dia KKN di desa itu.


Eva termasuk kembang desa. Maka pantas Beny begitu kepincut kepada Eva. Demikian pula Eva mau sama Beny. Karena si doi calon insinyur. Pasti masa depannya cerah.


Jika jadi isterinya Beny.


Maka begitu Beny menembak Eva, si gadis tidak berusaha mengelak. Sampe hari ini pacaran mereka sudah lebih enam bulan. Dan malam ini adalah malam istimewa. Yakni malam Jumat Kliwon.


Malam saat pertama kali Beny menembak Eva. Karena itu tidak heran jika malam ini sangat ditunggu-tunggu Beny. Siang tadi Beny sudah WA Eva. Bahwa malam Jumat Kliwon mau ngapeli.


Tidak cuma Beny yang sudah stel kenceng. Evapun sudah dandan merias diri secantik-cantiknya.


Sayang, sejak habis Maghrib hujan deras. Sehingga niat Beny ngapeli Eva tertunda.


"Sabar ya sayang....ini masih hujan deras. Aku pasti ke rumahmu..!" Ujar Beny lewat telpon kepada Eva.


"Hooh...disini juga hujan deras Bang...aku tunggu ya...bye..bye..!" Jawab Eva dari seberang sana.


Hujan sepertinya sentimen sama Beny. Buktinya sampe jam sembilan malam hujan belum reda juga.


"Udah jam sembilan kok hujan belum reda ya..!? Bagaimana di tempatmu sayang..!?" Tanya Beny kepada Eva lewat telpon.


"Sama Bang...disini juga masih hujan..!" Jawab Eva.


Pepatah mengatakan jika cinta sudah melekat tahi kucingpun terasa coklat. Begitu pula lautan pedang dan rimba api akan diseberangi karena cinta.


Jika bukan karena cinta Beny gak mungkin mau ke rumah Eva malam-malam. Apalagi malam Jumat Kliwon hujan lagi. Mengapa di dekat atau di jalan menuju ke rumah Eva ada pekuburan umum yang dianggap cukup angker.


Keangkeran kuburan tersebut sudah terkenal sejak dulu. Dan banyak cerita-cerita seram menyertai keangkeran kuburan tersebut.


Beny juga tahu cerita mistis itu. Bahkan Eva lewat WA mengingatkan Beny untuk membatalkan mengapelinya. Disamping sudah malam hujan lagi dan keangkeran kuburan tersebut.


Namun karena alasan cinta Beny tetap nekad apel ke rumah Eva padahal sudah jam setengah sepuluh malam.


Dengan memakai jaket kulit dan dilapisi jas hujan Beny meluncur ke rumah Eva dibawah guyuran gerimis.


"Bismillah...mudah-mudahan selamat..!" Ujar Beny dalam batin. Motor terus dipacu agak cepat terlebih setelah masuk jalan kampung.

__ADS_1


Dalam pandangan Beny dia berjalan lurus dan benar menuju ke rumah Eva.


Tiba-tiba ban depan motor Beny terantuk sehingga motor terpaksa berhenti. Beny turun karena bannya terganjal sesuatu.


Beny begitu kaget dan merinding bulu kuduknya begitu melihat bahwa dia sekarang berada di tengah pekuburan. Ban motornya ternyata terantuk batu nisan.


Beny berteriak minta tolong.


Entah dari mana tiba-tiba di depannya sudah ada seorang kakek tua membawa obor.


"Kenapa Nak? Tadi kamu berteriak minta tolong. Ada apa?" Ujar kakek tua misterius. Beny tidak langsung menjawab. Dia masih bingung dan kaget. Otaknya bebal tidak bisa mikir lagi.


"Kenapa kamu naik motor sampe ke tengah pekuburan ini Nak..!?" Beny ditanya begitu dia masih bengong. Belum bisa menjawab. Sementara si kakek terus berbicara.


"Mari kubantu...ikuti langkahku untuk keluar dari pemakaman ke jalan umum...!" Ujar kakek misterius. Beny masih belum mampu berbicara. Dia hanya ikuti saja apa kata si kakek.


"Nah ini sudah keluar pekuburan..silahkan lanjutkan tujuanmu Nak..!" Ujar kakek misterius dan Beny benar-benar ingin segera kabur dari situ sampai dia lupa mengucapkan terima kasih kepada si kakek.


Beny langsung tancap gas dan dia sempat nengok ke belakang. Ternyata hanya jalanan gelap, si kakek misterius tidak kelihatan batang hidungnya.


Saking kaget dan takutnya Beny langsung kembali ke tempat kostnya dan batalin ngapelin Eva.


"Besok kita ketemuan ya...akan kuceritakan semua kepadamu. Kenapa aku batal kerumahmu. Sampe jumpa besok pagi ya sayang..!" Ujar Beny kepada Eva.


Eva menanti esok pagi dengan segudang tanda tanya.


Sementara itu Beny ceritera sama Rudin bahwa dia baru saja mengalami kejadian yang menakutkan sekaligus menegangkan.


Rudin yang mendengarkan cerita Beny segera komentar.


”Kejadian-kejadian semacam itu pernah juga terjadi di kampungku. Tetapi aku sendiri berharap tidak ingin mengalaminya .!" Ungkap Rudin.


"Ya benar aku sendiri ya tidak ingin mengalaminya...tetapi itu sudah terjadi dan menimpaku..!" Ujar Beny dengan badan masih lemas.


"Yang masih menjadi pertanyaanku siapa kakek yang menolongku itu? Dia manusia atau bukan..!?" Ujar Beny seperti bertanya kepada dirinya. Rudin pun tidak bisa menjelaskan.


"Besok biar kutanyakan kepada Eva..!" Ujar Beny dalam hati.

__ADS_1


Besok paginya. Waktu baru menunjukan pukul delapan Beny sudah bersiap-siap menemui Eva.


"Hallo...Say..kamu sedang ngapain? Aku kesitu ya..!?" Ujar Beny nelpon Eva.


"Silahkan ...aku lagi senggang..Bang..!" Jawab Eva. Dan Beny segera menstarter motornya menuju ke rumah Eva.


Evapun telah menunggu karena mau dengar cerita dari Beny.


Setelah memarkir motornya Beny segera menceriterakan kejadian semalam.


"Perasaanku jalan bisa..lurus ke rumahmu. Tiba-tiba motorku nabrak sesuatu. Setelah kuteliti ternyata aku berada di tengah tengah pekuburan. Begitu aku sadar. Aku teriak minta tolong. Ya aku kaget dan takut sekali.


Mendadak muncul kakek tua bawa obor. Dialah yang menolongku. Menuntunku keluar dari pekuburan..Say..siapakah kakek tua itu? Manusia betulan apa bukan!?" Ujar Beny menceriterakan pengalaman seramnya semalam.


"Hal apa yang kamu alami sering juga dialami orang lain. Kejadian tersebut selalu terjadi di malam Jumat Kliwon..!" Papar Eva.


Menurut Eva dalam keadaan seperti itu akan muncul kakek tua seperti yang dilihat Beny.


Dari keterangan para sesepuh desa kakek itu bernama Mbah Dongkol. Siapa nama sebenarnya tidak ada yang tahu. Dia bukan manusia lagi. Mbah Dongkol sejenis bangsa jin. Dan Mbah Dongkol termasuk jin Islam.


Dia akan menolong setiap orang Islam yang disesatkan oleh jin jahat di pekuburan itu. Dan itu berulangkali terjadi seperti yang dialami Beny.


"Karena itu Bang. Orang sini dan sekitarnya tidak akan berani lewat di pekuburan ini. Ya ini untuk pengalaman Abang agar lain kali jangan diulangi..!" Jelas Eva.


Mendengar penjelasan Eva, Beny makin ngeri. "Apalagi saat gerimis. Kuburan itu jadi makin angker. Sebab suasana semacam itulah yang dipilih para makhluk jahat untuk keluar.


Gerimis adalah kesukaan kuntilanak. Dia biasanya akan keluar pada saat demikian. Terutama di malam Jumat Kliwon dan gerimis lagi. Untung Abang hanya disasarkan. Bagaimana kalau Abang diganggu kuntilanak..!?" Ungkap Eva.


Beny cuma diam sambil menerawang. Wah pepatah demi cinta lautan api kusebarangi tak berlaku nih, bathin Beny.


Demi cinta lain kali kalau malam Jumat Kliwon stop dulu ke rumah doi. Apalagi saat hujan, "Aku benar kapok. Gak akan kuulangi lagi lain kali..!" Ujar Beny dalam hati.


Melihat Beny seperti terlongong tidak sadar Eva tersenyum.


"Semangat Bang...itu kan sudah berlalu. Sekarang bangkit dan jangan mengulangi lagi. Yang penting aku tetap mencintaimu, meskipun batal diapeli...hi hi hi hi...!" Eva tersenyum. Mau tak mau Beny geli juga ingat pengalamannya semalam.


...*******...

__ADS_1


Happy reading.. jangan lupa like dan vote nya ya..


__ADS_2